Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Silaturahmi dan Reses Anggota DPRD Sumenep, M Muhri di Dapil pemilihan Dirinya

Foto. Silaturahmi dan Reses Anggota DPRD Sumenep, M Muhri di Dapil pemilihan Dirinya

SUMENEP, nusainsider.com Kerusakan jalan poros antarkecamatan hingga persoalan penanganan sampah menjadi aspirasi yang paling dominan disampaikan masyarakat kepada Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi PKB, M Muhri, dalam agenda reses yang berlangsung pada 30 Juni hingga 7 Juli 2026.

Selama masa reses, Muhri menyambangi tiga titik, yakni di Lembaga Pendidikan Al Iftitahiyah Sonber Tombet, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Lembaga Pendidikan Al-Islah Batoatas, Desa Tennonan, Kecamatan Manding, serta Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.

Dalam dialog bersama masyarakat, warga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Sumenep segera mengambil langkah nyata memperbaiki ruas jalan poros yang menghubungkan Desa Tennonan, Giring, Gadding hingga Batuputih Laok.

Baca Juga :  Misteri Dugaan Penyelewengan Dana BSPS di Sumenep: Dari Pemotongan Dana hingga Upaya Pembungkaman Aktivis

Kondisi jalan yang rusak dinilai menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.

Tak hanya infrastruktur jalan, warga juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai belum maksimal, khususnya di kawasan Pasar Manding dan Jabaan. Mereka berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar persoalan lingkungan tersebut tidak semakin berlarut.

“Kami lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan poros antarkecamatan, terutama ruas Tennonan-Giring-Gadding-Batuputih Laok. Selain itu, persoalan sampah di Pasar Manding dan Jabaan juga menjadi perhatian warga,” ujar Muhri.

Salah satu agenda reses digelar di Masjid Baitur Rohmah, Dusun Mantajun, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan organisasi.

Baca Juga :  Saksi Dinilai Tak Sesuai Fakta, Sengketa Tanah di PN Sumenep Kian Memanas

Dalam sambutannya, Muhri menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Menurutnya, berbagai masukan yang diterima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

“Pertemuan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta menjaga komunikasi agar berbagai persoalan yang disampaikan dapat diperjuangkan sesuai kewenangan,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh usulan yang disampaikan masyarakat akan dihimpun dan dibawa ke forum pembahasan di DPRD agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Festival Tembakau Madura 2025: Bupati Fauzi Kunjungi Stand PR Gataful 600 dan Puji Inovasi Kretek

Kegiatan reses diawali dengan pembacaan tahlil dan Sholawat Nariyah sebelum dilanjutkan dialog interaktif bersama masyarakat.

“Pembacaan Sholawat Nariyah merupakan tradisi yang dijalankan dalam setiap kegiatan PKB sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan,” jelasnya.

Agenda reses ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah bersama masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Muhri berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat tetap terjalin dengan baik sehingga setiap persoalan yang muncul di tingkat bawah dapat diperjuangkan menjadi program pembangunan daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut
MADAS Sedarah Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Indonesia
Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik
Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas
Efisiensi Anggaran Berlanjut, Dana Pokir Anggota DPRD Sumenep Dipotong Dua Pertiga
Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Jadi Gerakan Baru Disdik Sumenep pada Harganas 2026
BEMSU Gaungkan #SelamatkanSumenepDariMafiaBBM, Minta APH Sidak Besar-Besaran
Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:49 WIB

Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:27 WIB

MADAS Sedarah Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:16 WIB

Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:54 WIB

Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas

Senin, 6 Juli 2026 - 18:02 WIB

Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Jadi Gerakan Baru Disdik Sumenep pada Harganas 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 16:54 WIB

BEMSU Gaungkan #SelamatkanSumenepDariMafiaBBM, Minta APH Sidak Besar-Besaran

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat

Berita Terbaru