Pameran Pembangunan! Bupati Fauzi: Kebudayaan adalah Fondasi Pembangunan

Senin, 1 September 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH didampingi Plt Kepala Sekda Sumenep Drs. Raden Achmad Syahwan Effendy di Stand Kecamatan Kepulauan Raas, Gayam dan Nonggunong.

Foto Bersama Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH didampingi Plt Kepala Sekda Sumenep Drs. Raden Achmad Syahwan Effendy di Stand Kecamatan Kepulauan Raas, Gayam dan Nonggunong.

SUMENEP, nusainsider.com — Malam kelima pelaksanaan Pameran Pembangunan dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #3 menjadi momen istimewa.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, untuk pertama kalinya mengunjungi stand Kecamatan Kepulauan Raas, Gayam, dan Nonggunong didampingi Plt Sekda Sumenep Syahwan Effendy.

Kunjungan berlangsung pada Senin (1/9/2025) malam sekitar pukul 19.43 WIB di GOR A Yani Sumenep.

Stand kolaborasi tiga kecamatan tersebut tampil memukau dengan menonjolkan budaya khas daerah. Ragam karya seni, tradisi, serta potensi lokal dipamerkan, mulai dari ikon Koceng Besok Raas, tradisi kerapan sapi Pulau Sapudi, hingga simbol burung kepodang dan camilan khas kepulauan.

Bupati Fauzi mengaku bangga dengan apa yang dipresentasikan, khususnya terkait keberadaan Kucing Busok, yang juga dikenal sebagai Koceng Busok Raas. Kucing ini merupakan ras kucing asli Indonesia dan hanya ditemukan di Pulau Raas.

Baca Juga :  Puskesmas Batang-Batang Turun ke Sekolah, Ratusan Siswa Antusias Jalani Pemeriksaan Gratis

Kucing Busok memiliki ciri fisik yang unik. Tubuhnya lebih besar dibanding kucing kampung biasa, kepala berbentuk agak persegi di bagian atas dengan dagu lancip, serta telinga runcing yang menjulang ke atas. Bulu berwarna abu-abu kebiruan polos dengan tekstur tebal semakin menambah keistimewaan ras ini.

“Ras Kucing Busok ini adalah kekayaan asli Pulau Raas dan Madura. Keberadaannya patut kita banggakan karena termasuk hewan endemik Indonesia yang sangat langka,” ungkap Bupati Fauzi saat mengunjungi Stand 3 Kecamatan asal Kepulauan tersebut, Senin 1 September 2025.

Menurut catatan, pada 2018 populasi Kucing Busok diperkirakan hanya sekitar 100 ekor.

Baca Juga :  Sumenep Punya Wisata Baru: Petik Melon Gratis Sekaligus Belajar Bertani

Sejarahnya, kucing ini dahulu hanya dipelihara oleh kalangan bangsawan atau keluarga ningrat Madura, termasuk para kiyai. Statusnya yang istimewa membuatnya memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi bagi masyarakat Madura.

Selain Kucing Busok, Pulau Sapudi yang juga diwakili dalam pameran menegaskan identitasnya sebagai “Pulau Sapi”.

Dari daerah ini lahir sapi-sapi Madura unggulan yang dikenal dengan kekuatan, kecepatan, dan ketahanannya. Tradisi kerapan sapi yang masih terjaga menjadi bukti kuatnya ikatan masyarakat Sapudi dengan warisan leluhur.

“Tradisi kerapan sapi ini adalah warisan budaya yang menunjukkan betapa kuatnya ikatan masyarakat dengan leluhurnya. Dan inilah kekayaan budaya yang harus terus kita jaga,” lanjut Bupati yang akrab disapa Bang Uji itu.

Tak hanya itu, camilan khas kepulauan dan simbol burung kepodang juga dipamerkan. Kehadiran unsur-unsur budaya ini menjadi bukti nyata betapa Sumenep kaya akan khazanah budaya yang tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga aset nasional.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Apresiasi Madura Pop Talent 2025, Harap Sumenep Jadi Pusat Seni Vokal Nasional

Menurut Bupati Fauzi, melalui pameran pembangunan, budaya bukan hanya menjadi sarana hiburan, melainkan juga fondasi pembangunan.

Nilai dan norma yang terkandung dalam kebudayaan diyakini mampu memandu perilaku masyarakat. Selain itu, kekayaan sosial dan tradisi yang diwariskan leluhur dapat menjadi modal besar dalam pembangunan daerah.

“Melalui pameran ini, kita tegaskan bahwa kebudayaan adalah fondasi pembangunan. Ia memberikan arah, nilai, dan semangat, sekaligus menjadi modal sosial bagi kemajuan Sumenep ke depan,” Tutupmya. 

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru