Turis Asing Kepincut Keunikan Kasur Pasir, Legung Timur Jadi Sorotan

Senin, 5 Mei 2025 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Tamu dari Mancanegara ke wisata kasur pasir kabupaten Sumenep.

Foto. Kunjungan Tamu dari Mancanegara ke wisata kasur pasir kabupaten Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Keindahan alam Kabupaten Sumenep kembali mencuri perhatian wisatawan mancanegara.

Kali ini, yang menjadi magnet utama adalah “Kasur Pasir“, julukan unik bagi destinasi alam di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang.

Kasur Pasir bukan sekadar hamparan pasir biasa. Di tempat ini, pemandangan pasir putih yang lembut berpadu dengan panorama pantai menjadikan suasana tenang dan nyaman. Uniknya, beberapa warga lokal bahkan terbiasa tidur dan bersantai langsung di atas pasir tersebut.

Julukan “Manusia Pasir” pun muncul karena kebiasaan unik warga yang menjadikan pasir sebagai alas tidur alami. Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemui di tempat lain, bahkan di seluruh 330 desa dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Wisatawan mancanegara yang berkunjung mengaku terpukau dengan keindahan dan keunikan lokasi ini. Mereka rela meluangkan waktu untuk menikmati panorama alami yang hanya bisa ditemukan di Desa Legung Timur.

Baca Juga :  Melalui Donasi 5.000 Mangrove, Insan Petro China Laksanakan Program One Two Trees

Srikandi Timur Daya, Intan Agustina Purnama, turut menyambut positif kedatangan para turis asing ke desa kelahirannya. Sebagai salah satu srikandi yang peduli terhadap kemajuan desa, Intan merasa bangga dengan potensi lokal yang dimiliki desanya.

“Ini adalah bukti bahwa desa kami memiliki keunikan yang bisa menarik perhatian dunia. Kasur Pasir bukan hanya indah, tapi juga khas. Ini tidak dimiliki desa lain di kecamatan Batang-Batang,” ujarnya usai menemani Tamu dari Mancanegara kepada media nusainsider.com, Senin 5 Mei 2025.

Intan sapaan akrabnya menegaskan bahwa kemajuan sebuah desa tidak terlepas dari kerja sama dan solidaritas warga. Menurutnya, potensi pariwisata seperti Kasur Pasir harus didukung secara maksimal oleh masyarakat dan pemerintah.

“Kalau dikelola serius, destinasi ini bisa jadi andalan pariwisata Kabupaten Sumenep, bahkan Madura,” tambahnya.

Ia juga berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait untuk membantu mengembangkan kawasan ini. Mulai dari infrastruktur, promosi, hingga pelatihan bagi pemandu wisata agar mampu melayani wisatawan dengan lebih profesional.

Baca Juga :  PC PMII Sumenep Dinilai Cacat Hukum, Aliansi Rayon UNIJA Minta Ketua Cabang Dimakzulkan

Salah satu pemandu wisata lokal yang dikenal dengan nama Intan ini juga memiliki gaya nyentrik khas Madura klasik juga turut serta mendampingi para wisatawan mancanegara. Ia menyebutkan bahwa Sumenep adalah kabupaten terindah untuk menghabiskan waktu liburan panjang.

“Sumenep ini luar biasa. Ada Pantai Lombang, Pulau Sembilan, Gili Iyang, Slopeng, dan tentu saja Kasur Pasir Legung Timur. Semuanya menyimpan keindahan yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, wisata Kasur Pasir adalah titik awal untuk memperkenalkan kekayaan alam Sumenep ke dunia. Kehadiran wisatawan asing menjadi bukti bahwa potensi lokal ini punya nilai jual tinggi.

Baca Juga :  PAN Bangkalan Tetap Mengukuhkan Caleg Terbanyak Menjadi DPRD

Selain daya tarik alam, keramahan warga dan kearifan lokal menjadi nilai tambah. Turis asing tidak hanya menikmati alam, tetapi juga berinteraksi langsung dengan budaya setempat, yang masih kental dan autentik.

Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata berbasis komunitas dan budaya bisa menjadi salah satu jalan bagi kemajuan desa. Kasur Pasir di Legung Timur adalah contoh nyata bagaimana potensi desa bisa dikenal hingga mancanegara.

Ke depannya, warga berharap dukungan pemerintah semakin nyata. Mereka ingin desa mereka tak hanya dikenal, tapi juga berkembang menjadi destinasi unggulan Madura bahkan nasional.

Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan instansi terkait, Kasur Pasir bisa menjadi simbol kemajuan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai
Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Pemerintah Pantau Hilal di 117 Titik
Waspada! Diduga Sudah Banyak Menelan Korban, Jalan Menuju Pelabuhan Masalembu Tak Layak Dilalui
Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Wonocolo, Ning Lia Ajak Warga Berani Bermimpi dan Jaga Persatuan
Banggar DPR RI Soroti Tekanan Global, Said Abdullah Usul Tunda Proyek Tol demi Jaga APBN 2026
Ning Lia Dukung Revitalisasi 478 Sekolah, Soroti Pentingnya Sanitasi dan Ekosistem Pendidikan
Gerai Koperasi Desa Merah Putih Digenjot, PKDI Sumenep Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga
Perjuangan Hidup Jadi Inspirasi, Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:35 WIB

Idul Fitri di Sumenep Tak Sekadar Hari Raya, Bupati Fauzi: Sampai Ketupat Baru Selesai

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:27 WIB

Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Digelar 19 Maret, Pemerintah Pantau Hilal di 117 Titik

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:15 WIB

Waspada! Diduga Sudah Banyak Menelan Korban, Jalan Menuju Pelabuhan Masalembu Tak Layak Dilalui

Senin, 16 Maret 2026 - 19:05 WIB

Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Wonocolo, Ning Lia Ajak Warga Berani Bermimpi dan Jaga Persatuan

Senin, 16 Maret 2026 - 18:25 WIB

Banggar DPR RI Soroti Tekanan Global, Said Abdullah Usul Tunda Proyek Tol demi Jaga APBN 2026

Senin, 16 Maret 2026 - 14:57 WIB

Gerai Koperasi Desa Merah Putih Digenjot, PKDI Sumenep Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga

Senin, 16 Maret 2026 - 02:49 WIB

Perjuangan Hidup Jadi Inspirasi, Lia Istifhama Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Senin, 16 Maret 2026 - 01:34 WIB

Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional

Berita Terbaru