Bapenda Sumenep Bangun Sistem Pajak Modern Berbasis Data dan Pengawasan Transaksi

Jumat, 13 Februari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berupaya memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menerapkan sistem perpajakan yang lebih transparan dan akuntabel.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggelar Sosialisasi Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Monitoring Transaksi, Jumat (13/2/2026) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk 18 Wajib Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor Makan dan Minuman serta PBJT sektor Hiburan.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyamakan persepsi terkait kebijakan perpajakan daerah berbasis pengawasan transaksi sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak.

Baca Juga :  Festival Literasi 2025, Gerakan Bersama Ciptakan Generasi Cerdas dan Kritis

Kepala Bapenda Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari transformasi tata kelola pajak daerah menuju sistem yang lebih modern, efektif, dan berbasis data.

“Sosialisasi Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Monitoring Transaksi ini bertujuan membangun sistem perpajakan yang adil dan transparan. Monitoring transaksi bukan untuk membebani pelaku usaha, melainkan untuk memastikan potensi pajak tercatat secara objektif,” ujar Ferdiansyah.

Menurutnya, penerapan monitoring transaksi diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan pajak yang lebih terukur tanpa mengganggu iklim usaha yang sehat di Kabupaten Sumenep.

“Dengan sistem yang terukur, kami ingin menciptakan keseimbangan antara kepatuhan pajak dan keberlanjutan usaha. Optimalisasi pajak daerah akan berdampak langsung pada peningkatan PAD yang selanjutnya digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara Bapenda dengan para wajib pajak PBJT sektor Makan dan Minuman maupun Hiburan.

Baca Juga :  Dari Tradisi ke Panggung Madura Culture Festival #3, Danglung Lumajang Jadi Pusat Perhatian

Dalam forum tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk memahami mekanisme teknis penerapan monitoring transaksi sekaligus menyampaikan berbagai masukan dan saran terkait implementasinya di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendataan, Pendaftaran, Penetapan, Evaluasi dan Pelaporan Daerah (P3EPD) Bapenda Kabupaten Sumenep, Suhermanto, S.E., M.E., beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap optimalisasi pengelolaan pajak daerah berbasis sistem pengawasan transaksi.

Baca Juga :  Bertepatan Dengan Malam 1 Muharrom, Pemdes Dapenda Launching Logo Desa. Berikut Filosofinya

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sumenep berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mewujudkan sistem perpajakan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah serta percepatan pembangunan daerah.

Hingga berita ini dirilis, kegiatan Sosialisasi Optimalisasi Pajak Daerah Berbasis Monitoring Transaksi masih berlangsung.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya
Dana PKH Sumenep Tembus Rp119,7 Miliar, Penerima yang Mampu Siap Graduasi
Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding
Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026
SK Kepengurusan Diserahkan di Surabaya, PKB Pamekasan Perkuat Konsolidasi 2026–2030
Al Washliyah Tantang KPK Tegakkan Equality Before The Law, Erick dan Boy Thohir Disorot
Madura Masuk Status Waspada, BMKG Minta Warga Sumenep Antisipasi Dampak El Nino
Pemkab Deli Serdang Siapkan 1.242 Hektare Lahan untuk Program Nasional 3 Juta Rumah

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:21 WIB

Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya

Senin, 6 Juli 2026 - 09:27 WIB

Dana PKH Sumenep Tembus Rp119,7 Miliar, Penerima yang Mampu Siap Graduasi

Senin, 6 Juli 2026 - 07:14 WIB

Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding

Senin, 6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:29 WIB

SK Kepengurusan Diserahkan di Surabaya, PKB Pamekasan Perkuat Konsolidasi 2026–2030

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:35 WIB

Madura Masuk Status Waspada, BMKG Minta Warga Sumenep Antisipasi Dampak El Nino

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pemkab Deli Serdang Siapkan 1.242 Hektare Lahan untuk Program Nasional 3 Juta Rumah

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:28 WIB

SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir

Berita Terbaru