Menanti SE Bupati, Disdik Sumenep Matangkan Skema Kegiatan Sekolah Selama Ramadan

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan S.Pd., MT

Foto. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan S.Pd., MT

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep (Disdik) menyiapkan pola khusus kegiatan sekolah selama Ramadan 2026. Dalam skema tersebut, pembelajaran akademik tetap berjalan seperti biasa, namun disertai penguatan nilai-nilai keagamaan bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.

Kebijakan itu saat ini masih menunggu terbitnya surat edaran Bupati Sumenep sebagai payung hukum resmi. Setelah surat edaran tersebut keluar, Disdik akan segera menindaklanjutinya dengan menerbitkan edaran lanjutan kepada seluruh satuan pendidikan di wilayah Kabupaten Sumenep.

Kepala Disdik Sumenep, Mohamad Iksan, mengatakan pengaturan teknis kegiatan selama Ramadan akan mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Setelah ada surat edaran dari bupati, kami akan menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di semua jenjang, mulai TK, PAUD, SD, hingga SMP,” kata Mohamad Iksan, Rabu (18/02/2026).

Iksan sapaan akrabnya menjelaskan bahwa pola kegiatan Ramadan difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan keagamaan serta keberlanjutan proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Opini: Peredaran Rokok Ilegal di Madura, Peran Pejabat Desa dan Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Pada aspek keagamaan, sekolah didorong untuk menggelar kegiatan yang efektif dan bersifat fakultatif. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan tersebut di antaranya penyampaian hikmah puasa, pahala puasa, serta penguatan ibadah-ibadah tambahan dalam rangka menyambut dan menghiasi bulan Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, Ramadan merupakan momentum strategis dalam membentuk karakter religius siswa.

Baca Juga :  Hari Pangan Sedunia 2023 ; Pemkab Sumenep Terima penghargaan dari Gubernur Jatim

Karena itu, sekolah diharapkan mampu mengemas kegiatan yang tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memberikan pemahaman dan pembiasaan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pada aspek akademik, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan penyesuaian waktu dan metode. Sekolah diberi keleluasaan untuk mengatur durasi belajar agar tetap efektif tanpa membebani siswa yang sedang berpuasa.

Mantan Kepala Disbudporpar Sumenep itu menegaskan, sekolah dapat menyelingi pembelajaran dengan agenda keagamaan Ramadan sehingga suasana belajar tetap kondusif dan relevan dengan nuansa bulan suci.

“Dengan pola tersebut, sekolah tetap menjalankan pembelajaran setiap hari, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter religius peserta didik,” tegasnya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter menjadi kunci utama dalam kebijakan ini. Disdik tidak ingin kegiatan Ramadan justru mengurangi kualitas pembelajaran, tetapi sebaliknya menjadi nilai tambah dalam proses pendidikan.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep : Sisa Anggaran Pilkada 2024 Dikembalikan, KPU Sumenep Setor Rp1,6 Miliar ke Kas Daerah

Oleh karena itu, Iksan berharap seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep dapat menjalankan kebijakan tersebut secara konsisten dan penuh tanggung jawab.

Ia juga meminta para kepala sekolah dan guru untuk berinovasi dalam merancang kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan tetap menyenangkan bagi siswa.

“Ramadan diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter tanpa mengurangi capaian akademik siswa. Keseimbangan antara pendidikan karakter dan akademik menjadi kunci agar kegiatan belajar selama Ramadan tetap efektif dan bermakna,” pungkas alumni PMII Surabaya itu.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep
Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”
Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan
Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:57 WIB

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 15:55 WIB

Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Berita Terbaru