66 Guru PJOK Lolos PPPK, Cak Fauzi: Ini Awal Tanggung Jawab Baru

Senin, 14 Juli 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Bupati Sumenep dengan Salahsatu Guru PPPK di Rumah Dinasnya.

Foto Bersama Bupati Sumenep dengan Salahsatu Guru PPPK di Rumah Dinasnya.

SUMENEP, nusainsider.com Kabar baik datang bagi para guru honorer di Sumenep. Mereka menyampaikan rasa syukur setelah formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diumumkan, yang disebut-sebut merupakan hasil dari perjuangan panjang selama 24 tahun.

Informasi yang beredar menunjukkan bahwa formasi terbanyak berasal dari bidang Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Jumlahnya diperkirakan sekitar 66 orang, khususnya dari daerah yang selama ini banyak menyuarakan aspirasi.

“Dari informasi yang keluar, paling banyak dari PJOK, sekitar 66 orang. Ini bentuk syukur mereka karena apa yang diperjuangkan akhirnya dikabulkan juga,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, usai pertemuan dengan para PPPK, Senin (14/7/2025) di rumah dinasnya.

Namun demikian, Cak Fauzi sapaan akrabnya menegaskan bahwa status baru sebagai PPPK bukan akhir perjuangan. Justru, para guru harus meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta dedikasi dalam menjalankan tugas.

“Yang paling penting itu, setelah terpilih, kerjanya harus lebih baik, lebih disiplin dan profesional. Mereka harus bisa memberikan yang terbaik, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda ke depan,” tegasnya.

Ia menitipkan harapan agar para guru dapat aktif membina anak-anak melalui kegiatan positif sejak dini.

Baca Juga :  Pelestarian Keris Dimulai dari Bangku Sekolah, Disbudporapar Sumenep Siap Dukung

Menurutnya, pembinaan itu penting demi mencetak bibit unggul baik di bidang akademik maupun karakter bangsa.

“Kalau pembinaan terhadap anak dilakukan secara aktif dan positif, otomatis akan memberi kontribusi besar bagi perjalanan bangsa ini. Bibit-bibit itu kita titipkan kepada para guru,” tambahnya.

Bupati fauzi juga mengingatkan pentingnya menjaga mentalitas agar tidak berubah ke arah negatif hanya karena perubahan status atau peningkatan penghasilan. Menurutnya, perubahan itu harus tetap dalam koridor kebaikan.

“Yang perlu dijaga itu mental. Jangan sampai karena punya uang lalu lupa diri. Mental positif harus tetap dipertahankan. Berubah boleh, tapi dalam kebaikan, bukan sebaliknya,” ujarnya.

Ia meminta para guru tetap menjaga etika, karakter, dan tidak tergoda dengan gaya hidup yang tak sesuai kemampuan. Perubahan status bukan berarti harus mengikuti gengsi atau tekanan sosial.

Baca Juga :  Terkuak Bukan Sumenep! Sampang Peringkat Satu Jalan Rusak Terbanyak di Jatim, Disusul Lamongan

Dalam perjalanannya, diakuinya memang ada dinamika di masyarakat. Sebagian besar guru honorer bersyukur, namun sebagian lain belum merasa puas karena belum mendapat formasi yang diharapkan.

“Memang ada yang bahagia, ada juga yang belum. Tapi mari kita tunggu. Siapa tahu ada kebijakan tambahan dari pemerintah baru. Kita masih menaruh harapan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 180 guru yang mengajukan aspirasi di Jeokah, sebanyak 60 orang berhasil mendapatkan formasi PPPK. Menurutnya, hal itu sudah merupakan capaian menggembirakan.

“Ini artinya suara dari bawah itu didengar. Walaupun belum semuanya terpenuhi, tapi setidaknya sudah ada wujud kebijakan konkret,” ungkapnya.

Ia berharap, pemerintahan baru nantinya masih memberi ruang untuk mengevaluasi dan menambah formasi PPPK, khususnya bagi guru honorer yang belum lolos dalam seleksi tahap ini.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Kalau bisa ada kebijakan lanjutan, itu sangat kami harapkan. Tapi kalau tidak, ya kita ikhlas, kita tetap berdoa dan siap menerima,” tandasnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Penghargaan Gubernur untuk Rektor Unitomo, Dukungan Kemdiktisaintek Perkuat Citra Kampus Berdampak
Bentuk Doa dan Terima Kasih, JSI Sumenep Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar
Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah
Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini
Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah
Unitomo Friendship Run 2026 Jadi Magnet Pecinta Lari, Ratusan Peserta Semarakkan Dies Natalis ke-45
Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar
Sinergi untuk Ketahanan Energi, SKK Migas dan PC North Madura II Rangkul Nelayan Pesisir Sampang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 16:12 WIB

Penghargaan Gubernur untuk Rektor Unitomo, Dukungan Kemdiktisaintek Perkuat Citra Kampus Berdampak

Senin, 27 Juli 2026 - 15:35 WIB

Bentuk Doa dan Terima Kasih, JSI Sumenep Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:35 WIB

Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 08:13 WIB

Lewat Program Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sumenep Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:25 WIB

Roadshow Madura, Senator DPD RI Lia Istifhama Perkuat Jaringan Pembangunan Berbasis Aspirasi Daerah

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:46 WIB

Pilgub Jatim 2029 Mulai Menghangat, Emil Teratas, Lia Istifhama Kedua, Achmad Fauzi Tembus Empat Besar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:30 WIB

Sinergi untuk Ketahanan Energi, SKK Migas dan PC North Madura II Rangkul Nelayan Pesisir Sampang

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:53 WIB

DPD RI Lia Istifhama sebut Sumenep Layak Jadi Kabupaten Kepulauan demi Masa Depan Maritim

Berita Terbaru