Dinamika Seleksi Sekda Sumenep dalam Sorotan Relasi Kelembagaan Nasional

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Abd Halim, Aktivis kabupaten Sumenep

Foto. Abd Halim, Aktivis kabupaten Sumenep

OPINI, nusainsider.com — Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep yang tengah berlangsung saat ini bukan sekadar proses pengisian jabatan administratif tertinggi dalam struktur Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dinamika yang berkembang justru menunjukkan bahwa jabatan Sekda telah menjelma menjadi arena pertarungan kepentingan yang lebih besar, bahkan melibatkan jejaring kekuatan elit di tingkat pusat.

Dalam konteks ideal, seleksi Sekda seharusnya menjadi ruang pembuktian sistem meritokrasi. ASN yang memiliki kompetensi, rekam jejak, integritas, serta kapasitas manajerial terbaiklah yang layak menduduki posisi strategis tersebut.

Namun, realitas politik birokrasi sering kali tidak Sesederhana konsep normatif yang tertuang dalam regulasi.

Konstelasi politik terbaru memperlihatkan adanya dua figur kuat yang mencuat dalam bursa calon Sekda. Masing-masing kandidat disebut-sebut memiliki dukungan dari tokoh berpengaruh di tingkat nasional. Situasi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai independensi proses seleksi yang sedang berlangsung.

Di satu sisi, terdapat kandidat yang dikaitkan dengan jejaring Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Posisi Banggar yang memiliki peran sentral dalam pengelolaan dan pengawasan anggaran negara menjadikan dukungan ini dipandang strategis. Daerah tentu membutuhkan sinkronisasi kebijakan fiskal dengan pusat agar pembangunan berjalan optimal.

Baca Juga :  KEI - SKK Migas Bangun Kesadaran dan Aksi Nyata untuk Pesisir yang Lebih Baik

Dari sudut pandang pragmatis, kedekatan dengan lingkaran pengambil kebijakan anggaran nasional dapat membuka ruang koordinasi yang lebih luas bagi pemerintah daerah.

Namun di sisi lain, muncul figur pesaing yang dikabarkan mendapat dukungan dari lingkaran kekuasaan Mahkamah Agung (MA).

Kehadiran poros ini membawa perspektif berbeda dalam kontestasi. Pengaruh dari jejaring hukum dinilai mampu memperkuat tata kelola birokrasi yang berlandaskan kepastian hukum dan pengawasan administratif yang lebih ketat.

Dalam situasi pemerintahan daerah yang kerap berhadapan dengan potensi sengketa kebijakan maupun persoalan hukum, faktor ini tentu memiliki nilai strategis tersendiri.

Fenomena tarik-menarik pengaruh ini menunjukkan bahwa jabatan Sekda bukan lagi sekadar posisi teknokratis, melainkan juga jabatan politik birokrasi yang memiliki implikasi luas terhadap arah pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Sekda berperan sebagai motor penggerak administrasi sekaligus penghubung antara kepala daerah dengan seluruh perangkat birokrasi. Oleh sebab itu, siapa pun yang terpilih nantinya akan sangat menentukan efektivitas jalannya pemerintahan.

Situasi ini sekaligus menjadi ujian kepemimpinan bagi Bupati Sumenep. Keputusan yang diambil akan mencerminkan arah kebijakan pemerintahan lima tahun ke depan.

Apakah orientasi akan lebih condong pada stabilitas dukungan anggaran pusat, atau pada penguatan tata kelola hukum dan birokrasi, semuanya akan tercermin dari pilihan akhir yang akan diambil sosok nomor wahid di kabupaten sumenep nantinya.

Namun, yang lebih penting dari semua itu adalah menjaga marwah sistem merit dalam birokrasi. Jika seleksi jabatan strategis terlalu didominasi oleh pengaruh eksternal, maka kepercayaan publik terhadap profesionalitas ASN berpotensi tergerus.

Baca Juga :  Walikota Medan Harap IMO Indonesia Sumut Tayangkan Berita Akurat, Objektif dan Konstruktif

Padahal, reformasi birokrasi yang selama ini digaungkan pemerintah menempatkan meritokrasi sebagai fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang efektif dan berintegritas.

Masyarakat Sumenep tentu berharap proses seleksi ini tetap mengedepankan objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas. Dukungan politik dan jejaring kekuasaan mungkin menjadi bagian dari realitas politik birokrasi, namun hal tersebut seharusnya tidak menggeser prinsip utama bahwa jabatan publik harus diisi oleh figur yang benar-benar kompeten dan berintegritas.

Pada akhirnya, seleksi Sekda Sumenep bukan hanya tentang siapa yang akan menduduki kursi strategis tersebut, melainkan juga tentang bagaimana wajah tata kelola pemerintahan daerah akan dibentuk di masa depan.

Pilihan yang diambil hari ini akan menjadi cerminan arah birokrasi Sumenep ke depan: Apakah Tetap Berdiri Kokoh Di Atas Profesionalitas, Atau Justru Semakin Terseret Dalam Pusaran Tarik-menarik Kepentingan Elit.

Penulis : Abd Halim, Aktivis Kota Keris Sumenep. 

Loading

Penulis : Abd Halim

Editor : Wafa

Berita Terkait

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan
Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota
Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:25 WIB

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terbaru