SUMENEP, nusainsider.com — Masyarakat petani Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) setempat, sangat antusias menanam bawang merah varietas rubaru.
Kualitas bawang merah di Kecamatan Batang-batang yang dihasilkan pun diakui bermutu dan tidak kalah dengan kecamatan lain di Kabupaten Sumenep.
Saat ini, penanaman bawang merah di Kecamatan Batang-batang dilakukan secara musiman.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Batuputih, Hendro mengaku, untuk di Kecamatan Batang-batang saat ini terdapat 4 desa yang berpotensi menanam bawang merah varietas rubaru.
“4 (empat) desa penghasil bawang merah di Kecamatan batang-batang itu diantaranya, Tamidung, Nyabakan Barat, Nyabakan Timur, Jenang,” terang Endro Setiyadi kepada nusainsider.com, Selasa (8/8/2023).
Endro setiyadi juga mengaku, karena ini petani baru yang membudidayakan bawang merah, alhamdulillah kualitas bawang merah yang dihasilkan masyarakat Kelompok Tani di Kecamatan Batang-batang itu lumayan bagus.

“Kualitasnya lumayan bagus, Budidaya Bawang merah di Kecamatan Batang-batang itu mempunyai mutu yang InsyaAllah tidak akan kalah dengan kecamatan lain, hanya saja masih perlu pendampingan khusus karena lagi-lagi petani baru, “ungkapnya.
Koordinator Penyuluh Kecamatan Batang-batang, Endro Setiyadi menambahkan, selain bawang merah, di Batang-batang itu juga ada potensi pertanian tanaman komoditas lain di antaranya, Cabe besar, cabe kecil, tomat, tembakau, timun, kacang tanah, semangka dan lainnya.
“Pertanian di Kecamatan Batang-batang itu sangat layak untuk dikembangkan, kualitas tanah juga potensial diberbagai desa,” jelasnya
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan pertanian (DKPP) merasa bersyukur karena daerah lain diluar Rubaru sebagai pusat kawasan agropolitan juga mencoba membudidayakan komoditas bawang merah sebagai pengembangan produksi.
“Salahsatu upaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat tentunya dengan mengembangkan potensi yang ada seperti tanaman bawang merah ini,” ungkap Arif Firmanto, Kepala DKPP Sumenep saat dikonfirmasi media nusainsider, Selasa (8/23).
Semua petani yang tekun, telaten, InsyaAllah budidaya bawang merah itu akan sukses. Intinya butuh ketelatenan dan kesabaran dalam merawat.
Ketika ada penyakit agar segera konsultasi ke Penyuluh pertanian lapangan (PPL) terdekat untuk segera di atasi.
“InsyaAllah, ketika sudah bisa menanam kedepan seiring dengan semangat petaninya akan kami kembangkan wdan diberikan bantuan bibit termasuk juga daerah lain yang memiliki potensi budidaya bawang merah”, Jelasnya
Ditambahkan, kami berharap potensi yang dimiliki ini dapat terus dikembangkan untuk lebih memakmurkan masyarakat yang tanahnya memiliki potensi.
Apalagi selama ini terkait dengan penjualan produksi pertanian disini tidak bingung, karena sudah ada Koperasi PIR bahkan petani yang menjadi anggota koperasi juga sudah membuka Stand guna Membumi Bawangkan Hasil Panen petani setiap hari minggu di depan Mall Pelayanan publik” tambahnya.
![]()
















