Angkat Tradisi Madura, Film Horor “Bisikan Luhur” Siap Tayang dan Menginspirasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Flayer

Foto. Flayer "Bisikan Luhur" UNIBA Madura

SUMENEP, nusainsider.com Industri perfilman kampus di Madura kembali menunjukkan geliat positif. Mahasiswa Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media (FTM) Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura tengah bersiap merilis film pendek terbaru berjudul “Bisikan Luhur”, sebuah karya bergenre horor budaya yang sarat pesan moral dan nilai-nilai kearifan lokal.

Film yang diproduksi oleh Rawikara Pictures bersama FTM24 Solidarity tersebut hadir dengan konsep berbeda dari kebanyakan film horor pada umumnya.

Alih-alih hanya mengandalkan efek kejut (jump scare) dan ketegangan visual, “Bisikan Luhur” mengangkat unsur budaya Madura yang dipadukan dengan refleksi sosial mengenai pentingnya adab dan penghormatan terhadap tradisi.

Cerita film ini berfokus pada sekelompok mahasiswa berpikiran modern yang berkunjung ke sebuah desa. Namun, selama berada di sana mereka menunjukkan sikap kurang menghargai adat istiadat setempat, mulai dari meremehkan aturan adat hingga mengabaikan nasihat para sesepuh desa.

Baca Juga :  Pembatasan Pita Cukai Picu PHK, YLBH Madura Soroti Dugaan Praktik Tak Sehat

Sikap tersebut kemudian memicu serangkaian teror mistis yang mengubah perjalanan mereka menjadi pengalaman penuh ketegangan.

Sutradara “Bisikan Luhur”, Nufri Qolbi Haqiqi, menjelaskan bahwa pemilihan genre horor budaya merupakan strategi kreatif untuk menyampaikan pesan yang dekat dengan realitas kehidupan generasi muda saat ini.

“Kami ingin menyentil realitas masa kini, di mana modernisasi dan teknologi kadang membuat sebagian anak muda kehilangan identitas dan meremehkan kearifan lokal. Lewat teror di film ini, kami ingin penonton berefleksi bahwa di mana pun kita berada, adab dan tata krama harus tetap menjadi fondasi utama,” ungkap Nufri.

Menurutnya, film ini juga ingin menunjukkan bahwa tradisi Madura dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan secara harmonis tanpa harus saling bertentangan.

Baca Juga :  Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Kehadiran “Bisikan Luhur” sekaligus menjadi bukti bahwa sineas muda daerah mampu menghasilkan karya sinematik yang berkualitas dan memiliki nilai edukatif.

Film ini menjadi langkah lanjutan bagi mahasiswa Uniba Madura setelah sebelumnya sukses memproduksi film “Sangkolan Kona”.

“Ini adalah komitmen kami untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada publik yang lebih luas. Kami berharap ‘Bisikan Luhur’ tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi pengingat di tengah derasnya arus globalisasi agar kita tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” tambah Nufri.

Film pendek yang sarat makna dan pelajaran hidup tersebut dijadwalkan segera tayang dalam waktu dekat. Kehadirannya diharapkan dapat menarik perhatian para pencinta film, akademisi, hingga komunitas perfilman nasional.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Pamekasan Mulai Tangani Laporan Dugaan Malapraktik di RS Larasati

Selain disutradarai oleh Nufri Qolbi Haqiqi, “Bisikan Luhur” juga diperkuat oleh jajaran talenta muda berbakat, yakni Alfin Maghfiroh, Yowanda, M. Rusly Al-Farodis, dan Ria Natalia. Sementara naskah dan skenario film digarap secara kolaboratif oleh Andra Prasetyo Darmawan, Alfin Maghfiroh, dan Ludianto.

Dengan mengusung perpaduan horor, budaya, dan pesan moral yang kuat, “Bisikan Luhur” diharapkan menjadi karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu mengajak penonton untuk kembali menghargai adab, tradisi, dan identitas budaya bangsa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan
Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah
Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional
Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih
Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru
Buronan Kasus Penganiayaan di Batuputih Diciduk Tim Resmob, Begini Kronologinya
Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret
Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 13:44 WIB

Soirée Gigs Vol. 2 Hadir di Rooftop Surabaya, Orkes Silampukau Siap Bikin Malam Makin Berkesan

Selasa, 22 September 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma Bansos, DTSEN Tak Akurat Bisa Berdampak ke KIP Kuliah

Selasa, 22 September 2026 - 05:19 WIB

Piala AF Sport U-17 Digelar Oktober, Bupati Fauzi Bidik Lahirnya Bibit Pemain Profesional

Senin, 21 September 2026 - 23:12 WIB

Kapolresta Sumenep Peduli Warga Kekeringan, Dua Truk Tangki Air Dikirim ke Batuputih

Senin, 21 September 2026 - 19:00 WIB

Resmi Dimulai, PBAK 2026 STIT Aqidah Usymuni Jadi Gerbang Awal Mahasiswa Baru

Senin, 21 September 2026 - 14:39 WIB

Tak Mau MoU Berhenti di Seremoni, Sumenep–Blitar Bidik Kerja Sama Konkret

Senin, 21 September 2026 - 13:44 WIB

Saring Sebelum Sharing, UNESA Edukasi Warga Telang Tangkal Hoaks di Era Digital

Sabtu, 19 September 2026 - 21:32 WIB

Kemendikdasmen Soroti Inovasi Pendidikan Situbondo, EduFest Dinilai Salah Satu Terbaik

Berita Terbaru