Diplomasi Seni di Pasar Global, Lia Istifhama Soroti Peran Strategis Pelaku Budaya

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia memakai Kerudung Biru.

Foto. Dr Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia memakai Kerudung Biru.

SURABAYA, nusainsider.com Keberlangsungan identitas sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran para pelaku budaya yang konsisten menjaga dan merawat warisan leluhur.

Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan mereka menjadi benteng utama dalam mempertahankan jati diri Indonesia agar tetap kokoh di kancah internasional.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting yang menentukan posisi tawar bangsa di mata dunia.

Hal tersebut disampaikannya saat berdialog dengan para praktisi budaya di Surabaya Selatan, Jumat (19/12/2025).

Menurut Senator muda asal Jawa Timur itu, eksistensi pelaku budaya adalah elemen krusial yang tidak boleh diabaikan. Tanpa dedikasi mereka, nilai-nilai luhur bangsa berpotensi terkikis oleh perubahan zaman.

“Kekayaan budaya seperti keris, hingga filosofi hidup yang terkandung dalam aksara Jawa atau Hanacaraka, merupakan kompas moral yang harus tetap dipahami dan diwariskan kepada setiap generasi,” ujar Ning Lia.

Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas komitmen para pegiat budaya yang terus menjaga warisan leluhur.

Baca Juga :  Di Tengah Sorotan Proyek Pelra Rp45,1 Miliar, Kekayaan Kepala KSOP Kalianget Tercatat Rp876 Juta

Menurutnya, menjaga budaya bukan sekadar merawat artefak, melainkan menghidupkan nilai-nilai jati diri bangsa yang seharusnya tertanam dalam sanubari setiap warga negara.

Selain memiliki nilai historis dan filosofis, Lia Istifhama juga melihat potensi ekonomi kreatif yang besar dari sektor kebudayaan. Produk seni berbasis budaya yang dihasilkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai memiliki daya tarik kuat, khususnya di pasar Eropa yang sangat menghargai estetika dan nilai sejarah.

Baca Juga :  Tumpah Ruah! Madura Seru 2 dihadiri Cantika Davinca, Masyarakat Sumenep Terbawa Suasana

Ning Lia berharap produk seni dan budaya lokal dapat masuk dalam skema kerja sama perdagangan internasional, termasuk EU–CEPA. Ia meyakini bahwa sentuhan seni tradisional Indonesia memiliki kelas tersendiri di pasar global.

“Sinergi antara pelestarian nilai budaya dan pengembangan ekonomi kreatif harus terus diperkuat agar karya pengrajin lokal mampu menembus pasar dunia sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan regenerasi di kalangan generasi muda. Menurutnya, seni tradisional mulai kehilangan daya tarik di mata generasi milenial dan Gen Z, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan digital.

Baca Juga :  Menuju Sumenep Bersih dan Sehat, Bappeda Gulirkan Program “Small but Beautiful”

Putri dari ulama kharismatik tersebut mendorong kolaborasi antara pegiat budaya dan kreator konten untuk mengemas aktivitas seni dalam bentuk konten media sosial yang menarik dan kekinian.

“Dengan visual yang estetik dan penyampaian yang relevan, generasi muda akan melihat bahwa mencintai budaya sendiri adalah sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.

Menutup dialog, Ning Lia menekankan pentingnya peran pemerintah sebagai fasilitator melalui berbagai program stimulus. Ia berharap adanya lebih banyak ruang ekspresi, kompetisi, dan penghargaan berbasis budaya guna menumbuhkan kreativitas generasi penerus.

“Dukungan nyata dan wadah berekspresi akan menjadi motor penggerak bagi anak muda untuk kembali mencintai serta melestarikan kekayaan budaya Indonesia,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem
Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus
Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat
Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah
Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan
Konsisten Berbagi, 11 Hari Program Detikzone.id Berbagi Buktikan Media Bisa Menjadi Jembatan Kebaikan
Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo
Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:56 WIB

Isu Jemaah Terlantar di Madinah Dibantah PPIH, Penempatan Hotel Sudah Sesuai Sistem

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:34 WIB

Momen Mengharukan di SDN Barkot 3, Siswa Sungkem Guru Usai Dinyatakan Lulus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:52 WIB

Tak Cukup Penegakan Hukum, HIMAGA Minta Pencegahan Kasus Asusila Anak Diperkuat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:19 WIB

Aksi BEM Jabodetabek Memanas, Mahasiswa Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan Pemerintah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 05:48 WIB

Tipikor Jatim Masuki Tahap Penting, Terdakwa Korupsi BSPS Sumenep Akan Diuji di Persidangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Opini Fauzi As ; Penjahat Bernama Prabowo

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:38 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Polisi Cek Pengelolaan Peternakan Ayam Petelur di Babbalan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:25 WIB

Meski Diguyur Hujan Deras, Koramil 0827/20 Sapudi Tetap Bantu Warga Gotong Royong

Berita Terbaru