SUMENEP, nusainsider.com — Ratusan warga kepulauan kembali diberangkatkan melalui program mudik gratis angkutan laut dari Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, pada gelombang kedua menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Program tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut untuk kembali ke kampung halaman saat momentum Lebaran.
Pelepasan pemudik dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sumenep, Abdul Majid, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain.
Kegiatan itu juga dihadiri unsur TNI-Polri serta sejumlah pihak terkait di Pelabuhan Kalianget.
Dalam sambutannya, Achmad Dzulkarnain menegaskan pentingnya verifikasi data penumpang sebelum keberangkatan. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan selama perjalanan laut.
“Setiap penumpang harus terdata lengkap dan sesuai dengan identitas KTP. Ini menjadi langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di laut. Yang paling utama kami jaga adalah keselamatan masyarakat agar mereka dapat mudik dengan aman,” jelasnya.
Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Pemerintah Kabupaten Sumenep. Pemerintah berharap program tersebut dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat kepulauan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sumenep, Abdul Majid, menyampaikan bahwa program mudik gratis tidak hanya sekadar menyediakan layanan transportasi tanpa biaya.
Lebih dari itu, program ini juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan akses perjalanan aman dan nyaman untuk pulang kampung.
“Ini bukan sekadar mudik. Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya disiplin administrasi serta keselamatan dalam perjalanan laut,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget, dari total kuota 354 penumpang yang disediakan, sebanyak 241 orang berhasil diberangkatkan.
Sementara itu, sebanyak 113 calon penumpang tidak dapat mengikuti perjalanan karena data yang disampaikan tidak sesuai dengan identitas KTP.
Proses verifikasi yang dilakukan secara ketat tersebut bertujuan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., melalui Plt Disperkimhub Sumenep, turut menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh pemudik agar perjalanan berjalan lancar hingga sampai di tujuan.
“Kami mendoakan seluruh pemudik sehat, selamat sampai tujuan, dan dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kepulauan,” ungkapnya.
Sebelumnya, gelombang pertama mudik gratis telah dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026, menggunakan Kapal DBS III. Sementara itu, pada gelombang kedua ini para pemudik diberangkatkan menggunakan Kapal Bahari Express yang dijadwalkan berlayar pada Kamis, 12 Maret 2026, dengan tujuan Kepulauan Kangean.
Selain memberikan kemudahan akses transportasi laut, pemerintah juga menekankan pentingnya prinsip keselamatan pelayaran, ketelitian administrasi, serta koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pihak pelabuhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya warga kepulauan yang membutuhkan akses transportasi untuk mudik Lebaran.
Bagi masyarakat kepulauan, program mudik gratis bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga serta merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa terbebani biaya transportasi.
Selain mudik gratis melalui jalur laut, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menyelenggarakan program mudik gratis lintas darat bagi perantau asal Sumenep yang berada di wilayah Jabodetabek.
Keberangkatan rombongan mudik darat tersebut dijadwalkan pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 05.30 WIB. Titik kumpul peserta berada di area Parkir Timur Selatan Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.
Para peserta mudik akan diberangkatkan menggunakan armada bus yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, dengan tujuan akhir di Pendopo Keraton Sumenep.
Seluruh fasilitas transportasi tersebut disediakan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat perantau
![]()
Penulis : Wafa
















