Saat Bupati Sumenep Jemput Proyek Baru ke KKP, Aktivis Soroti KNMP dan ICS Rp16 Miliar di Longos yang Mangkrak

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Di tengah langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang kembali menjajaki dukungan program baru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, sejumlah kalangan mengingatkan agar pemerintah terlebih dahulu mengevaluasi sejumlah proyek sektor perikanan yang dinilai gagal dimanfaatkan secara optimal.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan Integrated Cold Storage (ICS) di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep.

Fasilitas pengolahan dan penyimpanan ikan yang dibangun melalui dana APBN Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2017 dengan nilai sekitar Rp16 miliar tersebut kini disebut hanya menyisakan bangunan fisik dan tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat nelayan.

Tak hanya itu, pada tahun 2025 hingga pertengahan tahun 2026, muncul kekhawatiran terhadap nasib Bangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang.

Bangunan yang digadang-gadang menjadi pusat penguatan ekonomi nelayan itu hingga kini belum terlihat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Panggung Dangdut atau Arena Donasi? Kritik Publik atas Sistem Virtual Gift DA7

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, bangunan KNMP tersebut bahkan disebut belum dilakukan serah terima dari pihak kontraktor kepada pengelola lantaran masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum rampung.

Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), Andriyadi, menilai persoalan pemanfaatan anggaran APBN di sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Sumenep perlu menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

“Persoalan anggaran APBN yang dikucurkan pemerintah pusat ke Kabupaten Sumenep selalu berakhir buruk. Bahkan nominalnya bukan sedikit, mayoritas di atas Rp10 miliar, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan sektor kelautan dan perikanan,” kata Andriyadi kepada media ini, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, upaya pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumenep kepada pemerintah pusat, khususnya KKP RI, patut diapresiasi karena mampu menghadirkan berbagai program pembangunan ke daerah.

Namun, keberhasilan menghadirkan anggaran harus dibarengi dengan kemampuan mengelola dan memastikan program berjalan sesuai tujuan.

“Kami mengapresiasi kemampuan pemerintah daerah dalam menghadirkan program pusat. Tetapi negara tentu tidak sembarangan mengucurkan anggaran bernilai fantastis tanpa perencanaan dan pengawasan yang jelas. Jangan sampai bangunan-bangunan yang dibangun justru berubah menjadi monumen proyek yang tidak memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Andriyadi menilai berbagai proyek perikanan yang mangkrak atau tidak berfungsi optimal berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara apabila tidak segera dievaluasi secara menyeluruh.

Baca Juga :  Turnamen Futsal Piala Bupati 2026 Jadi Ajang Lahirnya Bibit Atlet Madura

Karena itu, ia mendesak DPR RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, serta aparat penegak hukum lainnya untuk melakukan pengawasan ketat terhadap setiap program yang bersumber dari APBN di Kabupaten Sumenep.

“Uang negara yang digelontorkan ke daerah harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Jangan sampai anggaran miliaran rupiah berakhir mubazir karena lemahnya pengawasan dan pengelolaan,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta KKP RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program-program perikanan yang telah berjalan di Kabupaten Sumenep sebelum kembali menggelontorkan proyek baru.

Baca Juga :  BAZNAS Sumenep Dorong Pengentasan Kemiskinan Lewat Zakat Produktif

Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan setiap program yang telah dibangun benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat sektor ekonomi maritim daerah.

Andriyadi berharap pemerintah pusat tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memastikan keberlanjutan program melalui pendampingan, pengawasan, serta penguatan kapasitas pengelola di tingkat daerah.

“Ke depan kami berharap setiap program yang dibiayai APBN benar-benar memberi manfaat bagi nelayan dan masyarakat pesisir. Jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus hidup, produktif, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sebagaimana tujuan awal pemerintah,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep maupun pengelola proyek terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi terkini pemanfaatan fasilitas ICS di Desa Longos maupun progres operasional Bangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Dapenda yang dikerja CV Cendana Indah asal kabupaten Sampang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dana Desa Terbatas, Pemdes Rosong dan Warga Bangun Jalan Secara Swadaya
Kasus Korupsi BSPS Sumenep Berlanjut, Terdakwa Jalani Pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Jatim
Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan
Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam
Menuju Kota Hijau, Sumenep Hadirkan Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik Modern
Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi
Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan
Gubernur Khofifah Gandeng Produsen Benih Bersertifikat, Petani Tebu Jatim Siap Sambut Era Produktivitas Baru

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:46 WIB

Dana Desa Terbatas, Pemdes Rosong dan Warga Bangun Jalan Secara Swadaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:25 WIB

Saat Bupati Sumenep Jemput Proyek Baru ke KKP, Aktivis Soroti KNMP dan ICS Rp16 Miliar di Longos yang Mangkrak

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:26 WIB

Kasus Korupsi BSPS Sumenep Berlanjut, Terdakwa Jalani Pemeriksaan di Pengadilan Tipikor Jatim

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:52 WIB

Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:19 WIB

Siapkan Akreditasi Berkualitas, Kemenag Sumenep Bekali Guru RA dengan Penguatan Kompetensi

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:55 WIB

Di Tengah Tantangan Global, Sumenep Berhasil Dongkrak Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:48 WIB

Gubernur Khofifah Gandeng Produsen Benih Bersertifikat, Petani Tebu Jatim Siap Sambut Era Produktivitas Baru

Berita Terbaru