“Cuma Ngetes” Jadi Modus, Bos Konter HP Sumenep Diduga Cabuli Pegawai

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.comDugaan skandal pelecehan seksual yang melibatkan seorang bos konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu kehebohan publik.

Kasus ini mencuat setelah seorang mantan pegawai perempuan, Melati (nama samaran), memberanikan diri untuk bersuara dan membongkar perlakuan tak senonoh yang ia alami selama bekerja.

Pengakuan Melati, yang kini tersebar dalam bentuk rekaman, mengungkap sisi gelap dari bos konter berinisial Sugiono (nama samaran), yang selama ini dikenal religius dan sabar.

Namun di balik citra tersebut, Melati menyebut sang bos memiliki perilaku yang sangat tidak pantas.

“Saya tidak menyangka orang yang saya anggap sabar ternyata seperti itu,” ucap Melati dalam rekaman.

Ia juga menuturkan bahwa Sugiono sempat mengaku kepada seorang karyawan lain, sebut saja N, bahwa perlakuan yang ia lakukan terhadap Melati hanyalah “Sebuah Tes.”

“Katanya Mas Sugiono cerita ke Mbak N, cuma ngetes saya saja,” imbuhnya dengan suara sedih.

N, yang hingga kini masih aktif sebagai karyawan dan dikenal sebagai orang kepercayaan Sugiono, juga turut memberikan kesaksian mengejutkan.

Baca Juga :  Fatayat NU Masalembu Konsisten Berbagi, Santunan Anak Yatim Jadi Ikhtiar Raih Keberkahan

Ia mengungkap bahwa bosnya itu beberapa kali bercerita kepadanya soal pengalaman menggoda pegawai perempuan, termasuk Melati.

Dalam sebuah video yang telah dikantongi redaksi, N menyebut Sugiono pernah menawarkan uang Rp1 juta kepada Melati sebagai imbalan atas permintaan tidak senonoh.

“Dia bilang awalnya Melati tidak mau, tapi belakangan berubah pikiran. Katanya itu cuma cerita ke saya karena saya dekat dengan dia,” kata N.

Lebih lanjut, N juga membeberkan bahwa Sugiono pernah mencoba mendekati pegawai baru berinisial T, bahkan mengajaknya ke hotel dengan dalih survei cabang usaha.

“Anak-anak toko sering cerita ke saya, termasuk T. Katanya diajak ke hotel oleh Sugiono. Saya sendiri bingung karena mereka semua memilih cerita ke saya, jadi saya harus menyimpan rahasia dari banyak orang,” ujar N.

N juga mengaku bahwa Sugiono tak pernah berani mendekatinya karena merasa N terlalu kuat secara karakter.

“Katanya dia gak berani ngajak saya karena katanya dari wajah dan bicara saya sudah kelihatan beda,” Tutur N.

Menurut pengakuannya, Sugiono selalu meminta agar Melati tidak ditekan atau diperlakukan keras karena khawatir akan membuka semua aib ke keluarganya. Sugiono disebut menyalahkan Melati karena dianggap telah memberikan respons positif atas ajakan awal yang disebutnya sebagai “Cuma Ngetes”.

“Dia bilang Melati salah karena mau. Awalnya cuma ngetes, tapi karena dia mau, akhirnya diteruskan,” ungkap N.

Sementara itu, sejumlah aktivis perempuan di Sumenep mendesak agar aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Ini jelas bentuk pelecehan seksual terselubung. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegas Siti Nurhasanah, aktivis perlindungan perempuan Madura.

Dukungan terhadap korban juga datang dari tokoh masyarakat setempat yang menilai kasus ini sebagai tamparan keras bagi dunia kerja, khususnya di sektor informal yang minim pengawasan.

Baca Juga :  Kapolresta Deli Serdang Sholawatan dan Tahlilan Bersama Jama'ah Majelis Sholawat Ahlul Kirom

Jika kasus semacam ini dibiarkan, mereka khawatir praktik amoral seperti ini akan menjalar ke tempat-tempat kerja lainnya.

 

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik
Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Dorong Penertiban Tanpa Pandang Bulu

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Selasa, 1 September 2026 - 10:09 WIB

Warga Sumenep, Siapkan Hati! Sumenep Bersholawat Digelar Malam Ini di GOR A Yani

Berita Terbaru