Miliaran Dana dan Isu Pungli di Puskesmas Pamolokan, Aktivis Desak DPRD Lakukan Audit Menyeluruh

Senin, 29 September 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Tampilan Puskesmas Pamolokan tampak dari Depan.

Foto. Tampilan Puskesmas Pamolokan tampak dari Depan.

SUMENEP, nusainsider.com Isu dugaan pungutan liar (pungli) parkir di Puskesmas Pamolokan saat pelaksanaan kerapan sapi se-Kabupaten Sumenep 2025 beberapa minggu lalu masih menjadi perbincangan publik.

Polemik itu kini semakin mencuat setelah adanya sorotan terkait kucuran dana miliaran rupiah di institusi tersebut.

Dari catatan anggaran, belanja jasa tenaga keamanan di Puskesmas Pamolokan mencapai Rp48.920.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Tak hanya itu, terdapat pula dana jasa pelayanan (Jaspel) Non ASN sebesar Rp248.632.336 yang diduga tidak sesuai peruntukan.

Di sisi lain, anggaran perjalanan dinas dalam kota untuk Puskesmas Pamolokan juga tercatat sangat besar, yakni mencapai Rp416.800.000 pada tahun anggaran 2025 ini. Total anggaran yang dikucurkan pun menembus angka miliaran rupiah.

Baca Juga :  Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari aktivis kebijakan publik Sumenep, Andriyadi.

Ia menilai pemerintah kabupaten melalui DPRD Sumenep harus turun tangan mengevaluasi sekaligus mempertanyakan kejelasan penggunaan anggaran tersebut.

“Pemerintah daerah, khususnya DPRD Sumenep, jangan diam. Mereka harus tegas mengevaluasi dan mempertanyakan kucuran dana yang jumlahnya miliaran rupiah ke Puskesmas Pamolokan,” tegas Andriyadi, Senin (29/9/2025).

Menurutnya, dugaan pungli parkir yang hingga kini belum ada tindak lanjut maupun klarifikasi resmi menunjukkan adanya ketidakberesan di tubuh sejumlah stakeholder pemerintah.

Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai integritas pengelolaan anggaran di lingkup Puskesmas Pamolokan.

“Kasus dugaan pungli parkir itu saja sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya. Ditambah lagi muncul angka-angka fantastis dalam anggaran belanja Puskesmas, ini menambah kuat dugaan bahwa ada yang tidak beres dalam tata kelola keuangan,” ujarnya.

Ia mendesak DPRD Sumenep untuk tidak hanya sekadar menerima laporan anggaran dari pihak eksekutif, melainkan benar-benar melakukan pengawasan ketat agar uang rakyat tidak disalahgunakan. Transparansi dan akuntabilitas, kata Andriyadi, harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan dana publik.

“Kalau dibiarkan, potensi penyalahgunaan anggaran semakin besar. Puskesmas yang seharusnya fokus pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat justru menjadi sorotan karena indikasi anggaran yang janggal,” tambahnya.

Andriyadi juga menilai, peran inspektorat daerah dan aparat penegak hukum harus lebih aktif dalam mengusut dugaan pungli maupun indikasi penyelewengan anggaran.

Baca Juga :  Pencak Silat Pulau Sapudi Siap Harumkan Nama Sumenep di Porprov IX

Ia menegaskan, publik berhak mengetahui ke mana uang negara yang bersumber dari pajak masyarakat itu digunakan.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh hanya karena ada oknum yang bermain di balik anggaran. Ini soal tanggung jawab moral sekaligus hukum,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Pamolokan maupun dinas terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai sorotan anggaran dan dugaan pungli yang mencuat ke publik.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru