Diplomasi Pendidikan: STITA Aqidah Usymuni Berkiprah di Kancah Internasional

Senin, 13 Oktober 2025 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ketua STITA, Dr. Ahmad Effendi, Lc., MA, usai menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono.

Foto. Ketua STITA, Dr. Ahmad Effendi, Lc., MA, usai menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono.

KUALA LUMPUR, nusainsider.com Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep kembali menorehkan langkah penting dalam memperluas jejaring kerja sama internasional.

Pada Senin, 13 Oktober 2025, Ketua STITA, Dr. Ahmad Effendi, Lc., MA, menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono.

Penandatanganan PKS ini berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia. Selain STITA Sumenep, turut hadir pimpinan perguruan tinggi lain dari Indonesia yang juga menjalin kerja sama serupa dengan KBRI Kuala Lumpur.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya para pengelola Sanggar Bimbingan (SB) se-Malaysia, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), serta sejumlah pegawai KBRI Kuala Lumpur.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaboratif dalam memperkuat peran pendidikan Indonesia di luar negeri.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang menetap di Malaysia.

Baca Juga :  Pembuang Bayi Di masjid Al-kautsar Ternyata Orang Legung Timur, Begini Penjelasan Polres Sumenep

Menurutnya, masih terdapat puluhan ribu anak PMI yang belum mendapatkan akses pendidikan secara maksimal. Karena itu, Hermono menilai perguruan tinggi di Indonesia memiliki peran besar dalam mendukung program pendidikan bagi anak-anak PMI tersebut, baik melalui pengabdian masyarakat, program pelatihan, maupun pengiriman tenaga pendidik profesional.

“Perguruan tinggi di Indonesia harus turut mengambil bagian dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di mana pun mereka berada. Pendidikan bagi anak-anak PMI merupakan tanggung jawab moral kita bersama,” ujarnya.

Ketua STITA Sumenep, Dr. Ahmad Effendi, Lc., MA, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kesempatan kerja sama ini.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut akan diikuti dengan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak PMI di Malaysia.

“Perjanjian kerja sama ini bukan sekadar simbol, melainkan komitmen nyata untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Kami ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi anak-anak PMI sekaligus membuka ruang pengalaman berharga bagi mahasiswa STITA dalam konteks pendidikan internasional,” ungkapnya.

Dr. Effendi menambahkan, kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa STITA untuk terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian internasional, seperti praktik mengajar dan penelitian pendidikan di lingkungan komunitas Indonesia di Malaysia.

Baca Juga :  Cegah KLB Campak, Menkes dan Bupati Sumenep Pastikan Ribuan Anak Sudah Divaksin

Hal ini diharapkan dapat memperkuat wawasan global mahasiswa sekaligus memperkaya pengalaman akademik mereka.

Selain penandatanganan PKS, acara juga diisi dengan sesi diskusi bersama antara para pimpinan perguruan tinggi dan pihak KBRI.

Dalam diskusi tersebut, para peserta menyoroti pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia Indonesia di luar negeri.

Kolaborasi ini dipandang sebagai bagian dari diplomasi pendidikan yang tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga memperkuat peran Indonesia dalam memberikan perlindungan dan pelayanan bagi warganya di perantauan.

“Sinergi antara pemerintah dan kampus menjadi kunci dalam memastikan bahwa anak-anak PMI tidak tertinggal dalam hal pendidikan. Kami berharap kerja sama ini menjadi model bagi kampus lain untuk turut berkontribusi,” ujar salah satu perwakilan Atdikbud yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara Duta Besar RI untuk Malaysia, Dato’ Indera Hermono, dengan seluruh pimpinan perguruan tinggi yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia di mancanegara.

Baca Juga :  Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam

Langkah yang ditempuh STITA Aqidah Usymuni Sumenep ini menunjukkan komitmen nyata lembaga pendidikan di daerah dalam menjawab tantangan global.

Melalui kerja sama internasional ini, STITA tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga turut berperan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia di luar negeri.

Dengan semangat kolaborasi tersebut, STITA Sumenep berharap dapat menjadi bagian penting dari gerakan nasional untuk mencerdaskan anak bangsa tanpa batas geografis menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh warga negara Indonesia, di mana pun mereka berada.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru