Raker PWI Pamekasan Bahas Strategi Ekonomi Madura Lewat KEK

Minggu, 23 November 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Raker PWI Pamekasan bahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura.

Foto. Raker PWI Pamekasan bahas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura.

PASURUAN, nusainsider.com Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan menggelar Rapat Kerja (Raker) periode 2025–2028 di Auditorium Royal Tretes, Kabupaten Pasuruan, Jumat (21/11/2025).

Raker ini dipimpin tiga Wakil Ketua PWI Pamekasan, yakni Moh. Ali Muhsin, Ongky Arista UA, dan M. Khairul Umam, dengan pembahasan program kerja seluruh bidang secara khidmat.

Kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (23/11/2025) tersebut mengusung tema “Urgensitas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau dan Garam Madura.” Tema ini dipilih karena Pamekasan dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian serta industri hasil tembakau dan garam, namun Madura hingga kini belum memiliki KEK yang fokus mengelola kedua komoditas unggulan itu.

Baca Juga :  Ketum FRN Agus Flores : Pihak Perusahaan Sawit Harus Ditutup dan Kembalikan Hak Warga

Ketua PWI Pamekasan, Hairul Anam, menyampaikan bahwa pembentukan KEK tembakau dan garam menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi Madura di masa mendatang.

Ia menuturkan bahwa pemerintah dalam beberapa tahun terakhir intens mengembangkan KEK di sejumlah daerah, dan Madura memiliki peluang besar berkat posisi geografis serta kekayaan sumber daya alamnya.

“Tembakau dan garam adalah komoditas strategis dengan kontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal maupun nasional. Karena itu, perlu ruang diskusi yang matang untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, dan arah strategis pengembangan KEK berbasis dua komoditas ini,” ujarnya, Sabtu (22/11/2025).

Anam berharap Raker PWI Pamekasan dapat menjadi forum efektif bagi pemangku kepentingan untuk merumuskan rekomendasi dan rencana aksi konkret dalam mempercepat pembentukan KEK di Madura.

Baca Juga :  KKN STKIP PGRI Sumenep Kelompok 01: Naikkan Kelas Ekonomi Masyarakat Lembung Berkemajuan

Ia menegaskan komitmen organisasi untuk turut mendorong percepatan kebijakan tersebut demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain pembahasan terkait KEK, PWI Pamekasan juga mengumumkan pembentukan Tim Khusus (Timsus) yang berfokus mengawal kebijakan publik di Kabupaten Pamekasan.

Direktur Utama Kabar Madura Group itu menyampaikan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sebagai mitra penyedia data terkait perkembangan isu daerah.

“Kami telah meramu nama-nama wartawan yang lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers untuk memperkuat tim ini,” jelasnya.

Timsus tersebut akan bertugas menelaah kebijakan publik sekaligus mengawasi berbagai regulasi di lingkungan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Fahri Hamzah ; Tidak Ada Politik Gagasan, Melainkan Politik Logistik

PWI Pamekasan juga membuka ruang partisipasi masyarakat untuk menyampaikan temuan ataupun aduan terkait isu-isu daerah yang selama ini minim sorotan media. Menurutnya, sejumlah isu penting masih belum terungkap ke publik.

“Beberapa persoalan seperti deposito Pemkab di berbagai bank serta kewajiban bank-bank Himbara dalam memberikan CSR selama ini tidak pernah dipublikasikan dengan jelas,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera
Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Haswal Group Resmi Buka Pembelian Tembakau 2026, Harga Tembus Rp70 Ribu per Kilogram

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:15 WIB

Fauzi As ; Madura Merdeka di Tiang Bendera

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:54 WIB

Ekonomi Jatim Menguat, Kemiskinan dan Pengangguran Turun, Ning Lia: Pertumbuhan Makin Berkualitas

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Berita Terbaru