Sapparan Budaya ke-4: Literasi, Kearifan Lokal, dan Spirit Moralitas Madura

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pembukaan Festival Sapparan Budaya ke-4 yang digagas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep.

Foto. Pembukaan Festival Sapparan Budaya ke-4 yang digagas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Festival Sapparan Budaya ke-4 yang digagas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Sumenep resmi dibuka di Gedung Aswaja lantai II MWCNU Gapura, Sabtu (30/8/2025).

Rangkaian kegiatan tahun ini diawali dengan bedah buku Lempung dan Mesin Tubuh yang Hilang, antologi cerpen Rakara Residensi 2024.

Acara pembukaan turut dihadiri siswa lintas jenjang, badan otonom NU, sastrawan, penyair, serta sejumlah komunitas seni di Sumenep.

Baca Juga :  Hadir di Bangkalan, Senator Terpilih Ini Sebut Bus Trans Jatim Miliki Inner Beauty

Wakil Ketua MWCNU Gapura, Kiai Fathul Bari, menyampaikan harapan agar festival ini, khususnya forum bedah buku, bisa menjadi ruang pembelajaran literasi bagi masyarakat Madura, terutama generasi muda.

“Semoga menjadi suluh literasi bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan masyarakat luas, sehingga ikut memajukan peradaban literasi di Madura,” ujarnya.

Festival Sapparan Budaya ke-4 mengangkat tema “Nye’-Konye’ Gunong: Spirit Moralitas Manusia Madura.” Menurut Ketua Lesbumi PCNU Sumenep, Khairul Umam, tema ini berangkat dari kearifan lokal Madura yang mulai jarang dibicarakan.

“Sebagai warga Madura, kita memiliki kearifan lokal berupa nye’-konye’ gunong. Menurut kami, ini bisa menjadi spirit moralitas yang penting untuk dihidupkan kembali,” jelas Khairul Umam dalam sambutannya.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Sumenep, Kiai Zainul Hasan, menegaskan pentingnya Lesbumi dalam menjaga tradisi dan kearifan lokal warga Nahdliyin.

“Kami berharap Lesbumi tetap melestarikan tradisi masyarakat Madura, khususnya warga Nahdliyin, di tengah derasnya perubahan kehidupan modern,” katanya.

Festival ini tidak hanya berhenti pada acara pembukaan. Pada 26 September 2025, panitia menjadwalkan halaqah budaya serta kegiatan silatutur arwah.

Baca Juga :  Dinsos P3A Sumenep Siapkan Rp390 Juta untuk Beasiswa 2025, Ini Syaratnya

Keesokan harinya, 27 September 2025, rangkaian berlanjut dengan Festival Tastaman 3 yang menghadirkan beragam lomba dan pentas seni.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ta’aruf Perdana, IPNU Sumenep Periode 2026–2028 Fokus Perluas Jangkauan ke Perkotaan
Cuci Kendaraan Rasa Relaksasi, Simple Car Wash Sumenep Sediakan Kursi Pijat
Fauzi As, LSM: Lapar Siang Malam
DRT The Big Family Ajak Pemuda Jaga Persatuan di Momentum Milad Pemuda Muhammadiyah
Bangun Mindset Sukses, Mahasiswa Wiraraja Digembleng Lewat Workshop PKM
Perundungan dan Resistensi Santri Jadi Sorotan dalam Pengukuhan Guru Besar
Usai Perawatan, KMP DBS III Optimalkan Layanan Rute Kalianget–Kangean
Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:04 WIB

Ta’aruf Perdana, IPNU Sumenep Periode 2026–2028 Fokus Perluas Jangkauan ke Perkotaan

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:56 WIB

Cuci Kendaraan Rasa Relaksasi, Simple Car Wash Sumenep Sediakan Kursi Pijat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:27 WIB

Fauzi As, LSM: Lapar Siang Malam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:59 WIB

DRT The Big Family Ajak Pemuda Jaga Persatuan di Momentum Milad Pemuda Muhammadiyah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:41 WIB

Bangun Mindset Sukses, Mahasiswa Wiraraja Digembleng Lewat Workshop PKM

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:29 WIB

Usai Perawatan, KMP DBS III Optimalkan Layanan Rute Kalianget–Kangean

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB

Episode I Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:49 WIB

Ajang Bergengsi! Festival Lagu Karya Bupati Sumenep Hadirkan Talenta Musik Se-Madura

Berita Terbaru

Lifestyle

Fauzi As, LSM: Lapar Siang Malam

Sabtu, 2 Mei 2026 - 23:27 WIB