Perempuan, Politik, dan Kualitas: Pesan Tegas Ning Lia untuk Kader HMI

Jumat, 26 Desember 2025 - 13:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Serap Aspirasi Dr Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.i., M.E.I bersama Aktivis Badko HMI Jatim

Foto. Kegiatan Serap Aspirasi Dr Lia Istifhama, S.Sos., S.Sos.i., M.E.I bersama Aktivis Badko HMI Jatim

SURABAYA, nusainsider.com Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menegaskan bahwa peran perempuan dalam politik tidak boleh direduksi hanya pada aspek fisik atau kecantikan semata. Politik, menurutnya, menuntut kualitas, kapasitas, dan integritas yang nyata.

Penegasan tersebut disampaikan Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dalam forum diskusi bersama Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur. Diskusi tersebut mengangkat tema peran strategis perempuan dalam kepemimpinan dan politik kebangsaan, serta diikuti kader HMI dari berbagai daerah.

Dalam paparannya, Ning Lia mengajak peserta untuk bersikap kritis terhadap konstruksi sosial tentang kecantikan perempuan yang kerap berubah seiring perkembangan zaman dan budaya.

Baca Juga :  Hadiri Kegiatan Koonfercab IPPNU ke XXII di Sumenep, Lia Istifhama Dorong Kaum Perempuan Ambil Peran Ini

Ia menekankan bahwa standar kecantikan tidak pernah bersifat absolut.

“Pada masa Yunani Kuno, tubuh gemuk dianggap ideal. Di Dinasti Han, kecantikan diidentikkan dengan kaki kecil. Era Renaisans memuja tubuh berisi dan kulit cerah. Tahun 1920-an justru mengagungkan tubuh ramping dan maskulin. Kini, media sosial kembali membentuk standar baru melalui budaya populer Korea Selatan,” papar Ning Lia.

Perubahan standar tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa kecantikan bersifat relatif dan tidak semestinya dijadikan tolok ukur utama dalam menilai kapasitas perempuan, khususnya dalam ruang publik dan politik.

“Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu bentuk dan isinya. Begitu pula dalam politik, jangan hanya terpukau pada tampilan luar. Yang utama adalah kualitas, kapasitas, dan integritas,” tegas Senator DPD RI tersebut.

Ia juga menyoroti kuatnya pengaruh beauty influencer dan budaya visual di era digital yang kerap membentuk persepsi masyarakat secara dangkal.

Baca Juga :  Aktivis ALARM dan Komisi IV DPRD Sumenep kecam Meninggalnya Pasien di Puskesmas Batang-batang

Menurutnya, perempuan harus mampu melampaui standar fisik dengan membangun kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan sosial.

Sebagai Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur versi ARCI 2025, Ning Lia menegaskan bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada outer beauty, melainkan juga inner beauty yang tercermin dari kecerdasan, sikap, keteguhan prinsip, serta kemampuan berkomunikasi.

Bahkan, ia menyebut kecerdasan emosional dan konsistensi nilai sebagai “kekuatan super” perempuan dalam menghadapi tantangan politik dan kepemimpinan.

Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga merangkum nilai-nilai utama yang perlu dimiliki perempuan, khususnya kader HMI, yakni kindness (kebaikan hati), adaptability (kemampuan beradaptasi), respect (saling menghormati), toughness (ketangguhan), intelligence (kecerdasan), negotiation skill (kemampuan bernegosiasi), dan integrity (integritas).

Baca Juga :  Tak Sekadar RS Jiwa, RS Menur Tunjukkan Layanan Komprehensif Berkat Dukungan Khofifah

“Perempuan tidak cukup hanya cantik. Ia harus cakap, berkarakter, dan mampu memberi dampak nyata. Politik membutuhkan kualitas, bukan sekadar visual,” pungkas Putri KH Maskur Hasyim tersebut

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dana Desa Terbatas, Pemdes Rosong dan Warga Bangun Jalan Secara Swadaya
Saat Bupati Sumenep Jemput Proyek Baru ke KKP, Aktivis Soroti KNMP dan ICS Rp16 Miliar di Longos yang Mangkrak
Kasus Korupsi BSPS Sumenep Berlanjut, Terdakwa Jalani Pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Jatim
Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan
Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam
Menuju Kota Hijau, Sumenep Hadirkan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Modern
Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi
Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:46 WIB

Dana Desa Terbatas, Pemdes Rosong dan Warga Bangun Jalan Secara Swadaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:25 WIB

Saat Bupati Sumenep Jemput Proyek Baru ke KKP, Aktivis Soroti KNMP dan ICS Rp16 Miliar di Longos yang Mangkrak

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:26 WIB

Kasus Korupsi BSPS Sumenep Berlanjut, Terdakwa Jalani Pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Jatim

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:52 WIB

Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:19 WIB

Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:48 WIB

Gubernur Khofifah Gandeng Produsen Benih Bersertifikat, Petani Tebu Jatim Siap Sambut Era Produktivitas Baru

Berita Terbaru