SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) kembali menggelar ajang kreatif bergengsi bertajuk Madura Open Festival Cipta Lagu Musik Tong-tong 2025.
Kompetisi ini akan berlangsung di Lapangan Kesenian Sumenep (LKS), tepat di depan Kantor Disbudporapar, Jumat malam, 9 Agustus 2024 mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp12 juta.

Mengusung tema lagu “Budaya Madura”, “Sejarah Madura”, dan “Objek Wisata Madura”, festival ini menjadi ruang ekspresi bagi musisi, pencipta lagu, hingga arranger musik untuk menyalurkan ide kreatif mereka dalam kemasan musik tong khas Madura.
Kategori yang dilombakan meliputi 5 Penyaji Terbaik, 3 Lagu Terbaik, 3 Arranger Terbaik, Juara Favorit (Pooling on the Spot), dan Juara Umum.
Peserta lomba terdiri dari sembilan grup musik, yakni Pornama Alam, Spensa Musik Percussi, Joko Moro, Lanceng Spectra, Mega Remmeng, Putra Djenengan, Pangeran Girpapas, Raden Ageng, dan Putra Lanyala.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi, S.H., M.H., menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wujud nyata pelestarian budaya musik tradisional Madura yang memiliki keunikan tersendiri.
“Melalui Festival Cipta Lagu ini, kita harapkan lahir karya-karya baru yang merepresentasikan kearifan lokal sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Madura ke panggung yang lebih luas,” ujarnya.
Istimewanya, para pemenang akan mendapat kesempatan tampil di Madura Culture Festival (MCF) 2025 yang akan digelar pada 28–30 Agustus 2025.
Acara tersebut rencananya dihadiri perwakilan kabupaten dari wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, sehingga menjadi peluang emas untuk memperkenalkan musik tong Madura kepada audiens yang lebih luas.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Bappeda Sumenep, DKPP Sumenep, dan Disbudporapar Sumenep, dengan dukungan dari pelaku usaha, media lokal, serta komunitas seni budaya.
Cak Fauzi, sapaan akrab Bupati Tong-tong, berharap ajang ini menjadi magnet bagi generasi muda Madura untuk mencintai dan mengembangkan musik tradisional, namun tetap terbuka terhadap sentuhan modern yang kreatif.
“Dengan memadukan unsur tradisi dan inovasi, kita ingin musik tong tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi identitas budaya Madura yang membanggakan,” pungkasnya.
Masyarakat Sumenep diajak memeriahkan gelaran ini dengan hadir langsung menikmati alunan lagu serta kemeriahan festival, sebagai bentuk nyata kecintaan terhadap kesenian khas lokal.
![]()
Penulis : Wafa

















