29 Peserta Pesta Gay Positif HIV, Lia Istifhama: Ini Krisis Moral dan Kesehatan!

Jumat, 24 Oktober 2025 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIM, nusainsider.com Anggota DPD RI sekaligus MPR RI, Dr. Hj. Lia Istifhama, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus pesta gay yang menghebohkan Kota Surabaya. Dari 34 peserta yang diamankan Satreskrim Polrestabes Surabaya, 29 orang diketahui positif HIV/AIDS.

Putri dari KH. Maskur Hasyim, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur ini menilai kasus tersebut bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan dan tatanan sosial masyarakat. Menurutnya, penanganan yang dilakukan harus komprehensif dan melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Saya sangat prihatin dengan kejadian pesta gay 29 pengidap HIV. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal moral dan akidah umat. Penanganannya harus menyentuh akar permasalahan dengan pendekatan syariat Islam dan sosial yang kuat,” ujar Ning Lia, Kamis (23/10/2025).

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan tokoh agama dalam menghentikan penyebaran perilaku menyimpang serta memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam gaya hidup yang bertentangan dengan nilai moral bangsa.

Baca Juga :  Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Menurut Ning Lia, Pemerintah Kota Surabaya perlu memperketat pengawasan dan menegakkan aturan secara konsisten. Langkah tegas diperlukan untuk memastikan bahwa perilaku menyimpang seperti pesta gay tidak lagi memiliki ruang berkembang di tengah masyarakat.

“Solusi terbaik bukan hanya penindakan hukum, tapi juga edukasi moral dan keagamaan sejak dini. Anak-anak perlu diberi pemahaman tentang bahaya pergaulan bebas dan perilaku menyimpang agar tidak terpengaruh oleh budaya permisif,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter dan nilai-nilai agama harus menjadi bagian utama dalam kurikulum sekolah maupun kegiatan sosial masyarakat. Lingkungan pesantren, masjid, dan majelis taklim juga harus berperan aktif dalam memberikan bimbingan moral bagi generasi muda.

Selain aspek edukasi, Ning Lia juga menyoroti pentingnya pendekatan kemanusiaan bagi penderita HIV/AIDS. Mereka yang ingin memperbaiki diri, kata dia, perlu mendapat pendampingan medis, moral, dan spiritual agar dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.

“Perlu ada pendekatan manusiawi namun tegas. Mereka yang ingin berubah harus dibina dan didampingi agar kembali ke jalan yang benar. Pemerintah, tenaga medis, dan tokoh agama harus turun tangan bersama,” tegasnya.

Sebagai anggota DPD RI, Lia Istifhama menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan nasional terkait pencegahan HIV/AIDS serta mengawasi segala bentuk penyimpangan sosial yang berpotensi merusak moral generasi bangsa.

Baca Juga :  Cukai Tembakau Jadi Mesin Uang Negara, Daerah Penghasil Masih Jadi Korban

Menurutnya, kasus pesta gay ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa persoalan moral dan kesehatan masyarakat saling berkaitan erat. Tanpa keseriusan dan kerja bersama, ancaman penyebaran HIV dan degradasi moral akan terus meningkat.

“Jangan biarkan nilai-nilai syariat terkikis oleh gaya hidup bebas. Pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan menciptakan lingkungan yang sehat, bermartabat, dan sesuai ajaran Islam,” tandasnya.

Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak apatis terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Kepedulian lingkungan, kata dia, menjadi benteng awal untuk mencegah berkembangnya perilaku menyimpang yang merusak tatanan moral bangsa.

Baca Juga :  DPD RI Lia Istifhama Ajak Gen Z Aktif Berpolitik dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Menutup pernyataannya, Lia Istifhama berharap kasus pesta gay di Surabaya menjadi pelajaran berharga bagi seluruh daerah di Indonesia agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang.

“Sungguh memalukan bila di kota yang menjunjung nilai religius seperti Surabaya ini, kasus LGBT dan HIV terus meningkat. Mari kita jaga moral bangsa dengan langkah nyata,” pungkasnya.

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh Polrestabes Surabaya, sementara pihak Dinas Kesehatan terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap para pengidap HIV. Pemerintah daerah juga diharapkan segera memperkuat program edukasi dan rehabilitasi sosial untuk mencegah kasus serupa terulang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan
Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:59 WIB

Diduga Hendak Sentuh Penumpang Perempuan, Oknum Petugas Pelabuhan Kalianget Dipersoalkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terbaru