JAKARTA, nusainsider.com — Sejauh ini sudah ribuan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) di Jakarta nonton bareng (Nobar) film inspiratif berjudul Tegar.
Dan untuk hari ini, pada Senin (25/9/2023) SD Negeri 07 Sunter Jaya, Jakarta Utara melaksanakan nonton bareng yang dilaksanakan di biokop CGV Cinemas Transmart Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Film Tegar mengisahkan tetang perjuangan seorang anak berkebutuhan khusus untuk bisa meraih impian dan cita-cita emasnya.
Tegar merupakan sosok seorang anak berusia 10 tahun sebagai penyandang disabilitas, dengan hanya memiliki satu kaki dan tanpa tangan.

Sosok Tegar diperankan oleh Muhammad Aldifi Tegar Rajasa. Perannya itu membawa penonton benar-benar merasakan apa yang dialami Tegar.
Tegar tidak pernah mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orangtuanya. Ayah Tegar pergi meninggalkannya.
Sedangkan sang ibu, Wida yang diperankan Sha Ine Febriyanti, sibuk bekerja.
Satu-satunya orang yang menyayangi Tegar sepenuh hati hanyalah sang kakek yang diperankan Deddy Mizwar.
Suatu ketika, Tegar diharuskan menjalani kehidupannya seorang diri. Sang ibu harus bekerja di luar kota dan Teh Isy (Juanita Chatarina), perawat Tegar, terpaksa pergi meninggalkannya.
Meski memiliki keterbatasan, Tegar selalu berusaha untuk menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan orang tua serta kakeknya.
Dari kisah film tersebut, sebagai bentuk guna untuk membangun mental khususnya para siswa dan siswi SD Negeri 07 Sunter Jaya.
Widiyanto sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 07 mengatakan, maka tentunya film tegar itu dapat jadi inspirasi siswa dan guru SD Negeri 07 Sunter Jaya”, Terangnya.
“Intinya untuk para pelajar dan guru dipersilakan nonton bareng, sebab kisahnya sangat inspiratif dan dapat memberikan motivasi yang cukup baik, khususnya untuk anak-anak untuk bisa terus berjuang. Menunjukkan yang terbaik untuk kebanggaan keluarga,” ujarnya.
Salah seorang wali murid juga turut mendampingi putrinya nobar mengaku cukup senang bisa menyaksikan langsung film inspiratif tersebut.
“Di film itu kita mendapatkan arti hidup dan bagaimana menghargai sesama, serta cara bertahan hidup lalu berinteraksi dengan orang banyak dalam kondisi keterbatasan,” ujar Mama Fatih kepada Nusainsider.com
Dengan film itu tentu dapat memberikan contoh bagi kita semua, bagaimana bersikap mendidik anak-anak berkebutuhan khusus maupun tidak, karena semua anak itu dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan,” terang Mama Fatih dengan wajah penuh haru.
![]()

















