SUMENEP, nusainsider.com — Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan strategis yang melibatkan berbagai pihak guna meningkatkan kapasitas serta daya saing pelaku usaha lokal.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sekaligus ajang kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis dan meningkatkan kualitas usaha.
Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan syariah, dan dunia akademik dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.
Direktur BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam kegiatan kewirausahaan merupakan bagian dari tanggung jawab institusional sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Penguatan UMKM harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada wacana. BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen menghadirkan akses pembiayaan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah agar UMKM dapat tumbuh dan berkembang,” tegasnya.
Menurutnya, sektor UMKM merupakan penopang utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, dukungan permodalan tidak hanya sebatas pembiayaan, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan dinamika dan tantangan pasar.
Selain membahas akses pembiayaan, kegiatan talk show tersebut juga menyoroti pentingnya peran dunia pendidikan dalam mendukung penguatan UMKM.
Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) didorong untuk terlibat aktif dalam pengembangan desain kemasan, pembentukan identitas visual produk, hingga strategi promosi berbasis digital.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Sumenep. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, penguatan UMKM diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berdaya saing.
![]()
Penulis : Wafa
















