Malam Takbiran Tanpa Listrik, Warga Sapeken Protes Kinerja PLN

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M, layanan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Kepulauan Sapeken kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat.

Warga Pulau Saur, Desa Saur Saebus, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan seringnya listrik padam, bahkan pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan ibadah malam.

PLTS berkapasitas 150 kWp off-grid milik PT PLN yang diharapkan menjadi solusi kebutuhan listrik di wilayah kepulauan, dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Salah satu warga, Hulil, mengungkapkan bahwa listrik di Pulau Saur rata-rata hanya menyala sekitar pukul 09.00 hingga 20.00 WIB, atau sekitar 11 jam per hari.

“Seperti kemarin, pada saat sahur dan ibadah malam, justru listrik padam,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan pola aktivitas masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani, yang justru membutuhkan pasokan listrik pada malam hingga dini hari.

Baca Juga :  Perjuangan Panjang Masalembu: Dari 1.300 Tiang Listrik hingga Dukungan Swasta

Selain itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya kepastian jadwal resmi terkait waktu hidup dan matinya listrik.

Ketidakjelasan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kegiatan usaha. Warga pun merasa kesulitan mengatur aktivitas sehari-hari akibat pola distribusi listrik yang dianggap tidak konsisten.

Hulil sapaan akrabnya juga meminta pihak pengelola PLTS lebih transparan dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Ia menyarankan agar jadwal distribusi listrik diumumkan secara terbuka melalui pengeras suara masjid, papan pengumuman desa, maupun media sosial.

“Kami juga berharap ada evaluasi pola distribusi listrik agar lebih sesuai dengan kebutuhan warga,” tambahnya.

Kekecewaan warga semakin bertambah setelah mereka mendatangi lokasi distribusi listrik PLTS di Pulau Saur. Namun, tidak ditemukan satu pun petugas yang berjaga di lokasi tersebut.

“Kami tadi pagi datang ke lokasi distribusi listrik PLTS Pulau Saur, tapi tidak ada satu pun petugas yang berjaga,” ungkap Hulil.

Menanggapi keluhan tersebut, teknisi Yantex PLTS Pulau Saur, Pajrul Islami, menjelaskan bahwa operasional listrik sangat bergantung pada kapasitas baterai serta kondisi cuaca.

“Untuk mengoperasikan listrik, kami menyesuaikan dengan kapasitas baterai, tergantung cuaca. Jadi memang tidak bisa disamakan dengan PLTD,” jelasnya melalui pesan WhatsApp.

Ia menambahkan, total kapasitas listrik terpasang di Pulau Saur mencapai sekitar 490 kWh, dengan daya yang dapat disalurkan sekitar 450 kWh atau lebih dari 50 persen ke pelanggan. Menurutnya, durasi nyala listrik juga dipengaruhi oleh tingkat konsumsi masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor, KUA dan Puskesmas Batang Batang Perkuat Layanan Mental Berbasis Spiritual

Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi PLTS saat ini dalam keadaan aman dan tidak mengalami kerusakan. Terkait tidak adanya petugas di lokasi, Pajrul mengaku saat itu dirinya tidak berada di Pulau Saur, sementara rekan kerjanya sedang memiliki pekerjaan lain.

“Jika bertanya tentang libur, PLN tidak ada liburnya Pak. Jika ada keperluan yang akan disampaikan biar saya chat teman saya. Mungkin ada yang dia kerjakan makanya pulang,” ujarnya.

Sementara itu, warga lain yang juga merupakan aktivis Kota Keris, Abdul Mahmud, turut angkat suara terkait kondisi tersebut.

Baca Juga :  Sumenep Punya Potensi Besar, Bupati Fauzi Minta Destinasi Wisata Terus Berbenah

Ia menilai pengelolaan PLTS di Kepulauan Sapeken masih jauh dari kata optimal dan cenderung merugikan masyarakat.

Menurutnya, dalam dua hari terakhir sebelum Idulfitri, listrik bahkan sudah padam sebelum pukul 20.00 WIB. Pada malam takbiran, listrik disebut mati lebih cepat, yakni sekitar pukul 19.00 WIB tanpa pemberitahuan apa pun.

“Tidak ada pemberitahuan, tidak ada jadwal hidup dan mati secara berkala. Listrik seperti seenaknya dimatikan oleh petugas PLN,” tegasnya.

Abdul Mahmud juga mengecam keras kondisi tersebut dan menilai masyarakat seolah dipermainkan oleh sistem pelayanan yang tidak profesional.

Ia mendesak pemerintah dan pihak PLN untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan PLTS di wilayah kepulauan, agar pelayanan listrik benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat, “Tutupnya

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Bappeda Sumenep Doakan Jemaah Haji 2026 Menjadi Haji Mabrur
Pengumpulan Hewan Kurban di Dinsos P3A Sumenep Terus Berjalan, Saat Ini Capai 29 Ekor
Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev
Kejar Target 100 Siswa, Bappeda Bersama Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran Pendamping PKH untuk Sekolah Rakyat
Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kepala Bappeda Sumenep Doakan Jemaah Haji 2026 Menjadi Haji Mabrur

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:05 WIB

Pengumpulan Hewan Kurban di Dinsos P3A Sumenep Terus Berjalan, Saat Ini Capai 29 Ekor

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:58 WIB

Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:26 WIB

Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Senin, 25 Mei 2026 - 12:35 WIB

Kejar Target 100 Siswa, Bappeda Bersama Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran Pendamping PKH untuk Sekolah Rakyat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Senin, 25 Mei 2026 - 10:44 WIB

Menuju Sumenep Bersih dan Sehat, Bappeda Gulirkan Program “Small but Beautiful”

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Hukum

Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:58 WIB