SUMENEP, nusainsider.com — Keterbatasan akses jalan masih menjadi tantangan serius dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, termasuk di Desa Saseel, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Kondisi jalan desa yang sempit dan sulit dilalui kendaraan besar kerap menghambat proses evakuasi pasien, terutama dalam situasi darurat medis.
Menjawab persoalan tersebut, SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) menyerahkan satu unit ambulans mini VIAR roda tiga melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) Tahun 2025. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendekatkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat.
Ambulans roda tiga dinilai paling sesuai dengan karakteristik geografis Desa Saseel. Desainnya yang ringkas memungkinkan kendaraan medis tersebut menjangkau gang-gang kecil dan akses jalan yang tidak dapat dilalui ambulans konvensional, sehingga menjadi solusi praktis bagi wilayah kepulauan.
Manager Public & Government Affairs KEI, Kampoi Naibaho, mengatakan bahwa penyerahan ambulans ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
“Program ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ambulans roda tiga kami rancang khusus agar mampu menembus jalan dan gang sempit di desa, karena sebagian besar akses jalan membutuhkan kendaraan kecil,” ujar Kampoi, Rabu (10/12/2025).
Selain unggul dari sisi mobilitas, ambulans VIAR tersebut juga dilengkapi fasilitas penanganan awal pasien, seperti tabung oksigen yang dapat digunakan selama perjalanan menuju pusat layanan kesehatan.
Kampoi menegaskan, program ambulans ini merupakan bagian dari kegiatan PPM yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, hingga saat ini PPM ambulans SKK Migas–KEI telah menjangkau sejumlah wilayah. Di Kecamatan Sapeken, bantuan ambulans telah disalurkan ke Puskesmas Sapeken, Puskesmas Pagerungan, Pustu Pagerungan Kecil, serta Pustu Saseel.
Sementara di Kecamatan Raas, bantuan serupa diterima masyarakat Desa Brakas.
“Program ini sudah berjalan kurang lebih empat tahun,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Saseel, Syaifullah, menyampaikan bahwa keberadaan ambulans roda tiga sangat membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya dalam menangani pasien rujukan dan kondisi darurat.
Menurutnya, sebelumnya Pustu hanya memiliki ambulans VIAR terbuka tanpa atap, sehingga kurang aman bagi pasien. Dengan adanya ambulans tertutup, proses evakuasi kini menjadi lebih layak, aman, dan manusiawi.
“Alhamdulillah, kehadiran KEI sangat bermanfaat. Saat musim hujan, kami sering mengalami kesulitan saat mengantar pasien, terutama pasien persalinan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Saseel, Taufek. Ia menyebut bantuan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama dalam Musyawarah Desa (Musdes) pada awal 2025. Pemerintah desa menilai ambulans roda tiga sebagai kebutuhan mendesak mengingat kondisi akses jalan di wilayah pulau.
“Kami melihat kondisi desa di pulau memang sangat membutuhkan ambulans VIAR karena jalannya sempit. Dampak kehadiran KEI sangat terasa, khususnya di sektor kesehatan,” kata Taufek.
Ia berharap ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dan tenaga kesehatan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Desa Saseel.
“Saya berharap masyarakat dan petugas Pustu dapat memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















