JAKARTA, nusainsider.com —- Genap setahun sudah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memimpin Republik Indonesia sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Dalam perjalanan setahun tersebut, berbagai apresiasi bermunculan atas capaian positif keduanya dalam memajukan bangsa.
Salah satu apresiasi datang dari anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama. Senator asal Jawa Timur itu menilai, kepemimpinan Prabowo-Gibran menunjukkan arah baru yang lebih mendengarkan aspirasi rakyat dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Ning Lia, capaian positif dalam tahun pertama pemerintahan ini mencerminkan keberanian dalam membuat kebijakan strategis yang berpihak kepada rakyat kecil.
“Saya melihat banyak langkah yang menunjukkan keberpihakan pada masyarakat, dengan gaya kepemimpinan yang humanis dan terbuka terhadap masukan,” ujarnya.
Salah satu program unggulan yang mendapat sorotan luas adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diluncurkan pada 6 Januari 2025 dan telah menjangkau jutaan anak sekolah serta ibu hamil di 190 titik yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia.
“Program ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi anak dan mencegah stunting. Masalah gizi selama ini penting, namun sulit dipecahkan. Kini, melalui MBG, pemerintah menghadirkan solusi konkret,” kata Ning Lia.
Program Makan Bergizi Gratis menargetkan 15 juta penerima manfaat hingga akhir 2025. Berdasarkan survei yang dilakukan Litbang, 80,9 persen responden mengaku puas terhadap kinerja 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.
Survei itu juga menunjukkan tingkat kepuasan publik di berbagai lapisan masyarakat. Di kalangan bawah, 84,7 persen responden menyatakan puas, sementara 15,3 persen tidak puas. Di kelompok menengah bawah, tingkat kepuasan mencapai 81,4 persen, dan kalangan menengah atas 75,3 persen.
Adapun kalangan atas mencatat 67 persen tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan, dengan 32,1 persen menyatakan belum puas.
Hasil ini menunjukkan kepercayaan publik yang relatif tinggi terhadap pemerintahan baru dalam waktu singkat.
Selain aspek sosial, Ning Lia juga menyoroti langkah pemerintah dalam membuka jejaring perdagangan internasional.
Menurutnya, upaya memperluas kerja sama ekonomi, termasuk menuju kesepakatan dagang dengan Uni Eropa (EUCEPA) dan Amerika Serikat, menunjukkan visi besar pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Langkah-langkah menuju kesepakatan dagang ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin memaksimalkan peluang pasar internasional demi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Selain itu, Lia juga menilai positif regulasi baru yang melarang rangkap jabatan bagi pejabat publik, pejabat negara, dan pejabat BUMN. Kebijakan ini, menurutnya, menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap pejabat fokus pada kinerja, bukan pada perluasan kekuasaan jabatan.
“Ini kebijakan yang patut diapresiasi, karena menunjukkan komitmen untuk menata tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional,” tutur Ning Lia.
Dalam pandangannya, capaian-capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Prabowo-Gibran dalam membangun hubungan interpersonal yang kuat dengan masyarakat.
Gaya kepemimpinan yang terbuka dan aspiratif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan harmoni antara pemerintah dan rakyat.
“Bapak Presiden Prabowo berhasil membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Beliau aspiratif dan mau menerima masukan untuk dijadikan bahan evaluasi kebijakan,” tegasnya.
Ning Lia juga menambahkan, di tengah arus globalisasi, karakter masyarakat kini semakin kritis dan menuntut hasil yang cepat. Namun, menurutnya, Prabowo mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan karakter masyarakat modern yang mengutamakan hasil nyata.
“Kita harus memahami bahwa masyarakat kini menilai pemerintah dari kebijakan yang memberi manfaat langsung, baik secara sosial maupun ekonomi. Dan Presiden Prabowo terbukti mampu menjawab harapan itu,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi.
Ia menjelaskan, hasil survei lembaganya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo mencapai 79,3 persen dalam 100 hari pertama pemerintahannya.
“Dari total tersebut, 13,5 persen menyatakan sangat puas dan 65,8 persen cukup puas. Hasil ini menunjukkan tren kepercayaan publik yang sangat baik di awal masa kepemimpinan Presiden Prabowo,” kata Burhanuddin.
Menurut Burhanuddin, survei ini menggunakan metode standar yang telah lama digunakan sejak awal reformasi, sehingga hasilnya dapat dijadikan tolok ukur objektif dalam membaca persepsi publik.
Secara keseluruhan, Ning Lia menilai, tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran memperlihatkan fondasi kuat menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan mandiri. Ia berharap konsistensi kebijakan yang berpihak pada rakyat dapat terus dijaga hingga akhir masa jabatan.
“Setahun ini adalah fondasi. Jika konsistensi dijaga, maka kita bisa optimistis Indonesia akan melangkah lebih cepat menuju kemandirian ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kemajuan moral bangsa,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















