JSI Sumenep Apresiasi Hadirnya Mujahid Lingkungan dalam berbagai Gelaran Event

Senin, 7 September 2026 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bendera kebesaran Jurnalis Sumenep Independen (JSI)

Foto. Bendera kebesaran Jurnalis Sumenep Independen (JSI)

SUMENEP, nusainsider.com — Ketika ribuan masyarakat larut dalam kemeriahan sebuah event, ada sekelompok orang yang justru sibuk memastikan pesta tersebut tidak meninggalkan persoalan.

Mereka adalah para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep. Saat masyarakat menikmati hiburan, mereka berjibaku dengan sampah yang berserakan di jalan, ruang publik hingga lokasi kegiatan.

Pekerjaan tersebut bukan hanya dilakukan ketika ada event besar. Hampir setiap hari, para petugas kebersihan berada di lapangan untuk menjaga lingkungan Kabupaten Sumenep tetap bersih dan nyaman.

Mereka menyapu jalan, mengumpulkan sampah, mengangkut berbagai jenis limbah hingga memastikan ruang publik kembali tertata setelah digunakan masyarakat.

Beban pekerjaan semakin berat ketika sebuah kegiatan menghadirkan kerumunan dalam jumlah besar. Volume sampah meningkat seiring banyaknya masyarakat yang datang.

Ketika penonton menikmati pertunjukan dan suasana festival, para petugas kebersihan justru harus memikirkan hal berbeda: bagaimana lokasi kegiatan tetap bersih dan tidak meninggalkan tumpukan sampah setelah keramaian berakhir.

Gambaran itu terlihat dalam pelaksanaan Festival Musik Tongtong Se-Madura 2026. Di sepanjang lokasi dan jalur kegiatan, petugas kebersihan DLH Sumenep tetap bekerja mengumpulkan botol plastik, kemasan makanan, kertas serta berbagai jenis sampah lainnya.

Baca Juga :  Haji Udik Ajak Perusahaan Rokok Prioritaskan Tembakau Petani Sumenep, Demi Ekonomi Daerah

Namun, Festival Musik Tongtong bukan satu-satunya kegiatan yang membutuhkan tenaga mereka.

Berbagai event daerah, pertunjukan, festival, kegiatan masyarakat hingga aktivitas di ruang publik hampir selalu bersinggungan dengan pekerjaan para petugas kebersihan.

Mereka datang bukan untuk menikmati keramaian. Mereka hadir untuk memastikan keramaian tersebut tidak berubah menjadi persoalan lingkungan.

Sekretaris Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Toifur Ali Wafa memberikan apresiasi terhadap dedikasi para petugas kebersihan DLH Sumenep.

Menurutnya, pekerjaan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus mempertahankan kebersihan lingkungan Kabupaten Sumenep.

“Menurut saya, mereka ini adalah mujahid lingkungan. Hampir setiap saat mereka bekerja menjaga kebersihan. Ketika masyarakat sedang menikmati kegiatan, mereka justru memikirkan bagaimana setelah kegiatan itu selesai lingkungannya tetap bersih,” ujar Toifur melalui keterangan rilisnya, Ahad 6 September 2026.

Ia menilai, keberadaan petugas kebersihan kerap baru disadari ketika lingkungan mulai terlihat kotor.

Baca Juga :  Tutup Konflik, IKA PMII Siap Tampil sebagai Kekuatan Sosial-Intelektual

Padahal, di balik jalan yang bersih, ruang publik yang tertata dan lokasi kegiatan yang kembali nyaman, terdapat tenaga, waktu dan kerja keras yang terus dicurahkan para petugas di lapangan.

“Event boleh ramai, masyarakat boleh menikmati hiburan, tetapi jangan lupa ada orang-orang yang bekerja di tengah dan setelah keramaian itu. Mereka memastikan jalan, ruang publik dan lokasi kegiatan kembali bersih,” katanya.

Menurut Toifur, apresiasi kepada petugas kebersihan tidak seharusnya hanya muncul ketika mereka bertugas dalam event besar.

Sebab, menjaga kebersihan merupakan pekerjaan yang berlangsung setiap hari dan menjadi bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat.

“Bukan hanya saat Festival Tongtong. Setiap hari mereka bekerja. Ketika ada event, pekerjaannya tentu semakin berat karena volume sampah juga bertambah. Karena itu, menurut kami, mereka layak mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab petugas DLH.

Masyarakat memiliki peran besar untuk membantu, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga fasilitas umum yang digunakan bersama.

“Kalau masyarakat ikut menjaga kebersihan, pekerjaan mereka tentu akan lebih ringan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Di balik ramainya berbagai kegiatan di Sumenep, para petugas kebersihan tetap bekerja dalam senyap.

Baca Juga :  Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Ketika panggung mulai dibongkar, kerumunan berangsur bubar dan masyarakat meninggalkan lokasi, pekerjaan mereka belum selesai.

Mereka masih berada di lapangan. Menyapu sisa keramaian, mengumpulkan sampah yang tercecer dan mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

Bagi masyarakat, mungkin yang terlihat hanya jalan dan ruang publik yang kembali bersih.

Namun di balik kondisi tersebut, ada kerja keras orang-orang yang jarang mendapat sorotan. Mereka bekerja tanpa panggung, tanpa tepuk tangan, tetapi memastikan Sumenep tetap bersih, nyaman untuk ditinggali dan layak dikunjungi.

Keramaian mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi bagi para “mujahid lingkungan”, menjaga kebersihan adalah pekerjaan yang tidak mengenal panggung, sorotan maupun tepuk tangan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren
Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal
Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Berita Terbaru