PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memperkuat strategi pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai instrumen untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Percepatan Pelunasan dan Penyampaian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Giligenting, Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema “Membangun Masa Depan Daerah Melalui Kepatuhan Pajak”, kegiatan itu diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga aparat pemungut pajak. Forum tersebut menjadi wadah menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi dalam mempercepat pelunasan PBB-P2 Tahun 2026.

Selain itu, sosialisasi juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pajak merupakan salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga :  Wow! Akun Google Diretas Dan Berhasil ‘Keliling Dunia’, Indikasi Dijual Via MarketPlace?

Dalam implementasinya, kebijakan percepatan pelunasan PBB-P2 difokuskan pada empat sasaran utama, yakni optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), percepatan pelunasan PBB Tahun 2026, peningkatan pelayanan publik, serta penataan administrasi perpajakan yang lebih akuntabel dan transparan.

Camat Giligenting, Akhmad Hidayat, menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan seluruh elemen pemerintahan, khususnya pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kecamatan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah daerah dengan pelaksanaan di tingkat desa, sehingga distribusi SPPT maupun pembayaran PBB dapat berjalan lebih efektif.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemerintah desa agar penyampaian SPPT berjalan tepat waktu dan pelunasan PBB dapat dipercepat. Ketika masyarakat sadar pajak, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang semakin nyata,” ujar Akhmad Hidayat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Sumenep, Akhmad Sugiharto, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola perpajakan daerah agar semakin efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Setelah Jadi Sorotan, Nakhoda Ungkap Lokasi Kapal Patroli, Kepala KSOP Tetap Diam

Ia menjelaskan, distribusi SPPT yang dilakukan lebih awal memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk melakukan edukasi, pendampingan, serta mengingatkan wajib pajak agar memenuhi kewajibannya tepat waktu.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan pajak tidak hanya diukur dari besarnya penerimaan daerah, melainkan juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan secara sukarela.

“Target kami bukan sekadar tercapainya angka penerimaan. Yang lebih penting adalah membangun budaya kepatuhan pajak yang tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan karena tekanan. Ketika budaya itu terbentuk, PAD akan meningkat secara berkelanjutan dan pembangunan daerah memiliki fondasi yang semakin kuat,” jelas Akhmad Sugiharto.

Bapenda Sumenep optimistis strategi percepatan pelunasan PBB-P2 yang mengedepankan kolaborasi, edukasi, dan peningkatan pelayanan akan mampu mempercepat realisasi penerimaan PBB-P2 Tahun 2026 sekaligus memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Semangat Nasionalisme, Warga Pocang Timur Gelar Doa Kebangsaan

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi memandang pajak sebagai beban, melainkan sebagai bentuk investasi bersama untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, pelayanan publik yang semakin berkualitas, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

“Dengan demikian, pajak tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan investasi bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih berkualitas dan pembangunan yang dirasakan seluruh masyarakat,” pungkas Akhmad Sugiharto.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
13 Tahun Hadapi Sengketa Rumah, Sri Endah Minta Keadilan, Ning Lia Turun Tangan
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru