Oknum Hukum Tua Desa Wanga Diduga Dana Duka Warga Disulap

- Pewarta

Sabtu, 20 April 2024 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MINSEL, nusainsider.com Kontroversi Sumbangan Dana Duka Yang di duga Tidak diberikan Kepada warga Keluarga yang berduka oleh Hukum Tua Desa Wanga Olvi Lembong ibarat di sulap oleh Hukum Tua Desa Wanga Kabupaten Minahasa Selatan.l, Sabtu, 20 April 2024.

Pada beberapa pekan yang lalu Seorang ibu menyambangi Kantor Kepolisian Resort Minahasa Selatan (Polres Minsel) untuk menyampaikan Surat Pengaduan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) dimana Seorang ibu melaporkan oknum Pengurus PKK, yaitu Mitje Tamba (MT) dimana oknum tersebut bertindak sebagai Pengurus Sumbangan Dana Duka di kampung tersebut dan juga oknum Hukum Tua Olvi Lembong.

Menurut informasi dari Keluarga kepada Tim Media, Bahwa kejadian bermula pada Kematian salah satu anggota keluarga Yaitu kakak dari seorang ibu berinisial SO yang bernama Alm. Noldy Oping pada Tanggal 3 Januari 2024.

Kemudian seperti biasanya tradisi di setiap kampung di Minsel bahwa setiap ada Kedukaan akan ada juga pengumpulan Sumbangan dari Masyarakat yang ‘ingin’ memberikan Sumbangan kepada Keluarga yang berduka.

Baca Juga :  Akibat Keberpihakan Wasit di Lapangan, Pertandingan U-15 di Sumenep kembali Ricuh

Dan seperti penyampaian Ibu SO bahwa sebelum Almarhum Kakaknya meninggal memang sudah lama sakit.

“Kita pe Kakak kwa so lama saki kasiang, so sering kasana Kamari pa Dokter. Bahkan sejak dpe istri masih hidup dorang dua (suami-istri) so saki-saki sampe meninggal.” Tutur Ibu SO

Dan setiap kali Almarhum sakit selalu dia (NO) Telpon pa kita suruh datang Lia akang. Apalagi setelah Almarhum pe istri meninggal pada Tahun 2022 bulan november lalu, selalu kita yang Almhum ja telpon. Dan terakhir kasiang dia saki tu bulan November Tahun lalu(2023), dia suruh antar pigi pa Dokter.

Kong pulang dari pa Dokter kita suruh nginap dirumah pa kita. Pas ada nginap dirumah pa kita, kong Almarhum pe anak-anak katu datang ba lia (jenguk) dorang pe papa da saki kong Iko pulang.

Setelah dia so rasa mendingan, dia minta antar pulang di Wanga. Dan pada akhirnya dia meninggal di Tanggal 03 Januari 2024.” Tambah ibu SO lagi

Setelah kematian dari Almarhum NO itu bekinglah ibadah pemakaman seperti biasanya (setiap ada kematian) dimana setiap masyarakat akan memberikan Sumbangan bagi yang ingin memberikan Sumbangan Diakonia Duka, dan ada juga pengurus duka di Desa WANGA yang mengatur jalannya kegiatan pengumpulan Dana Duka tersebut.

Diketahui dari keterangan Keluarga bahwa penyumbang yang datang dari Keluarga Besar yang ada di luar kampung WANGA dan ada beberapa Anggota Dewan serta Caleg turut memberikan Sumbangan Diakonia Duka.

Baca Juga :  Soroti Kalender Event Sumenep, Politisi dan Aktivis Satu Frekuensi

“Waktu acara Duka, banyak Keluarga kami yang dari luar kampung (WANGA) Kabupaten Minahasa Selatan yang datang turut hadir berbelasungkawa dan turut meninggalkan sumbangan dana duka untuk kami keluarga yang berduka. Bahkan ada beberapa Anggota Dewan dan Caleg berikan sumbangan untuk kami keluarga yang berduka.” Papar Ibu SO

Dan anehnya masih sementara masyarakat dan Donatur yang lain sedang memberikan sumbangan duka dan beras (yang menjadi kewajiban masyarakat apabila ada kedukaan), tiba- tiba salah satu pengurus sumbangan duka (ibu MT) langsung memerintahkan anggotanya untuk segera menjual sebagian beras yang terkumpul dengan alasan “mo ba logong”, tanpa berkomunikasi dengan pihak keluarga.” Imbuhnya lagi

Menurut informasi yang diperoleh tim media ini yang namanya enggan dipublikasi bahwa, sewaktu oknum ibu MT akan menjual sebagian beras sumbangan bahwa ada beberapa masyarakat komplain.

Karena oknum ibu MT menjual dengan harga dibawah harga beras di pasaran, dimana mereka merasa rugi. Dikarenakan oleh karena kewajiban memberikan beras untuk sumbangan maka merak harus membeli beras dan akan disumbangkan kepada Keluarga yang berduka.

“Masa beras yang kami beli sekira Rp. 12.000/Ltr hanya dijual Rp. 8.000/Ltr”. Tutur beberapa masyarakat yang merasa tidak setuju dengan tindakan oknum MT tersebut lewat keterangan dari seseorang yang identitasnya tidak ingin dipublikasi.

Anehnya lagi, sesuai Program Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan bahwa setiap kematian akan diberikan Sumbangan dari Pemerintah sebesar Rp. 1.000.000,- untuk keluarga yang berduka, tapi sekalipun itu Simbolis tp yang menyerahkan dorang Deng dorang Jo. KLO NDA salah kumtua Deng perangkat Jo yang menyerahkan Deng yang menerima itu amplop simbolis.

Ketua Investigasi LSM KIBAR Alfrets Inkiriwang saat di wawancara awak media via WhatsApp meminta dengan tegas kepada APH dalam hal ini Polres Minahasa Selatan untuk mengusut tuntas oknum Hukum Tua Desa Wanga di Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan laporan atau keluhan warga masyarakat yang ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.

Warga sudah berduka,dana duka di sulap ini jelas sudah menyengsarakan warga masyarakat di Desa Wanga, “tutup Alfrets Inkiriwang.

Loading

Penulis : Winsy

Berita Terkait

Potret 38 Kabupaten Se Jawa Timur, Sumenep Paling Sakti. Berikut Rahasia dan Buktinya
Viral Penolakan Masyarakat Bawean Atas Tudingan Budaya Thok Thok Sapi, Senator Jatim: Wajib Sebagai Pembelajaran
Harkitnas 2024, Lia Istifhama Dorong Generasi Muda Miliki Contigency Plan
Tersangka dan Calon Tersangka PATM Menghilang, Polda Jatim Terkesan Cuci Tangan
Budi Global Siap Bertarung di Pilkada Kabupaten Solok
Sulaisi Abdurrazaq Himbau Polda Jatim tidak Menyembunyikan Pelaku Tipidkor PATM di Sumenep
Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas
Anggaran Rp4,8 Miliar Raib, Kasus Mangkrak Korupsi PATM dinilai Ajaib

Berita Terkait

Rabu, 22 Mei 2024 - 11:15 WIB

Potret 38 Kabupaten Se Jawa Timur, Sumenep Paling Sakti. Berikut Rahasia dan Buktinya

Senin, 20 Mei 2024 - 15:46 WIB

Viral Penolakan Masyarakat Bawean Atas Tudingan Budaya Thok Thok Sapi, Senator Jatim: Wajib Sebagai Pembelajaran

Senin, 20 Mei 2024 - 10:55 WIB

Harkitnas 2024, Lia Istifhama Dorong Generasi Muda Miliki Contigency Plan

Minggu, 19 Mei 2024 - 20:57 WIB

Budi Global Siap Bertarung di Pilkada Kabupaten Solok

Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:41 WIB

Sulaisi Abdurrazaq Himbau Polda Jatim tidak Menyembunyikan Pelaku Tipidkor PATM di Sumenep

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:21 WIB

Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas

Jumat, 17 Mei 2024 - 07:55 WIB

Anggaran Rp4,8 Miliar Raib, Kasus Mangkrak Korupsi PATM dinilai Ajaib

Kamis, 16 Mei 2024 - 18:24 WIB

Stafsus Menang RI Tekankan Guru Agama Islam harus Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru