Proses Politik Ning Lia, Komitmen Menguatkan Marwah Demokrasi Pemilu 2024

Minggu, 10 Maret 2024 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dr Lia Istifhama, S. Sos., S.Sos.i., M.E.I (Senator DPD RI Jatim Periode 2024-2029)

Foto Dr Lia Istifhama, S. Sos., S.Sos.i., M.E.I (Senator DPD RI Jatim Periode 2024-2029)

JATIM, nusainsider.com Munculnya Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jawa Timur pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 memunculkan banyak kejutan.

Pasalnya, Kejutan terjadi tidak hanya pada coblosan pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden serta dewan perwakilan rakyat (DPR), tapi juga pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Munculnya Dr Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia Di Jawa Timur sebagai kandidat kuat anggota DPD RI dengan perolehan suara terbanyak ketiga, setelah dua petahana Ahmad Nawardi dan AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, menggebrak dengan perolehan suara 2.732.725. Jumlah ini, menempatkannya sebagai newcomer DPD RI urutan ketiga setelah Komeng dan Taj Yasin Maimoen dari Jawa Tengah dengan perolehan sebanyak 3.232.651 dan 3.190.447 suara.

Dengan perolehan suara mencapai 2,7 juta lebih itu, menempatkan Ning Lia sebagai calon senator pendatang baru nomor wahid dari kalangan perempuan jawa Timur.

Baca Juga :  Menggelegar, 2 Grup tong-tong Legend Bertemu di Markas Besar Mega Remmeng

Untuk senator perempuan, Ning Lia berada diposisi kedua setelah Casytha Arriwi Kathmandu dari daerah pemilihan Jawa Tengah yang memperoleh suara 2.955.663. Putri politikus senior PDI Perjuangan Bambang Pacul itu merupakan senator petahana.

Keberhasilan Ning Lia ini tidak datang secara tiba-tiba. Akan tetapi melalui perjalanan panjang dan perjuangan keras. Dia tak mengandalkan nama besar keluarganya sebagai jualan utamanya. Tapi membawa sejumlah program dari organisasi yang diikutinya, pengadiannya untuk bangsa dia lalui sejak berada di berbagai organisasi, ide-ide kreatif pembangunan juga telah disampaikan dan dieksekusi.

Ning Lia merupakan putri komandan Banser sekaligus tokoh Nahdliyin KH Masykur Hasyim dan Hj Aisyah. Dia juga keponakan Gubernur Jatim periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa. Dua nama ini yang menjadi panutannya hingga memantapkan diri terjun ke dunia politik.

Sebelum mendaftar sebagai calon DPD RI, Ning Lia sebelumnya aktif sebagai Ketua DPD Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jatim sejak 2019. Ning Lia juga menjabat Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim sejak 2020 dan Ketua Yayasan Universitas Taruna Surabaya.

Selain itu, Ning Lia juga aktif diberbagai organisasi seperti Fatayat NU, KORMI dan Perempuan Tani HKTI Jatim. Sejak kuliah di Universitas Airlangga (Unair) dan UIN Sunan Ampel, dia aktif di organisasi mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).

Baca Juga :  Dukung Program Pemenuhan Pangan, Lia Istifhama Salurkan Segelas Beras di Lamongan

Perjalanan politik Ning Lia dimulai sejak mendaftar sebagai bakal calon wali kota (bacawali) Surabaya lewat PDI Perjuangan pada 2019. Namun sayangnya, ikhtiarnya itu harus kandas karena kalah bersaing dengan Eri Cahyadi dan Armuji yang ditetapkan sebagai cawali dan cawawali Surabaya kala itu.

Gagal maju sebagai cawali Surabaya, tak membuat Ning Lia putus asa. Dia tetap aktif sebagai aktivis perempuan Jatim. Dia juga aktif menulis opini disejumlah media, menulis novel hingga meluncurkan beberapa lagu dengin lirik ciptaannya. Diantaranya ‘Cinta Tani’, ‘Syair Tani’, dan ‘Petani Bejo’.

Jalan politik Ning Lia akhirnya jatuh pada DPD RI. Dia mendaftar sebagai calor DPD RI pada Selasa 9 Mei 2023. Waktu mendaftar, Ning Lia didampingi langsung sang ibunda, Hj Aisyah Masykur Hasyim.

Foto. Ning Lia Istifhama saat mendaftar di KPU didampingi keluarga Besar

Saat mendaftar itu, Ning Lia mengaku mendapat restu dari Khofifah. “Bu Khofifah responnya bagus dan mengucapkan Alhamdulillah saat saya meminta izin untuk maju DPD RI. Beliau juga merestui dan mendoakan saya semoga sukses,” kata Ning Lia waktu mendaftar DPD RI.

Sambutan hangat juga disampaikan Khofifah, saat mengetahui keponakannya itu berpeluang besar lolos DPD RI saat masih masa perhitungan dimulai. “Alhamdulillah, mudah-mudahan lolos ya,” kata Khofifah saat dimintai tanggapan mengenai hasil perhitungan sementara DPD RI.

Baca Juga :  Wow! Diluar Dugaan, Perolehan Suara Ning Lia Nomor Dua Tertinggi di Madura

Menurut Khofifah, Ning Lia memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menjadi senator RI. Pengalamannya dibanyak organisasi membuatnya matang dan tangguh.

“Saya rasa Lia punya kompetensi bagus. Mudah-mudahan lolos ya, mohon doanya,” ungkap mantan Menteri Sosial era Presiden Joko Widodo dan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini.

Mengetahui peluang lolos ke Senayan terbuka lebar, Ning Lia mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada para relawan yang telah membantu perjuangannya. Sebab tanpa relawan, rasanya sangat mustahil dia bisa memperoleh suara hingga 2,7 juta lebih di pemilihan DPD RI ini.

“Alhamdulillah proses politik telah kami jalankan secara utuh, sesuai komitmen kami menguatkan marwah pemilu di negara demokrasi ini. Kita juga patut bersyukur Pemilu 2024 berjalan lancar dan demokratis,” ungkap Ning Lia.

Dia optimis dengan hasil suara yang diraih, setelah sekian minggu melakukan pengecekan suara dari tingkat dasar di form C1, tingkat PPK, hingga kabupaten/kota. “Insya Allah hasil indah akan kami dapatkan. Kebetulan kami memiliki saksi dihampir semua kecamatan di Jatim. Jadi hasilnya kami kawal sampai tuntas,” katanya.

Setelah diprediksi suaranya bertengger diurutan ketiga calon DPD RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, Ning Lia menyatakan jika amanah yang telah diterimanya itu bukan untuk main-main dan mengejar gengsi. Namun ada janji yang harus diperjuangkan untuk kepentingan rakyat.

“Amanah itu Berat. Jabatan politik bukan sebuah prestise. Melainkan sebuah posisi yang disebabkan adanya kepercayaan masyarakat. Maka itulah perjuangan sesungguhnya. Berbuat baik kadang kala lebih sulit ketimbang berbuat kecurangan. Makanya kita wajib jaga kebaikan demi bangsa ini,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mam

Editor : Wafa

Berita Terkait

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini
Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
SK Kepengurusan Diserahkan di Surabaya, PKB Pamekasan Perkuat Konsolidasi 2026–2030
SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:34 WIB

Ucapan Harkopnas Bupati Sumenep Diduga Sarat Sinyal Politik, GPPD Bocorkan Hal Ini

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:29 WIB

SK Kepengurusan Diserahkan di Surabaya, PKB Pamekasan Perkuat Konsolidasi 2026–2030

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:28 WIB

SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB