SUMENEP, nusainsider.com — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Sumenep didorong untuk meningkatkan mutu kelembagaan dan mempersiapkan diri menuju perubahan status menjadi institut.
Dorongan tersebut disampaikan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Ilhamuddin Sumarkan, saat memberikan orasi ilmiah dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda Sarjana S1 ke-15 dan Dies Maulidiyah ke-XIX STITA Aqidah Usymuni Tahun Akademik 2025/2026, Rabu (9/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ilhamuddin menyampaikan ucapan selamat kepada 60 wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan di STIT Aqidah Usymuni.
“Selamat dan sukses kepada wisudawan-wisudawati ke-15. Semoga berhasil dan barokah selalu,” Tuturnya.
Ia menyampaikan orasi ilmiah dengan gaya penuh motivasi. Bahkan, sejumlah pesan kepada wisudawan dikemas melalui pantun dan permainan kata yang berkaitan dengan berbagai istilah merek telekomunikasi.
Di balik gaya penyampaian tersebut, Ilhamuddin menekankan pentingnya target, usaha, doa, dan ketawakalan dalam mencapai keberhasilan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan sangat bergantung pada target yang ingin dicapai. Karena itu, seluruh unsur perguruan tinggi harus memiliki tujuan yang jelas dan berupaya mewujudkannya secara konsisten.
Dalam kesempatan tersebut, Ilhamuddin juga menyinggung kesiapan STIT Aqidah Usymuni untuk meningkatkan status kelembagaannya menjadi institut.
Ia bahkan mempertanyakan langsung kesiapan jajaran pimpinan kampus terkait rencana tersebut.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu dipersiapkan adalah pengembangan bidang studi, termasuk bidang syariah dan ekonomi.
Dengan persiapan tersebut, STITA dapat mengupayakan proses perubahan status menjadi institut melalui mekanisme pengajuan kepada pihak terkait di lingkungan Direktorat Pendidikan.
“Harus mempersiapkan studi syariah dan ekonomi, maka langsung alih status ke institut,” ujarnya.
Ia menilai peningkatan status perguruan tinggi membutuhkan kesiapan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga sumber daya manusia, program studi, jaringan, serta kualitas kelembagaan.

Ilhamuddin juga menyampaikan bahwa Kopertais Wilayah IV Jawa Timur saat ini membawahi 208 perguruan tinggi di wilayah Jawa Timur.
Karena itu, ia berharap STIT Aqidah Usymuni mampu terus meningkatkan kualitas dan mengambil bagian dalam persaingan perguruan tinggi keagamaan Islam di Jawa Timur.
Dalam orasinya, ia menggunakan sejumlah istilah populer sebagai cara untuk menyampaikan pesan kepada civitas akademika dan mahasiswa agar terus membangun komunikasi dan jaringan.
Salah satunya melalui istilah “INDOSAT” yang dimaknai sebagai Intensif Doa, Usaha, Tawakkal, sekaligus “Indahnya Doa saat Tahajud”.
Ia juga menyampaikan istilah “SIMPATI” sebagai Simpanan Amal Tabungan Akhirat Nanti, serta “M3” untuk Mencapai Tujuan Ridha Ilahi.
Sementara “SMARTFREN” ia maknai sebagai Semangat Meraih Prestasi Keren.
Pesan tersebut menjadi bagian dari orasi ilmiah yang disampaikan untuk memotivasi para wisudawan sekaligus seluruh civitas akademika STITA Aqidah Usymuni.
Ilhamuddin berharap STIT Aqidah Usymuni terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan STITA menjadi kampus yang barokah dan unggul,” tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















