Akses Utama Sapudi Terancam Lumpuh, Warga Wakduwak Gotong Royong Perbaiki Jembatan

Senin, 23 Februari 2026 - 01:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Jembatan Ambruk di Kecamatan Gayam kepulauan Sapudi Sumenep

Foto. Jembatan Ambruk di Kecamatan Gayam kepulauan Sapudi Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Jembatan penghubung di Dusun Wakduwak, Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, mengalami kerusakan serius. Bagian badan jembatan dilaporkan retak dan bocor, sehingga air merembes ke bawah konstruksi dan berpotensi memperparah kerusakan.

Kerusakan tersebut diduga akibat seringnya truk bermuatan berlebih yang melintas di jalur itu dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, jembatan tersebut disebut tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan berat secara terus-menerus.

Retakan memanjang dan lubang pada permukaan jembatan kini semakin terlihat jelas. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga setempat, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan sekaligus jalur vital distribusi barang dan mobilitas masyarakat, khususnya menuju wilayah Sapudi.

Baca Juga :  Komitmen Dinkes Sumenep Terapkan KTR 60 Persen di Faskes Dan Tempat Umum

Salah satu warga Dusun Wakduwak, Dedi, mengungkapkan bahwa kendaraan truk pengangkut material dan muatan lainnya kerap melintas dengan beban melebihi kapasitas.

“Jembatan ini tidak dirancang untuk muatan berat. Sekarang sudah bocor dan retak, kami takut kerusakannya makin parah,” ujar Dedi, Minggu (22/02/2026).

Ia menambahkan, lambannya penanganan dari pemerintah membuat warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Mantapkan Pendidikan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045

Masyarakat bergotong royong menambal bagian yang berlubang serta memperkuat sisi jembatan menggunakan material seadanya agar tetap bisa dilalui kendaraan ringan.

“Ini akses jalan utama warga Sapudi. Kalau jembatan ini lumpuh, semua aktivitas transportasi pasti ikut lumpuh dan tidak bisa lewat. Kami sudah bersabar menunggu perbaikan dari pemerintah, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Karena itu, kami bersama warga setempat berinisiatif memperbaiki sendiri dengan material yang ada,” jelasnya kepada pewarta.

Langkah swadaya tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah kerusakan semakin meluas, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan berisiko mempercepat kerusakan struktur.

Baca Juga :  Memalukan! 14 Tahun Jalan Gapura-Batangbatang Dibiarkan Rusak, GPS Desa Gelar Aksi Penggalangan Dana

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pengawasan ketat terhadap kendaraan bermuatan berlebih yang melintas, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan infrastruktur publik dapat terjaga dengan baik.

Loading

Penulis : Udi

Editor : Wafa

Berita Terkait

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru