Bea Cukai dan Mabes Polri Didesak Usut HM, Diduga Produksi Rokok Ilegal

Rabu, 19 Februari 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Toifur Ali Wafa usai Menyerahkan Tembusan Laporan Ke KPP Bea dan Cukai Madura, Senin 17 Februari 2025 Kemarin.

Foto. Toifur Ali Wafa usai Menyerahkan Tembusan Laporan Ke KPP Bea dan Cukai Madura, Senin 17 Februari 2025 Kemarin.

JAKARTA, nusainsider.com Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) resmi melaporkan HM ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen Bea Cukai RI) atas dugaan produksi serta peredaran rokok ilegal.

CEO ALARM, Toifur Ali Wafa, menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat bahwa HM telah memproduksi dan mengedarkan rokok tanpa pita cukai resmi.

“Kami menduga HM melakukan pelanggaran serius dengan memproduksi serta mengedarkan rokok ilegal yang jelas-jelas merugikan negara,” ujar Toifur, Senin (17/2/2025) kemarin.

Lebih lanjut, Toifur menekankan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya melanggar aturan administratif tetapi juga berdampak besar terhadap penerimaan negara.

“Negara kehilangan potensi penerimaan cukai dalam jumlah besar akibat aktivitas ilegal ini. Kami meminta pemerintah bertindak tegas,” tambahnya.

Tak hanya melaporkan ke Bea Cukai, ALARM juga membawa kasus ini ke Mabes Polri dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut Toifur, ada indikasi kuat bahwa keuntungan dari produksi rokok ilegal tersebut telah digunakan dalam praktik pencucian uang.

“Kami mendesak Mabes Polri untuk menyelidiki lebih lanjut aliran dana yang diduga berasal dari bisnis ilegal ini,” tegasnya.

Laporan tersebut juga ditembuskan kepada Presiden RI, Bea Cukai Kanwil Jatim 1, Bea Cukai Madura, Polda Jatim, Polres Sumenep, Satpol PP Sumenep, serta DKUPP Sumenep dan instansi terkait lainnya di Jakarta.

Baca Juga :  Terobosan Baru! Padi dan Siwalan Ditumpangsarikan di Sumenep, Petani Raup Manfaat Ganda

Toifur berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap HM.

“Kami menuntut keadilan dan meminta pemerintah untuk tidak tinggal diam atas kasus ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, HM belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan dari ALARM.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru