SURABAYA, nusainsider.com — Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Timur terus berlangsung dengan pengawasan ketat guna memastikan proses yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Di tengah tahapan seleksi yang berjalan, muncul sejumlah dinamika di lapangan yang menjadi perhatian berbagai pihak, salah satunya terkait perbedaan data nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dialami seorang calon siswa di Surabaya.
Orang tua calon siswa tersebut menyampaikan bahwa nilai TKA anaknya sempat tercatat sebesar 80. Namun, dalam proses selanjutnya, nilai tersebut mengalami penyesuaian oleh pihak sekolah.
Menanggapi hal itu, pihak sekolah telah memberikan penjelasan bahwa perubahan nilai terjadi akibat adanya kekeliruan dalam proses input data.
Saat ini, komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa masih berlangsung untuk memastikan kejelasan serta kesesuaian data yang digunakan dalam proses seleksi.
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, meminta agar setiap kendala yang muncul selama proses SPMB dapat segera ditangani secara cepat dan tepat oleh pihak sekolah maupun instansi terkait.
Menurutnya, hasil Tes Kemampuan Akademik memiliki peran penting dalam proses seleksi, terutama pada jalur prestasi, sehingga akurasi data menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
“Hasil TKA berhubungan erat dengan penerimaan SPMB jalur prestasi. Karena itu, jika ada persoalan data, saya berharap segera diperbaiki sesuai kondisi yang sebenarnya,” ujar Lia.
Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan harus dilakukan secepat mungkin mengingat pendaftaran SPMB Tahap II jenjang SMA dan SMK memiliki batas waktu yang ketat, yakni hingga 18 Juni 2026 pukul 21.00 WIB.
“Kita sedang berpacu dengan waktu. Solusi harus cepat, tepat, dan tetap mengedepankan prinsip objektivitas serta transparansi, sehingga tidak merugikan peserta didik dan kepercayaan publik tetap terjaga,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Timur, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK telah diterima pada pilihan sekolah pertama dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa sistem seleksi jalur domisili tahun ini tidak hanya mempertimbangkan jarak tempat tinggal calon murid dengan sekolah tujuan. Seleksi juga mengutamakan nilai akhir gabungan rapor dan TKA sebagai komponen utama penilaian.
Selain itu, faktor usia dan waktu pendaftaran turut menjadi pertimbangan dalam proses seleksi apabila terdapat nilai yang sama di antara calon peserta.
Aries menambahkan, calon murid yang belum berhasil diterima pada tahap pertama masih memiliki kesempatan melalui tahapan seleksi berikutnya.
“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu, tersedia tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Jawa Timur juga mencatat masih terdapat kuota yang belum terpenuhi di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri. Kekurangan kuota tersebut akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota pada tahapan selanjutnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Surabaya memastikan pelaksanaan SPMB jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Saat ini, proses masih berada pada fase verifikasi dan validasi data calon murid.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa seluruh data calon peserta diperiksa secara menyeluruh guna menjamin proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.
Verifikasi mencakup berbagai dokumen penting, mulai dari data kependudukan, jalur afirmasi, mutasi orang tua, hingga sertifikat prestasi. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan seluruh persyaratan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Surabaya juga terus mengoptimalkan layanan pendampingan melalui posko SPMB yang tersedia di seluruh SD Negeri, SMP Negeri, serta kantor Dinas Pendidikan.
Posko tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi maupun memperoleh bantuan teknis selama proses pendaftaran berlangsung.
Dengan berbagai upaya pengawasan dan pendampingan yang dilakukan, pemerintah berharap pelaksanaan SPMB tahun ini dapat berjalan lancar, adil, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik untuk memperoleh pendidikan sesuai jalur yang dipilih.
![]()
Penulis : Wafa
















