Parade Combodug 2026 Sampang Meriah, Filosofi Hitam Putih Jadi Sorotan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menggelar Parade Combodug 2026 sebagai agenda tahunan penuh warna dan sarat nilai budaya. Kegiatan yang memasuki penyelenggaraan ke-5 ini berlangsung meriah di Alun-Alun Trunojoyo Sampang, Jumat (27/3/2026) malam.

Sejak pukul 19.00 WIB, ribuan masyarakat tampak memadati area alun-alun untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang menjadi kebanggaan warga Madura tersebut.

Mengusung tema “Atellasan E Sampang”, parade ini menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal, khususnya tradisi daul combo yang telah mengakar kuat di Kabupaten Sampang.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga bagian penting dari identitas budaya yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi.

Dalam sambutan Bupati Sampang yang dibacakan Sekretaris Daerah, Yuliadi Setiyawan, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Sampang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, Forkopimda, aparat keamanan, termasuk Kapolres dan Dandim beserta jajaran, serta para peserta daul combo yang berjumlah 30 kelompok,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran para peserta tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Masyarakat Pesisir Wajib Tahu, Begini Himbauan BMKG Sumenep

Menurutnya, Parade Combodug merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya lokal sesuai harapan masyarakat Sampang.

Berbagai kreasi musik tradisional daul ditampilkan dengan atraksi unik dan penuh inovasi dari masing-masing kelompok peserta, menambah semarak suasana malam itu.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sorak sorai penonton dan gemuruh tabuhan musik tradisional menciptakan suasana yang hidup dan penuh energi budaya.

Di akhir sambutannya, Sekda berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, lancar, dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat.

“Semoga pelaksanaan parade daul combo ini berlangsung dengan selamat, khidmat, dan memberikan kebahagiaan bagi seluruh warga Sampang,” tambahnya.

Acara kemudian secara resmi dibuka dengan ucapan, “Bismillahirrahmanirrahim, Parade Daul Combo saya nyatakan dibuka dan dimulai.”

Baca Juga :  Kapal Cepat Express Bahari 8B Rute 3 Wilayah, Resmi Mulai Beroperasi Hari ini

Salah satu daya tarik utama dalam parade tahun ini adalah kehadiran dua grup musik tong-tong legendaris asal Kabupaten Sumenep, yakni Mega Remmeng (MR) dan Angin Ribut (AR).

Kedua grup tersebut tampil berjejer dengan dekorasi yang kontras namun memikat, menghadirkan nuansa berbeda dalam gelaran Combodug 2026.

Mega Remmeng tampil dominan dengan warna hitam, sementara Angin Ribut hadir dengan warna dasar putih, menciptakan perpaduan visual yang sarat makna filosofis.

Konsep hitam dan putih yang mereka tampilkan bukan sekadar estetika, melainkan mengandung pesan mendalam tentang kehidupan manusia.

Filosofi tersebut menggambarkan bahwa hidup selalu berjalan di antara dua sisi, yakni baik dan buruk, gelap dan terang, yang tidak saling bertentangan, melainkan saling melengkapi.

Dalam perspektif kehidupan, warna hitam dimaknai sebagai fase kesedihan, kegagalan, dan refleksi diri. Sebuah ruang sunyi tempat manusia belajar memahami dirinya secara jujur.

Dari fase itulah lahir keteguhan, kesabaran, dan kekuatan baru yang membentuk karakter seseorang.

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang Warnai Mudik Gratis ke Kepulauan Sumenep

Sebaliknya, warna putih melambangkan harapan, kesempatan baru, serta semangat untuk bangkit dan melangkah ke masa depan yang lebih baik.

Namun demikian, kedua warna tersebut tidak berdiri sendiri. Kehidupan sejatinya adalah perpaduan antara keduanya, yang membentuk perjalanan unik setiap individu.

Pesan inilah yang ingin disampaikan Mega Remmeng dan Angin Ribut melalui penampilan mereka di hadapan masyarakat Sampang.

Bahwa tidak ada kehidupan yang sepenuhnya terang, dan tidak ada pula yang selamanya gelap. Semua berjalan beriringan, saling melengkapi dalam membentuk makna hidup.

Penampilan dua grup legendaris tersebut sukses mencuri perhatian penonton, sekaligus memperkaya nilai budaya dalam Parade Combodug 2026.

Dengan kemeriahan dan pesan mendalam yang dihadirkan, Parade Combodug tahun ini kembali menegaskan bahwa tradisi lokal tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penguat rasa bangga masyarakat terhadap identitas daerahnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026
Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual
“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas
Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton
MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam
Habis Fun Run, Gas Lagi! Fira Cantika Bakal Temani Warga Sumenep di MCF #4 Malam Ini
Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:31 WIB

MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Berita Terbaru