Kasihan! Masyarakat Masalembu Dijajah Asing, Pemkab Sumenep Dinilai Tutup Mata

Rabu, 31 Mei 2023 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kapal Cantrang Yang Beroperasi Di Pulau Masalembu, Sumenep

Foto. Kapal Cantrang Yang Beroperasi Di Pulau Masalembu, Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Nelayan Masalembu Kabupaten Sumenep sampai detik ini terus berjuang untuk menjaga laut dari alat tangkap yang merusak, Rabu 31 Mei 2023.

Nelayan Masalembu Kembali Bersitegang dengan Kapal Cantrang yang beroperasi di perairan laut Masalembu. Bahkan para Nelayan Masalembu mengejar dan melempari Kapal Cantrang tersebut dengan batu.

Sebelumnya, Nelayan asal Masakambing juga mengejar sambil melepas ketapel yang berisi batu ke arah Kapal Cantrang.

Anas, warga Desa Masakambing menyampaikan, bahwa dirinya gerah dengan maraknya Kapal Cantrang yang bekerja dan merusak perairan laut Masakambing Kecamatan Masalembu.

“Saya tidak bisa diam begitu saja, sampai kapan laut kita dijajah dan dirusak, bagaimana nasib Nelayan Masakambing nanti. Sementara sekarang mencari ikan saja susah akibat maraknya alat yang merusak itu”, kata Nelayan asal masakambing melalui keterangan rilis yang diterima media nusainsider.com, Rabu (31/05).

Selain kejadian tersebut, Yanto warga Desa Sukajeruk juga melakukan hal yang sama terhadap Kapal Cantrang yang beroperasi dengan menggunakan alat tangkap seperti cantrang.

“Kita tadi mengejar dan melempari Kapal Cantrang dengan batu-batu yang sudah disiapkan untuk mengusir Kapal tersebut meski resikonya sangat bahaya”. Ungkapnya.

Wakil Ketua Persatuan Nelayan Masalembu, Jailani merespon kejadian tersebut, menurutnya langkah yang dilakukan oleh Nelayan tentu tidak dibenarkan, akan tetapi Kami Organisasi Nelayan juga sangat memahami bahwa ditengah gempuran alat tangkap modern tentu akan menyulitkan Nelayan tradisional.

Jika Pemerintah tidak mengatur tata kelola yang benar disektor Kelautan dan Perikanan. Menurutnya, gesekan yang terjadi bukan tanpa sebab, Nelayan harus tunduk pada aturan hukum agar tidak berlaku main hakim sendiri.

Akan tetapi lemahnya implementasi hukum terhadap alat tangkap yang merusak terkesan seperti pembiaran, sehingga muncul pemikiran negatif dari para Nelayan pulau Masalembu.

“Kita dituntut taat hukum, sementara Alat tangkap yang dilarang secara hukum dibiarkan, aturan hukum ini pada hakikatnya hanya berlaku untuk Masyarakat kecil seperti Kita saja”, Paparnya.

Jailani menambahkan, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan no.18 Tahun 2021 sudah jelas-jelas melarang Alat tangkap Cantrang diseluruh perairan laut Indonesia, muncul alat tangkap Tarik Berkantong yang persis dengan Cantrang diperbolehkan, ini terkesan hanya merubah nama alat tangkap saja, namun pada dasarnya tetap sama-sama merusak.

Baca Juga :  Apel Pembentukan Mentarlat dan Pemberangkatan Peserta Latsitarda Nusantara Ke 43 di Wilayah Sumatera Barat

Ditambah lagi Kapal Cantrang malah semakin banyak dan terkesan mengejek Nelayan Masalembu yang berpotensi memicu konflik.

Dirinya berharap keseriusan Pemerintah lokal, Pemkab Sumenep, Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat untuk memikirkan nasib masa depan Kami dan Anak cucu mendatang.

Sampai kapanpun Kami Nelayan Masalembu akan terus berteriak dengan lantang untuk menjaga laut sebagai penghasilan masyarakat setempat, “tutup Jailani.

Loading

Berita Terkait

Forum Konfercab PMII Surabaya Memanas, Dugaan Pemukulan Kader Unair Mencuat
Dugaan Kamar Gratis untuk Konstituen Bikin Geger, LBH Desak Kesetaraan Pelayanan
Dari Sengketa Tanah Jemur Wonosari, Ning Lia Dorong Penguatan Perlindungan Hukum Warga
Dulu Mengkritik, Kini Berada di Dalam: Ketika Idealisme Diuji Kekuasaan
Hampir Lima Tahun Diburu, Terduga Pelaku Pembunuhan Akhirnya Masuk Jerat Polisi
Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!
Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Sumenep
Ning Lia Dikerumuni Santri Al-Fatimah, Suasana Harlah ke-20 Mendadak Gayeng

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Forum Konfercab PMII Surabaya Memanas, Dugaan Pemukulan Kader Unair Mencuat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Dugaan Kamar Gratis untuk Konstituen Bikin Geger, LBH Desak Kesetaraan Pelayanan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Dari Sengketa Tanah Jemur Wonosari, Ning Lia Dorong Penguatan Perlindungan Hukum Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Dulu Mengkritik, Kini Berada di Dalam: Ketika Idealisme Diuji Kekuasaan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hampir Lima Tahun Diburu, Terduga Pelaku Pembunuhan Akhirnya Masuk Jerat Polisi

Senin, 21 September 2026 - 14:47 WIB

Sumenep dalam Gemerlap Dunia Hiburan yang Tidak Sehat, Perlahan akan Terbongkar!

Jumat, 18 September 2026 - 08:44 WIB

Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Sumenep

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Ning Lia Dikerumuni Santri Al-Fatimah, Suasana Harlah ke-20 Mendadak Gayeng

Berita Terbaru