SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Festival Ketupat 2026 yang berlangsung meriah di kawasan wisata Pantai Lombang.
Kegiatan tahunan pasca Lebaran ini menghadirkan keunikan berupa pembuatan “Orong Ketupat” dengan berbagai bentuk dan kreasi menarik dari para peserta.
Festival tersebut diikuti oleh berbagai lintas sektor, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah kecamatan, Puskesmas, hingga masyarakat umum.
Kehadiran beragam elemen ini menjadikan festival semakin semarak sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Masing-masing peserta berlomba menampilkan kreativitas terbaiknya dalam merangkai orong ketupat.
Tidak hanya mengandalkan keindahan, para peserta juga dituntut menyelesaikan karyanya sesuai dengan batas waktu (red. Deadline) yang telah ditentukan oleh panitia.
Di tengah kemeriahan acara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, tampak hadir langsung memberikan dukungan kepada peserta dari instansinya. Ia terlihat aktif menyemangati tim agar mampu menampilkan hasil terbaik.
Menurutnya, Festival Ketupat bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan juga sarana untuk melestarikan budaya lokal yang sarat makna kebersamaan dan gotong royong.
“Festival ini menjadi momentum penting untuk menjaga tradisi sekaligus mempererat hubungan antar instansi dan masyarakat.
Ketupat bukan hanya makanan khas, tetapi juga simbol kebersamaan dan kekompakan,” ujarnya.
Kadis inspiratif yang juga mantan Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) itu mengaku bangga melihat antusiasme peserta yang begitu tinggi dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menilai, semangat kolaborasi yang ditunjukkan menjadi cerminan kuatnya nilai budaya di tengah masyarakat Sumenep.
Iksan, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kegiatan seperti Festival Ketupat harus terus dilestarikan dan dikembangkan agar mampu menjadi daya tarik wisata budaya daerah.
“Ke depan, festival ini harus terus kita dorong agar semakin berkembang, tidak hanya menjadi tradisi lokal, tetapi juga mampu menarik wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang pun menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya lokal Sumenep tetap hidup dan berkembang, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreativitas masyarakat dalam balutan tradisi yang penuh makna.
![]()
Penulis : Wafa
















