Perda Pesantren Masuk Propemperda 2025, Harapan Baru Pendidikan Agama di Sumenep

Minggu, 27 Juli 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Hairul Anwar ST.,MT Anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Sumenep

Foto. Hairul Anwar ST.,MT Anggota DPRD Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Langkah progresif diambil oleh DPRD Kabupaten Sumenep melalui inisiatif penerbitan Peraturan Daerah (Perda) tentang pesantren. Regulasi ini diharapkan menjadi pijakan hukum bagi pemberdayaan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren di daerah.

Dukungan kuat terhadap rencana tersebut datang dari Fraksi PAN DPRD Sumenep. Mereka menilai Perda ini akan memberi ruang legal dan strategis bagi pesantren untuk berkembang serta berkontribusi lebih besar dalam pembangunan bangsa.

Anggota Fraksi PAN, Ir. Hairul Anwar, ST, MT, menegaskan pentingnya langkah tersebut.

“Kami mendukung penuh, karena tujuannya untuk pemberdayaan pesantren agar semakin baik dan meningkat kualitasnya,” ujar Hairul Anwar, belum lama ini.

Ia berharap lulusan pesantren dapat memiliki peran signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, keberadaan pesantren bukan hanya warisan budaya, tetapi juga penyangga moral dan pendidikan.

Hairul menyebut Perda ini sebagai bentuk pengakuan nyata pemerintah terhadap pesantren.

“Di Sumenep, hampir semua kecamatan memiliki pondok pesantren dengan karakteristik masing-masing. Perda ini sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Sebagai tokoh muda PAN Jatim yang aktif di Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Hairul mendorong pemerintah daerah untuk serius mewujudkan regulasi tersebut sebagai bagian dari pembangunan pendidikan berbasis kearifan lokal.

Baca Juga :  Bank Indonesia Nobatkan Al-Amien Prenduan sebagai Pelopor Pesantren Digital

Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pesantren telah masuk dalam Program Pembentukan Perda (Propemperda) Kabupaten Sumenep Tahun 2025. Rapat paripurna pembahasan awal telah digelar di Kantor DPRD Sumenep.

DPRD Sumenep juga akan berkonsultasi dengan Pemprov Jatim dan DPRD Provinsi Jatim. Selain itu, naskah akademik akan melibatkan kalangan perguruan tinggi yang memiliki fokus kajian pesantren.

Fraksi PAN membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya kalangan pesantren, untuk memberikan masukan. “Agar Perda ini benar-benar sesuai dengan harapan pondok pesantren,” tegas Hairul.

Apa Itu Perda Pesantren?

Perda Pesantren merupakan regulasi turunan dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Undang-undang ini merupakan pengakuan hukum terhadap pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.

Baca Juga :  Melalui Sinergi Masyarakat dan Pemerintah, Achmad Fauzi Berhasil Membangun Sumenep Hebat

Perda ini memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain memberikan legalitas formal, meningkatkan kualitas pesantren, serta memperkuat peran pesantren dalam pelestarian budaya dan pendidikan masyarakat.

1. Pengakuan dan Legalitas
Perda memberi jaminan hukum atas eksistensi dan operasional pesantren. Ini penting agar pesantren tak lagi dipandang sebagai lembaga informal tanpa dasar hukum yang kuat.

2. Pemberdayaan dan Peningkatan Kualitas
Perda dapat membuka akses pendanaan dari APBD untuk pembangunan sarana dan prasarana pesantren seperti asrama, ruang belajar, perpustakaan, hingga sanitasi yang layak.

3. Dukungan untuk Tenaga Pendidik
Regulasi ini juga memungkinkan adanya pelatihan, beasiswa, dan peningkatan kapasitas bagi para pengajar di pesantren, termasuk ustadz dan kiai, agar lebih profesional dalam mendidik santri.

4. Pelestarian Budaya Lokal
Pesantren juga menjadi benteng tradisi dan budaya lokal. Melalui Perda, nilai-nilai lokal dan keislaman khas Madura bisa dijaga dan diwariskan secara sistematis.

Baca Juga :  SMSI Award 2025: Menyatukan Madura dalam Apresiasi dan Budaya

5. Aksesibilitas Pendidikan
Perda Pesantren dapat menjamin akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu, melalui penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan berbasis pesantren.

6. Pengawasan dan Fasilitasi (Non-Interventif)
Meski memuat mekanisme pelaporan dan pengawasan, Perda tidak akan mencampuri otonomi pesantren. Prinsip utama tetap pada fasilitasi dan pembinaan, bukan intervensi.

Implikasi Bagi Sumenep

Dengan ratusan pesantren di berbagai kecamatan, Perda ini diharapkan mampu mendorong transformasi pendidikan keagamaan di Sumenep. Pendidikan pesantren tidak hanya dipandang dari sisi religius, tapi juga sosial, budaya, dan ekonomi.

Hairul Anwar optimistis, melalui regulasi ini, pesantren akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang adaptif terhadap tantangan zaman, namun tetap menjaga nilai dan tradisi Islam yang luhur.

Langkah strategis DPRD ini menjadi harapan baru bagi eksistensi pesantren di Kota Keris. Dari kampung hingga kota, pondok pesantren akan semakin kuat peranannya dalam membangun karakter generasi bangsa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan
Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih
Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru
Buronan Kasus Penganiayaan di Batuputih Diciduk Tim Resmob, Begini Kronologinya
Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!
Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:44 WIB

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan

Selasa, 22 September 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah

Selasa, 22 September 2026 - 05:19 WIB

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 19:00 WIB

Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!

Senin, 21 September 2026 - 14:39 WIB

Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Berita Terbaru