Dari Sumenep ke IKN, Kepala Desa Belajar Model Koperasi dan Ketahanan Pangan Nasional

Kamis, 6 November 2025 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan di kabupaten Sumenep.

Foto. Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa Koperasi Merah Putih dan Ketahanan Pangan di kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.comPersaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmen progresif dalam membangun desa yang adaptif, cerdas, dan berdaya saing.

Langkah konkret terbaru dilakukan dengan menggelar kunjungan kerja dan pembelajaran ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, tersebut menggelar kegiatan bertajuk Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa, Koperasi Merah Putih, dan Ketahanan Pangan se-Kabupaten Sumenep.

Acara pembukaan kegiatan berlangsung pada Kamis malam (6/11/2025) di Qubika Boutique Hotel, IKN. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Sebagai wilayah strategis dalam pembangunan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara dikenal sebagai contoh transformasi tata kelola pemerintahan modern di Indonesia.

Foto. kegiatan PKDI Sumenep ke IKN Bersama Seluruh Kepala Desa se-kabupaten Sumenep

Kabupaten yang berdiri sejak tahun 2002 itu memiliki ibu kota di Penajam dan berbatasan langsung dengan Kutai Kartanegara, Selat Makassar, Paser, serta Kutai Barat.

Kunjungan PKDI Sumenep ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan kepala desa terhadap konsep pembangunan berkelanjutan yang kini diterapkan di IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

Baca Juga :  Menarik! Usai Hotel Miliknya Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Pak Ucup Ajak Wartawan Tidak Pilih Kasih

Beberapa waktu sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilakukan oleh PKDI Kabupaten Lumajang. Hal ini menunjukkan semangat kolaboratif antar-daerah dalam memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional berbasis kemandirian.

Dengan semangat berbagi pengalaman, Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, memimpin langsung jalannya kunjungan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pembelajaran lintas wilayah untuk meningkatkan kapasitas kepala desa dalam mengelola potensi desanya.

“Kami ingin mengenal lebih dekat Ibu Kota Nusantara sebagai simbol masa depan Indonesia. Ini penting agar kepala desa memahami peran strategis mereka dalam membangun dari desa menuju Indonesia maju,” ujar Ubaid dalam sambutannya.

Agenda kunjungan akan berlanjut pada Jumat pagi (7/11/2025) di Gedung Kemenko III IKN. Dalam kesempatan itu, rombongan PKDI Sumenep dijadwalkan berdiskusi dengan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pertanian, serta Badan Gizi Nasional.

Diskusi ini diharapkan menjadi forum strategis untuk membangun sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintahan desa, terutama dalam memperkuat perekonomian desa, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selain kegiatan di IKN, rombongan PKDI Sumenep juga akan melakukan kunjungan lapangan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Samarinda. Program nasional ini menjadi percontohan pemberdayaan ekonomi desa berbasis koperasi dan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga :  Madura dalam Bayang Kematian Ekonomi: Ketika Tembakau Tak Lagi Dihargai

Menurut Ubaid, model KDMP di Samarinda menawarkan konsep baru dalam pengembangan ekonomi lokal yang relevan diterapkan di Sumenep.

“Koperasi Desa Merah Putih menjadi inspirasi bagi kami. Konsepnya tidak hanya soal simpan pinjam, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Koperasi Desa Merah Putih dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi multifungsi. Selain menjalankan fungsi keuangan mikro, koperasi ini juga mengelola kios pangan, apotek desa, dan layanan kesehatan masyarakat.

Model tersebut terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian berbasis komunitas.

“Model seperti KDMP di Samarinda sangat relevan bagi desa-desa di Sumenep. Kita ingin koperasi di desa menjadi lebih kuat dan mampu menopang ketahanan pangan masyarakat,” tegas Ubaid.

Ia juga menambahkan, keberhasilan KDMP tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun desa tangguh yang tidak hanya bertumpu pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada semangat gotong royong masyarakatnya sendiri.

Baca Juga :  Lia Istifhama Desak Pemerintah Tinjau Ulang Pemotongan TKD: Pendidikan Inklusi Terancam

Melalui kunjungan ini, PKDI Sumenep ingin mendorong kepala desa agar lebih inovatif dalam menggali potensi desa masing-masing. Pembangunan desa bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan.

H. Ubaid berharap, hasil dari kunjungan ke IKN dan Samarinda ini dapat diterapkan dalam program-program nyata di tingkat desa.

“Kami ingin para kepala desa pulang dengan semangat baru, membawa ide-ide segar untuk memajukan desanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKDI Sumenep akan terus menjadi wadah koordinasi, komunikasi, dan pembelajaran antarkepala desa di Kabupaten Sumenep. Organisasi ini berkomitmen mendukung terciptanya desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan pembangunan nasional.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui pendekatan Desa Bangkit, Indonesia Maju, PKDI Sumenep berharap dapat menjadi bagian dari transformasi pembangunan nasional yang dimulai dari desa.

Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, PKDI Sumenep terus menegaskan komitmennya untuk menjadikan desa sebagai pondasi kuat bagi terwujudnya Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong
JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event
Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa
OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut
Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD
Blunder! Disbudporapar dan FKPPI Didesak Klarifikasi kejanggalan pelaksanaan KEN 2026 di Sumenep
Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026
Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Senin, 7 September 2026 - 05:33 WIB

Klaim PAN sebagai “Partai Anak Nahdliyin” Disorot, GP Ansor Singgung Nasib Pendamping Desa

Minggu, 6 September 2026 - 14:13 WIB

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 September 2026 - 13:43 WIB

Malik Effendi Dukung Gagasan Bupati Sumenep: Kabupaten Kepulauan Sudah Saya Gagas Sejak di DPRD

Minggu, 6 September 2026 - 07:59 WIB

Sengit dan Meriah! Ini Daftar Juara Festival Musik Tong-Tong se-Madura 2026

Minggu, 6 September 2026 - 06:16 WIB

Di Balik Gemuruh Festival Tongtong, Petugas DLH Sumenep Berjibaku Bersihkan Sampah hingga Pagi

Sabtu, 5 September 2026 - 22:50 WIB

Gemuruh Tongtong Kembali Kuasai Sumenep, 27 Grup Se-Madura Tampil Spektakuler

Berita Terbaru

Foto. Grup Musik tong-tong Angin Ribut Tadi Malam, Sabtu 5 September 2026

Lifestyle

OPINI : Angin Ribut yang Seolah Tak Berani Ribut

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:13 WIB