Statistik Bicara: Kemiskinan dan Pengangguran Turun, IPM Sumenep Tembus Kategori Tinggi

Jumat, 20 Februari 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Satu Tahun kepemimpinan Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongso judo bersama Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, SH.,MH

Foto. Satu Tahun kepemimpinan Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongso judo bersama Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, SH.,MH

SUMENEP, nusainsider.com Satu tahun bukanlah waktu yang panjang dalam perjalanan pemerintahan. Namun, kurun waktu tersebut cukup untuk menguji arah kebijakan, keberanian mengambil keputusan, serta keteguhan dalam memimpin perubahan.

Di bawah komando Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati Imam Hasyim, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep perlahan menunjukkan pergeseran signifikan menuju pembangunan yang lebih terarah dan manusiawi.

Sejak awal masa kepemimpinan, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Persoalan kemiskinan struktural, tingginya angka pengangguran, ketimpangan layanan publik, hingga kondisi geografis kepulauan yang tersebar dan sulit dijangkau menjadi pekerjaan rumah yang kompleks.

Karakter wilayah kepulauan menjadikan distribusi layanan dasar dan pembangunan infrastruktur membutuhkan strategi serta komitmen ekstra.

Namun, berbagai kebijakan yang dirancang mulai memperlihatkan hasil nyata. Angka kemiskinan di Sumenep berhasil ditekan hingga turun sebesar 0,76 persen menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dalam hal penurunan angka kemiskinan.

Capaian ini tidak sekadar deretan angka statistik, tetapi mencerminkan membaiknya daya beli serta meningkatnya kesejahteraan ribuan masyarakat.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep Gelar Maulid Nabi, Santuni Anak Yatim dengan Penuh Haru

Penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka yang turun 1,64 persen. Capaian tersebut menempatkan Sumenep di jajaran daerah dengan kinerja terbaik dalam penanganan ketenagakerjaan.

Di balik angka itu, terdapat ribuan kepala keluarga yang kini kembali memiliki akses terhadap pekerjaan maupun peluang usaha, sehingga harapan ekonomi tumbuh kembali di tengah masyarakat.

Di sektor pembangunan manusia, capaian juga patut dicatat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumenep meningkat menjadi 70,54 persen dan masuk kategori tinggi.

Peningkatan IPM ini menunjukkan adanya kemajuan dalam dimensi pendidikan, kesehatan, serta standar hidup layak masyarakat.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius terhadap kelompok rentan. Ratusan rumah tidak layak huni milik warga miskin maupun korban bencana telah dibangun dan direhabilitasi.

Program tersebut bukan hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memulihkan rasa aman dan martabat masyarakat kecil yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Baca Juga :  Sering Membohongi Publik, Aktivis ALARM Segel Kantor Diskoperindag Sumenep

Bidang pendidikan dan kesehatan menjadi panggung kebijakan strategis selama setahun terakhir. Program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu terus digulirkan sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan.

Di sisi lain, puluhan sekolah di wilayah daratan dan kepulauan direhabilitasi guna memastikan proses belajar mengajar berlangsung dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Pada sektor kesehatan, layanan berobat gratis berbasis KTP menjadi bukti konkret bahwa pemerintah ingin memastikan tidak ada warga yang terhambat mengakses layanan medis karena persoalan biaya.

Peningkatan status RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit tipe B semakin memperkuat peran fasilitas tersebut sebagai pusat rujukan kesehatan di wilayah timur Madura, sekaligus meningkatkan kualitas layanan spesialistik bagi masyarakat.

Transformasi juga tampak dalam wajah pelayanan publik. Mal Pelayanan Publik diperluas hingga mencakup ratusan jenis layanan, memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai administrasi dalam satu lokasi terpadu.

Baca Juga :  Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Call Center 112 diperkuat sebagai garda terdepan dalam penanganan kegawatdaruratan, menghadirkan respons cepat dan terintegrasi.

Berbagai inovasi pelayanan tersebut turut mengantarkan Sumenep meraih belasan penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Pengakuan itu menjadi indikator bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan mulai berjalan ke arah yang positif.

Satu tahun kepemimpinan ini tentu bukan akhir dari perjalanan. Justru, ia menjadi fondasi awal untuk melangkah lebih jauh membangun Sumenep yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Tantangan ke depan masih besar, kritik dan evaluasi tetap dibutuhkan agar arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.

Namun, capaian yang diraih hari ini setidaknya menjadi penanda bahwa perubahan bukan sekadar janji politik. Ia adalah proses yang sedang berjalan perlahan, terukur, dan terus bergerak menuju kesejahteraan masyarakat Sumenep yang lebih merata.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep
Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”
Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan
Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:57 WIB

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 15:55 WIB

Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Berita Terbaru