SUMENEP, nusainsider.com — Pendaftaran ulang grup musik tong-tong peserta Festival Musik Tong-tong se-Madura dalam rangka Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 resmi dimulai pada Kamis (11/9/2025).
Kegiatan berlangsung di sebelah utara Kantor Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep.
Proses pendaftaran ulang dibuka sejak pukul 15.12 WIB. Sejak siang hari, arus kedatangan peserta sudah terlihat. Grup musik tong-tong asal Kabupaten Pamekasan dan Sampang bahkan tercatat tiba di lokasi sekitar pukul 12.46 WIB untuk melengkapi administrasi keikutsertaan mereka.
Ketua FKPPI Sumenep, Edi Susanto, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, khususnya dari luar Sumenep. Ia menilai kehadiran mereka sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesuksesan KEN 2025.
“Partisipasi grup dari luar Sumenep menjadi bukti kekompakan yang terjalin antar kabupaten dalam suksesi KEN 2025 di Sumenep,” ujar Edi kepada nusainsider.com.
Pria yang akrab disapa Edi itu menegaskan, semangat kebersamaan seluruh peserta, baik yang berasal dari Sumenep maupun dari luar daerah, merupakan modal penting untuk memperkuat eksistensi musik tong-tong sebagai warisan budaya Madura.
Lebih lanjut, panitia mengingatkan peserta yang sudah melakukan pendaftaran ulang untuk hadir dalam Technical Meeting (TM) pada 4 Oktober 2025 pukul 08.00 WIB di Kantor Disbudporapar Sumenep.
Terkait isu yang sempat menjadi sorotan, Edi menjelaskan bahwa dua grup musik tong-tong yakni Gong Mania dan Lendhu Sagara memilih cuti tahun ini.
Hal itu disebabkan oleh ketidaksiapan dekorasi dan belum maksimalnya persiapan, meski bisa saja ada alasan lain.
Meski demikian, ia memastikan festival tahun ini tetap akan berlangsung meriah. Sebanyak 38 grup musik tong-tong dipastikan tampil dengan membawa lagu wajib Seset Maloko’.
Selain itu, mereka juga akan membawakan empat lagu pilihan, yaitu Bing Anak, Potre Madhure, Ronjengan, dan Guwa Pajuddan.
Dengan jumlah peserta yang besar dan variasi lagu yang ditampilkan, Festival Musik Tong-tong se-Madura dalam rangka KEN 2025 diyakini akan menjadi ajang budaya paling semarak di ujung timur Pulau Garam tersebut.
![]()
Penulis : Wafa
















