Bukan Sekadar Direktur, dr. Erliyati Adalah Jiwa RSUD Sumenep

Minggu, 27 Juli 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Erliyati, Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep

Foto. Dr Erliyati, Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Sosok dr. Erliyati masih sangat dibutuhkan di jajaran kepemimpinan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Perempuan tegas dan humanis ini dinilai sukses melakukan transformasi pelayanan kesehatan yang menyentuh langsung ke hati masyarakat.

Di tengah tantangan pelayanan publik, dr. Erliyati menunjukkan gaya kepemimpinan berbasis nilai kemanusiaan, efisiensi kerja, dan solusi konkret. Tak heran, ia mendapat dukungan luas dari tenaga medis, staf internal, hingga masyarakat.

“Selama beliau menjabat, pelayanan jadi lebih cepat, tenaga medis ramah, dan sentuhan empatinya sangat terasa,” ujar Rifki, aktivis asal Sumenep, Minggu (27/7/2025).

Sejumlah pegawai internal RSUD pun menyatakan harapan agar dr. Erliyati tetap bertahan. Menurut mereka, ia bukan sekadar direktur, tapi pemimpin inspiratif yang membangun sistem kerja profesional dan saling menghargai.

“Beliau bukan hanya direktur, tapi juga inspirator. Kami masih sangat membutuhkan beliau,” kata seorang perawat senior yang enggan disebut namanya.

Bagi mereka, dr. Erliyati berhasil menciptakan iklim kerja positif, memperbaiki manajemen, dan membangun komunikasi terbuka antara pimpinan dan staf, tanpa menciptakan jarak sosial maupun birokrasi kaku.

“Dulu kami ragu bicara ke atasan. Tapi sejak beliau pimpin, kami merasa dihargai. Beliau juga sering turun langsung ke lapangan,” ungkap salah satu dokter spesialis.

Dokter spesialis lainnya menambahkan, kepemimpinan dr. Erliyati mampu menciptakan harmoni antara profesionalisme dan nilai etika. Setiap keputusan medis dan administratifnya selalu berpijak pada integritas.

Baca Juga :  Dialog Hangat Kapolres dengan Forkopimka dan Masyarakat Kota Sumenep

Menurutnya, dr. Erliyati membawa perubahan bukan dengan tangan besi, tapi dengan empati dan keteladanan. Ia tidak segan menyapa pasien rawat inap atau memantau pelayanan IGD tanpa publikasi berlebih.

Dukungan agar ia tetap menjabat juga datang dari para dokter dan puluhan perawat. Mereka bahkan mengaku siap menyampaikan aspirasi resmi kepada pemerintah daerah jika dr. Erliyati mundur dari jabatan.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Mantapkan Pendidikan Berkarakter untuk Indonesia Emas 2045

Para pegawai nonmedis tak ketinggalan menyuarakan dukungan. Mereka menilai, sosok dr. Erliyati telah menjadikan rumah sakit plat merah ini lebih ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi akuntabilitas publik.

“Jangan sampai karena dinamika birokrasi, kita kehilangan pemimpin yang bekerja sepenuh hati,” kata seorang staf administrasi RSUD.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, sinyal dari internal rumah sakit cukup jelas: dr. Erliyati masih sangat dibutuhkan untuk melanjutkan transformasi yang telah ia mulai.

Baca Juga :  12 PJU Baru Terpasang, Sumenep Perkuat Penerangan di Pusat Kecamatan

Dengan rekam jejak yang kuat dan bukti kerja nyata, publik menilai bahwa mempertahankan dr. Erliyati bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan mendesak bagi keberlanjutan layanan kesehatan di Sumenep.

Tak semua pemimpin meninggalkan jejak mendalam, namun nama dr. Erliyati telah menancap dalam benak pasien, perawat, dokter, dan masyarakat umum.

Ia hadir bukan sebagai pejabat biasa, melainkan sebagai teladan yang mengubah wajah RSUD melalui sentuhan kemanusiaan dan profesionalisme.

Bukti transformasi terlihat nyata: pelayanan lebih cepat, tenaga medis bekerja lebih nyaman, dan budaya kerja jauh lebih manusiawi. Semua itu lahir dari kehadiran pemimpin yang memahami “hati” sebuah rumah sakit.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut
Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur
Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian
Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih
Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari
Promosi Wisata Sumenep Masuk Era Digital, Duta Wisata Diminta Lebih Kreatif
Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan
HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Dari Bawang Mentah Jadi Produk Rp200 Ribu, Disbudporapar Sumenep Dorong Santri Jadi Entrepreneur

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:59 WIB

Aksi Mahasiswa Sambut dan Tolak Panglima TNI di Sumenep Dikabarkan Batal, Aktivis: Tunggu Kepastian

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Warga Langsar Krisis Air Sejak Juli, Pemkab Sumenep Gandeng BAZNAS dan TNI Gelontorkan 1,2Liter Air Bersih

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Krisis Air di Desa Olor, Mahasiswa UTM Gelar Aksi Sosial Selama Tiga Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Milad ke-60, KOHATI Sumenep Gelar Simposium dan Launching Buku Isu Perlindungan Perempuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:35 WIB

HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:32 WIB

Kenang Jasa Pahlawan, Kodim 0827/Sumenep Gelar Ziarah Jelang HUT TNI ke-81

Berita Terbaru