Jawaban Untuk Hambali: Antara TikTok, TikTokan, dan TikTokers

Kamis, 17 Juli 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

OPINI, nusainsider.com — Terima kasih kepada Mas Hambali Rasidi, sahabat lama, senior dalam dunia pena, dan sesekali juga komedian politik lokal yang kehadirannya selalu ditunggu, seperti sinetron Ramadan yang tak pernah tamat.

Saya membaca tulisan panjang Mas Hambali, lengkap dengan angka, lokasi ngopi, sampai jumlah ikan kakap dan siapa yang bayar gulai. Detailnya bikin iri Laporan Keuangan Negara.

Bahkan KPK pun sepertinya belum sanggup menyaingi akurasi “Warung SUN” versi Mas Hambali.

Mas Hambali bilang saya aktor baru. Saya tersanjung. Tapi sayang, sampai sekarang belum ada honor, belum ada bonus, apalagi parsel.

TikTok saya bukan film dokumenter, Mas, itu cuma upaya seorang warga kampung menata benang kusut bernama BSPS yang ditarik-tarik semua pihak sampai nyaris putus.

Saya tidak suci. Tapi saya juga tidak sedang cari panggung. Sebab kalau panggung itu penuh debu, saya lebih suka duduk di emperan warung kopi, sambil dengar pengakuan yang kadang lebih menggelegar dari khutbah Jumat.

Mas Hambali tampak resah, dan gatal, karena saya tidak menyebut nama-nama. Padahal beliau sendiri dalam tulisannya sudah setengah buka, setengah tutup – kayak orang nyari pintu musala subuh-subuh.

Katanya mau terbuka, tapi tetap bisik-bisik: “Jangan Sebut Namanya, Saya Sudah Kantongi Datanya.” Lah, kita ini pakai metode jurnalistik atau sedang ikut kompetisi sulap?

Baca Juga :  Tanah Curam di Kota Garam: Menyingkap Jejak Korupsi Mebeler 2016 yang Menguap

Saya disebut membela Rizky Pratama. Padahal saya cuma menyampaikan: jangan jadikan satu orang kambing hitam, sementara serigala yang kenyang masih tepuk tangan di balik tenda acara.

Kadang adil itu bukan soal siapa yang paling lemah, tapi siapa yang paling rakus.
Dan tentang uang kopi Rp 502.500 yang katanya dikirim almarhum, saya tidak tahu, apakah itu bantuan kemanusiaan, subsidi konten, atau memang pesangon supaya kita berhenti ribut? Tapi serius, uang Rp 502.500 itu nominal aneh.

Mungkin biar tidak dikira uang gratifikasi, tapi juga tidak sepenuhnya sumbangan. Itu mirip diskon Alfamart pas akhir bulan.

Baca Juga :  Presiden! KEK Tembakau: Jalan Pulang Ekonomi Madura

Saya tidak menyerang wartawan, apalagi yang hidup dari pena dan rekaman suara. Tapi kalau ada wartawan yang doyan merespons kasus bukan dengan tulisan, melainkan dengan rate card, itu beda cerita.

Saya bukan sedang cari dosa orang. Tapi kalau memang kita sama-sama hidup dari “Kebenaran,” mari kita jaga ruangnya tetap bersih.

Janganlah Kebenaran Kita Tukar Dengan Camilan Dan Bensin Pulang Liputan.

Mas Hambali, soal tantangan menyebut nama: saya hargai. Tapi saya lebih suka rakyat menyebut sendiri. Sebab dosa publik bukan untuk ditukar dengan dosa personal.

Kalau saya sebut A, nanti B protes. Kalau saya sebut C, nanti D nangis di belakang layar. Biarlah nama-nama itu hidup di benak publik seperti tokoh utama sinetron: selalu muncul, meski belum disebut.

Saya tidak punya niat menjadikan BSPS sebagai panggung sandiwara. Tapi kalau memang kita sedang bermain lakon, mari kita sepakati alurnya: rakyat adalah penonton, hukum adalah sutradara, dan kebenaran adalah naskahnya.

Baca Juga :  Berminat, Yuk Daftar! KIMMS Buka Rekrutmen Mulai 28 September, Kuota Peserta Terbatas

Jangan Sampai Kita Semua Hanya Jadi Figuran Yang Sibuk Rebutan Snack Di Belakang Kamera.

Mas Hambali bilang saya paham semua data BSPS, bahkan siapa yang tanda tangan dan siapa yang tidak. Ya benar, saya paham. Tapi saya bukan Tuhan.

Saya hanya penulis, pembelajar, sekaligus rakyat biasa yang percaya bahwa hukum seharusnya berjalan ke atas, bukan cuma ke bawah.

Terakhir, terima kasih atas kritik dan tawa yang Mas Hambali hadirkan. Tulisan jenaka Mas benar-benar menghibur.

Kalau nanti BSPS ini difilmkan, saya usul Mas Hambali jadi penulis skenarionya.

Judulnya bisa kita sepakati: “Uang Kopi dan Dosa yang Dibagi Tiga.” Siap tayang di TikTok, YouTube, dan warung kopi terdekat.

Salam dari saya, yang belum tentu suci dari debu, tapi mencoba tak bergulung dalam lumpur.

“Fauzi As” Jujurlah, Tapi Jangan Terlalu Serius. Kadang Satir Lebih Sehat dari Surat Panggilan Jaksa.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Media Expo 2026 Perdana di Jawa Timur, Cak Fauzi Beri Apresiasi kepada Tiga Media Lokal

Berita Terbaru