Aktivitas DLH Sumenep Ganggu Lalu Lintas, Pengendara Terjebak Tanpa Arahan

Selasa, 28 April 2026 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pemangkasan Pohon di depan Rumdis Bupati setempat oleh Dinas Lingkungan hidup (DLH) setempat.

Foto. Pemangkasan Pohon di depan Rumdis Bupati setempat oleh Dinas Lingkungan hidup (DLH) setempat.

SUMENEP, nusainsider.com Kegiatan pemangkasan pohon yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura, menuai sorotan.

Pasalnya, aktivitas tersebut berlangsung tanpa adanya petugas yang siaga mengatur arus lalu lintas di lokasi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (28 April 2026) sekitar pukul 10.03 WIB di titik Jalan Jenderal Sudirman, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, tepatnya di depan rumah dinas Bupati setempat.

Baca Juga :  Napak Tilas Hari Jadi Sumenep Dari 'Rumah Kita' ke 'Jaja Rajje' : Antara Tradisi Dan Inovasi

Berdasarkan pantauan media nusainsider.com di lapangan, tidak terlihat adanya petugas dari kepolisian maupun Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) yang berjaga untuk mengarahkan pengendara.

Sementara itu, ruas jalan tersebut ditutup sementara guna proses pemangkasan pohon dan pemindahan ranting pohon yang berserakan di jalan raya.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pengendara terlanjur masuk ke area penutupan jalan dan akhirnya terjebak kemacetan. Bahkan, antrean kendaraan sempat terjadi selama kurang lebih 10 menit.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan, Bupati Sumenep Lakukan Pemasaran Produk UMKM Go Malaysia

“Saya kira jalannya masih bisa dilewati, ternyata ditutup oleh ranting-ranting pohon. Harusnya ada petugas yang berjaga supaya pengendara tidak terlanjur masuk,” ujar salah satu pengendara yang melintas.

Untungnya tidak ada ambulance yang melintas, kalau ada, entah apa yang akan terjadi, “Tambahnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi.

Baca Juga :  Lewat Festival Tembakau 2025, PR Pandi Mas Perkuat Tradisi dan Ekonomi Lewat Kretek Autentik Madura

Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui sambungan telepon WhatsApp belum mendapat respons meski panggilan terdengar aktif.

Peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait koordinasi antar instansi dalam pelaksanaan kegiatan yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama di jalur protokol yang padat aktivitas.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital
Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual
Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang
Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum
Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura
Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan
Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga
Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:23 WIB

Generasi Digital Harus Melek Hukum, Kejari Sumenep Ingatkan Risiko Jejak Digital

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Koteka Masuk Disertasi, IBS PKMKK Tunjukkan Keberanian Intelektual

Rabu, 29 April 2026 - 14:28 WIB

Kolaborasi Desa dan Migas, Melon The Blues Tumbuh Subur di Alas Malang

Selasa, 28 April 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Hoaks Proyek Pertanian 1M, DKPP Sumenep Terancam Jerat Hukum

Selasa, 28 April 2026 - 14:39 WIB

Dari Sumenep, APJII Jatim Dorong Pemerataan Akses Internet di Madura

Senin, 27 April 2026 - 13:34 WIB

Tak Ditindak, Parkir Sembarangan di Pusat Kota Sumenep Ganggu Fungsi Jalan

Senin, 27 April 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Polisi dengan Rakyat, Curhat Kamtibmas Kapolres Sumenep Disambut Hangat Warga

Senin, 27 April 2026 - 06:36 WIB

Duka di Balik Urusan Dana BOSP, Dua Ibu Diduga Jadi Korban Sistem Administrasi Rumit

Berita Terbaru