MH. Said Abdullah Ajak Pemuda Sumenep Rawat Persatuan di Era Digital

Senin, 22 Desember 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama MH Sa'id Abdullah

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama MH Sa'id Abdullah

SUMENEP, nusainsider.com Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sumenep dengan melibatkan kalangan pemuda dan mahasiswa, Senin (22/12/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, tersebut difokuskan pada penguatan nilai toleransi dan persatuan bangsa di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini tidak dikemas secara seremonial. Para peserta justru diajak berdialog secara kritis untuk memaknai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai hidup yang harus diwujudkan dalam sikap, keputusan, dan tindakan sehari-hari.

Salah satu narasumber, Moh. Thoha, menegaskan bahwa pesatnya kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tidak boleh menggerus tanggung jawab moral manusia.

Baca Juga :  Polres Sumenep Membenarkan Adanya Tembusan Laporan ALARM Terkait Dugaan Maraknya Rokok Ilegal Milik HM

Menurutnya, krisis kebangsaan yang dihadapi saat ini bukan disebabkan oleh minimnya pengetahuan, melainkan melemahnya komitmen etis dan kesadaran kebangsaan.

“Pengetahuan hari ini bisa diakses dengan mudah, bahkan sebagian bisa digantikan oleh AI. Tetapi komitmen kebangsaan, kejujuran, dan tanggung jawab moral tidak bisa diwakilkan oleh teknologi,” ujar Thoha.

Ia menambahkan, Indonesia sejak lama telah memiliki tradisi hidup dalam perbedaan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, merupakan warisan sejarah yang menuntut perawatan dan penguatan secara berkelanjutan.

“Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kesadaran untuk saling menghormati. Jika tidak dirawat, perbedaan justru berpotensi melahirkan konflik,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Faishol Ridho, mengingatkan bahwa arah pembangunan nasional selama ini cenderung lebih menitikberatkan aspek ekonomi, sementara dimensi kebangsaan dan kemanusiaan kerap terpinggirkan.

Baca Juga :  Tren Positif HIV/AIDS di Sumenep, Angka Kematian Menurun dalam Dua Tahun Terakhir

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan solidaritas sosial dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

“Perdebatan publik hari ini lebih banyak berkutat pada kepentingan dan kekuasaan, bukan pada nilai, etika, dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Faishol juga menekankan pentingnya pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan serta hak generasi mendatang.

“Jika lingkungan rusak dan nilai kemanusiaan diabaikan, maka persatuan bangsa hanya akan menjadi slogan semata,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemuda dan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam ruang-ruang kebijakan publik sebagai bagian dari tanggung jawab kebangsaan.

Baca Juga :  Mudik Gratis Bareng Bupati Sumenep 2025, Warga Antusias Sambut Kepulangan ke Kampung Halaman

Diskusi berlangsung dinamis melalui sesi tanya jawab yang mencerminkan kegelisahan generasi muda terhadap isu intoleransi, polarisasi di media sosial, serta tantangan menjaga persatuan bangsa di era digital. Kegiatan ini turut didampingi oleh dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H.

Melalui kegiatan ini, Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diharapkan tidak berhenti pada tataran pemahaman konseptual, melainkan menjadi penggerak kesadaran kolektif generasi muda Sumenep dalam merawat toleransi, persatuan, dan masa depan Indonesia secara nyata.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru