SUMENEP, nusainsider.com — Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mengucurkan anggaran sebesar Rp312.912.000.000 untuk program benih bibit kelapa dalam yang dibagikan kepada 15 kabupaten di Indonesia.
Di Jawa Timur, salah satu daerah penerima program tersebut adalah Kabupaten Sumenep. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rupiah Murni (A) yang dikelola Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun 2025.
Saat dikonfirmasi media ini, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas mengusulkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
“CPCL adalah daftar data yang memuat nama petani, kelompok tani, beserta lokasi lahan yang diverifikasi untuk menerima bantuan program pemerintah seperti benih, saprodi, maupun alsintan,” ujar Chainur Rasyid.
Ia menegaskan bahwa proses distribusi benih kelapa dilakukan langsung oleh pemerintah pusat kepada kelompok atau penangkar yang ditunjuk.
“Sementara untuk benih kelapa tersebut dropping langsung dari pusat, yakni kementerian, ke kelompok atau penangkar,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Inong itu juga mengaku bahwa tim dari kementerian bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), DKPP, serta berbagai pihak terkait sudah turun langsung melakukan monitoring ke lokasi penangkaran bibit kelapa milik Amsul di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.
Amsul diketahui telah menekuni usaha pembibitan kelapa selama lima tahun terakhir.
Menurut Chainur, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong hilirisasi sejumlah komoditas perkebunan strategis, seperti kopi, kakao, tebu, mente, dan kelapa. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus mendongkrak ekspor nasional.
“Kita tahu bahwa komoditas kelapa merupakan salah satu komoditas prioritas pemerintah dalam hilirisasi perkebunan. Hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor negara melalui pengembangan produk-produk turunan,” tambahnya.
Namun demikian, di tengah besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat, proyek pengadaan benih kelapa dalam di Kabupaten Sumenep mulai menuai sorotan.
Berdasarkan pantauan nusainsider.com di lokasi pada Sabtu sekitar pukul 16.10 WIB, tampak papan informasi proyek berada di atas sebuah mobil pikap yang diduga baru akan dipasang di lokasi penangkaran milik Amsul di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.
Proyek benih kelapa dalam yang dimenangkan oleh CV Elang Buana asal Kabupaten Blitar itu diduga menyimpan sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu diaudit secara menyeluruh.
Terlebih, nilai anggaran yang digelontorkan tidak sedikit, dengan rincian produksi benih kelapa dalam intermediate sebanyak 13.038.000 batang dengan harga satuan Rp24.000 per batang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pewarta mengaku belum memperoleh akses untuk melakukan konfirmasi kepada pihak pemenang tender maupun penangkar bibit kelapa asal Desa Legung Timur tersebut.
![]()
Penulis : Wafa
















