SUMENEP, nusainsider.com — Pernyataan kontroversial datang dari seorang pengusaha rokok asal Madura, H. Taufik, pemilik perusahaan rokok Dua Pelangi dan Bunda Jaya, alamat Dusun Bragung kecamatan Guluk-Guluk Sumenep Madura mengaku memiliki kedekatan dengan Kapolres Pamekasan dan seorang Jenderal TNI Bintang Dua.
Pernyataan tersebut dilontarkan saat dirinya melakukan panggilan WhatsApp kepada Pimpinan Redaksi nusainsider.com pada Minggu pagi, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 08.12 WIB, dengan nada tinggi dan emosi meluap.

“Ngkok mun acaca benni ghun ben Kapolres Pamekasan tape ben Jenderal Bintang Dua kea mas, ben hormat mun atemmo ben ngkok,” kata H. Taufik dalam campuran Bahasa Madura dan Indonesia.(Red: Saya kalau bicara bukan hanya dengan Kapolres, tapi juga dengan Jenderal Bintang Dua mas, bahkan hormat ketika ketemu dengan saya).
Pernyataan itu sontak memicu pertanyaan publik. Siapa sebenarnya Kapolres Pamekasan dan Jenderal Bintang Dua yang dimaksud H. Taufik dalam pengakuannya itu?
Pernyataan tersebut juga memunculkan dugaan adanya relasi kekuasaan yang coba ditonjolkan oleh sang pengusaha, terutama dalam konteks ketegangan antara dirinya dan pihak redaksi media.
Pewarta nusainsider.com masih berusaha mengonfirmasi kebenaran pengakuan H. Taufik kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada Kapolres Pamekasan dan jajaran TNI berpangkat Jenderal Bintang Dua.
Upaya konfirmasi kepada Kapolres Pamekasan telah dilakukan melalui aplikasi WhatsApp pada Rabu malam, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 20.22 WIB.
Meskipun pesan telah centang dua dan terlihat masuk, hingga berita ini dinaikkan belum ada tanggapan atau balasan dari pihak Kapolres Pamekasan.
Pewarta juga telah mencoba menghubungi Kapolres melalui panggilan WhatsApp pada Kamis pagi, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 09.32 WIB, namun panggilan hanya berstatus “Memanggil” dan tidak dijawab.
Sementara itu, identitas Jenderal TNI Bintang Dua yang dimaksud H. Taufik masih menjadi misteri. Pewarta tengah menelusuri kemungkinan hubungan pribadi maupun profesional antara H. Taufik dengan jajaran TNI.
Publik berharap agar pernyataan seperti itu tidak menjadi sarana intimidasi terhadap kebebasan pers dan kerja jurnalistik, terutama dalam ruang demokrasi yang menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.
Pihak nusainsider.com menegaskan bahwa segala bentuk tekanan atau ancaman terhadap media tidak boleh dibiarkan dan harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, termasuk aparat penegak hukum dan institusi militer.
Redaksi juga membuka ruang klarifikasi bagi Kapolres Pamekasan maupun pihak TNI jika ingin meluruskan atau memberikan penjelasan terhadap pernyataan H. Taufik yang kini menjadi sorotan.
![]()
Penulis : Wafa

















