Kapus Gayam Bungkam Soal Pengadaan Pakaian Adat Rp49 Juta, Dinilai Berpotensi Langgar UU KIP

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Bungkamnya Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkait pengadaan pakaian adat atau “Barang Belanja Pakaian Adat” yang ditaksir mencapai sekitar Rp49 juta pada Tahun Anggaran 2026 berpotensi memunculkan polemik baru di tengah masyarakat.

Pasalnya, hingga saat ini pihak Puskesmas Gayam belum memberikan penjelasan resmi meski upaya konfirmasi dari pewarta telah dilakukan berulang kali. Pesan singkat yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp diketahui telah centang dua bahkan terbaca, namun tidak mendapatkan balasan.

Sikap diam tersebut dinilai berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), terlebih penggunaan anggaran publik seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Baca Juga :  KHR Azaim Ibrahimy : Jangan Sampai Tragedi Penjajahan Tempoe Dulu Terulang

Diketahui, pengadaan pakaian adat berupa batik tersebut menelan anggaran sekitar Rp49 juta. Hal itu pun menuai pertanyaan dari berbagai kalangan, salah satunya dari Koordinator Advokasi IKA PMII Sapudi, Mas’udi.

“Ada berapa pegawai yang akan menggunakan batik tersebut? Berapa harga kain dan biaya jahitnya? Apakah pakaian batik tersebut sifatnya wajib dan memang harus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dana BLUD?” ujar Mas’udi kepada nusainsider.com, Ahad (10/5/2026).

Menurutnya, penggunaan anggaran daerah harus dilakukan secara efektif, efisien, dan memiliki urgensi yang jelas, terutama di sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Dinsos dan Bank Mandiri Lempar Tanggung Jawab, Dugaan penyalahgunaan Bantuan Menggema digedung Dewan

Ia menegaskan, setiap penggunaan anggaran publik wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat menilai ada anggaran yang digunakan tidak sesuai prioritas, sementara masih banyak kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Mas’udi juga meminta pihak terkait, termasuk instansi pengawas, untuk melakukan evaluasi terhadap pengadaan tersebut apabila ditemukan kejanggalan dalam proses maupun penggunaannya.

Baca Juga :  Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Pidana

Sebelumnya diberitakan, salah satu pegawai Puskesmas Gayam yang enggan disebutkan namanya mengaku hanya diminta mengirim ukuran blangkon tanpa mengetahui secara detail terkait pengadaan pakaian adat tersebut.

“Kemarin kami hanya diminta untuk mengirim ukuran blangkon, untuk baju adat kami tidak tahu,” ujar pegawai tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Gayam belum memberikan tanggapan resmi terkait pengadaan pakaian adat senilai Rp49 juta tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru