Demokrasi Terjaga: KPU Sumenep Tetapkan DPB Triwulan II 875.060 Pemilih

Rabu, 2 Juli 2025 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan II Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep

Foto. Rapat Pleno Terbuka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) Triwulan II Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep

SUMENEP nusainsider.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat demokrasi lokal.

Setelah sukses menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, KPU Sumenep menetapkan daftar pemilih berkelanjutan (DPB) triwulan II tahun 2025 sebanyak 875.060 orang.

Penetapan itu dilakukan melalui rapat pleno terbuka pada Rabu, 2 Juli 2025, sebagai bagian dari agenda strategis pemutakhiran data pemilih yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Proses ini dinilai penting dalam menjaga kualitas dan validitas data kepemiluan pasca pemilu.

Anggota KPU Sumenep, Malik Mustafa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk jajaran pemerintah desa dan kecamatan.

“Hari ini kami melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk triwulan kedua tahun 2025. Sesuai hasil koordinasi, jumlah pemilih ditetapkan sebanyak 875.060 orang yang tersebar di 334 desa dan 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep,” jelas Malik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 413.636 pemilih adalah laki-laki dan 461.424 perempuan. Angka ini menunjukkan keseimbangan representasi pemilih lintas gender, yang secara konsisten tercermin dalam dinamika kepemiluan di wilayah paling timur Pulau Madura ini.

Baca Juga :  Busana Agnes Mo Bertuliskan Arab, Tokoh NU Minta Bedakan Tulisan Arab dengan Bahasa Al-Quran

Malik juga menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih bukan hanya kewajiban administratif, tetapi mandat langsung dari undang-undang.

Menurutnya, pembaruan data menjadi pondasi utama pelaksanaan pemilu yang kredibel, akurat, dan berintegritas.

“Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini adalah tugas utama kami setelah Pemilu dan Pilkada. KPU memiliki kewajiban menjaga kualitas data pemilih agar tidak stagnan dan tetap mencerminkan dinamika penduduk yang terus berubah,” imbuhnya.

Langkah KPU Sumenep ini mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai sebagai bentuk konsistensi lembaga penyelenggara pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi.

Baca Juga :  Kadisbudporapar Sumenep Nyalakan Semangat Pembangunan dalam Momentum HPN 2025.

Dengan data pemilih yang selalu diperbarui, proses demokrasi ke depan diharapkan semakin inklusif, partisipatif, dan bebas dari persoalan klasik seperti pemilih ganda atau tidak valid.

KPU juga menekankan pentingnya sinergi antar-stakeholder dalam mendukung proses pemutakhiran data secara akurat.

Partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan perubahan status kependudukan, seperti pindah domisili atau meninggal dunia, menjadi bagian penting dalam menyempurnakan basis data pemilih.

Baca Juga :  Tak Ada Suap, Semua Fair! Disbudporapar Pastikan Festival Tong-Tong 2025 Nanti malam Berjalan Sportif

Sebagai catatan, daftar pemilih berkelanjutan merupakan upaya sistematis untuk memperbarui data kepemiluan secara rutin, bukan hanya menjelang pemilu.

Sistem ini memungkinkan data pemilih terus bergerak sesuai perkembangan dinamika penduduk, baik dari sisi demografi, administrasi kependudukan, maupun partisipasi politik.

Dengan lebih dari 875 ribu warga yang telah masuk dalam daftar pemilih berkelanjutan, Kabupaten Sumenep kembali menegaskan diri sebagai salah satu barometer demokrasi lokal di Madura.

Komitmen untuk menjaga kualitas data pemilih menjadi tonggak penting menuju penyelenggaraan pemilu yang transparan dan berdaya jangkau luas.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB