Pejabat Diminta Tak ‘Alergi’ Konfirmasi Saat WFH, Ini Pesan PWI Pamekasan

Kamis, 2 April 2026 - 06:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua PWI Pamekasan, Hairil Anam.

Foto. Ketua PWI Pamekasan, Hairil Anam.

PAMEKASAN, nusainsider.com Pemerintah resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) satu kali dalam sepekan, mulai April 2026.

Kebijakan yang diterapkan setiap hari Jumat ini bertujuan meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menekan konsumsi energi dan polusi.

Meski demikian, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan memberikan catatan kritis agar kebijakan tersebut tidak mengganggu pelayanan publik maupun keterbukaan informasi.

Pemerintah menegaskan bahwa WFH bukanlah hari libur. ASN tetap dituntut produktif serta wajib memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, termasuk dalam merespons kebutuhan konfirmasi dari awak media.

Baca Juga :  Dinkes Sumenep Ambil Sampel Air MBG: Jamin Kelayakan dan Higienitas Dapur Sekolah

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, mengingatkan agar perubahan pola kerja ini tidak menimbulkan disrupsi terhadap kerja jurnalistik. Ia menegaskan bahwa WFH tidak boleh dijadikan alasan bagi pejabat publik untuk menghindari wartawan yang membutuhkan klarifikasi atau data.

“Kerja wartawan dilindungi Undang-Undang Pers. Siapa pun tidak boleh menghambat kerja jurnalistik. Kami berharap pejabat tetap kooperatif meski bekerja dari rumah,” tegasnya.

Menurutnya, wawancara jarak jauh memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga kedalaman dan akurasi informasi dibandingkan dengan tatap muka langsung. Karena itu, ASN diharapkan tetap memberikan akses informasi yang mudah dan responsif kepada pers.

Baca Juga :  Kesempatan Emas! RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Rekrut Pegawai BLUD Non-ASN Tanpa Biaya

Selain kepada ASN, PWI Pamekasan juga memberikan imbauan kepada perusahaan pers dan jurnalis.

Pertama, perusahaan pers yang menerapkan WFH diminta tetap menjaga kualitas pemberitaan melalui kontrol redaksi dan validasi data yang ketat. Kualitas berita tidak boleh menurun akibat kendala koordinasi jarak jauh.

Kedua, wartawan diingatkan untuk tetap melakukan verifikasi lapangan. Observasi langsung dinilai tetap menjadi kunci utama dalam memastikan keakuratan informasi.

“Wartawan jangan membatasi diri hanya karena skema kerja jarak jauh. Kehadiran di lapangan tetap penting,” ujarnya.

Terakhir, PWI Pamekasan menekankan pentingnya menjaga etika dan profesionalisme. Wartawan diminta tetap santun dan profesional saat menghubungi ASN yang sedang menjalankan WFH.

“ASN sebagai pejabat publik wajib terbuka terhadap pers, dan wartawan juga harus menjalankan tugasnya secara etis di tengah perubahan pola kerja ini,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026
Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Berita Terbaru