SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep (Disdik) menyiapkan pola khusus kegiatan sekolah selama Ramadan 2026. Dalam skema tersebut, pembelajaran akademik tetap berjalan seperti biasa, namun disertai penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.
Kebijakan itu saat ini masih menunggu terbitnya surat edaran Bupati Sumenep sebagai payung hukum resmi. Setelah surat edaran tersebut keluar, Disdik akan segera menindaklanjutinya dengan menerbitkan edaran lanjutan kepada seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Sumenep.
Kepala Disdik Sumenep, Mohamad Iksan, mengatakan pengaturan teknis kegiatan selama Ramadan akan mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Setelah ada surat edaran dari bupati, kami akan menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di semua jenjang, mulai TK, PAUD, SD, hingga SMP,” kata Mohamad Iksan, Rabu (18/02/2026).
Iksan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pola kegiatan Ramadan difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan keagamaan serta keberlanjutan proses belajar mengajar.
Pada aspek keagamaan, sekolah didorong untuk menggelar kegiatan yang efektif dan bersifat fakultatif. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
“Kegiatan tersebut di antaranya penyampaian hikmah puasa, pahala puasa, serta penguatan ibadah-ibadah tambahan dalam rangka menyambut dan menghiasi bulan Ramadan,” ujarnya.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis dalam membentuk karakter religius siswa.
Karena itu, sekolah diharapkan mampu mengemas kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan pembiasaan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pada aspek akademik, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan penyesuaian waktu dan metode. Sekolah diberi keleluasaan untuk mengatur durasi belajar agar tetap efektif tanpa membebani siswa yang sedang berpuasa.
Mantan Kepala Disbudporpar Sumenep itu menegaskan, sekolah dapat menyelingi pembelajaran dengan agenda keagamaan Ramadan sehingga suasana belajar tetap kondusif dan relevan dengan nuansa bulan suci.
“Dengan pola tersebut, sekolah tetap menjalankan pembelajaran setiap hari, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter religius peserta didik,” tegasnya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter menjadi kunci utama dalam kebijakan ini. Disdik tidak ingin kegiatan Ramadan justru mengurangi kualitas pembelajaran, tetapi sebaliknya menjadi nilai tambah dalam proses pendidikan.
Oleh karena itu, Iksan berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep dapat menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten dan penuh tanggung jawab.
Ia juga meminta para kepala sekolah dan guru untuk berinovasi dalam merancang kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan tetap menyenangkan bagi siswa.
“Ramadan diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter tanpa mengurangi capaian akademik siswa. Keseimbangan antara pendidikan karakter dan akademik menjadi kunci agar kegiatan belajar selama Ramadan tetap efektif dan bermakna,” pungkas alumni PMII Surabaya itu.
![]()
Penulis : Wafa
















