Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. H Syafwan Wahyudi sapaan akrab H Udik, Owner PR DRT Group

Foto. H Syafwan Wahyudi sapaan akrab H Udik, Owner PR DRT Group

SUMENEP, nusainsider.com Di tengah ketatnya persaingan industri hasil tembakau nasional, pabrikan rokok lokal asal Madura, DRT The Big Family, terus melakukan ekspansi dengan mengandalkan kekuatan karakter produk serta efisiensi produksi.

Owner DRT The Big Family, H. Syafwan Wahyudi, menegaskan bahwa strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar tidak semata-mata mengandalkan perang harga.

Menurutnya, DRT lebih memilih memperkuat kualitas tembakau, racikan khas, aroma, kemasan, hingga konsistensi produk sebagai bagian dari upaya membangun identitas rokok lokal Madura.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan dengan produk dari pabrikan besar nasional yang memiliki jaringan pemasaran lebih luas.

Karena itu, Syafwan memilih memperkokoh fondasi pemasaran hingga tingkat akar rumput. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan tim pemasaran serta membangun kemitraan yang lebih erat dengan pedagang dan pemilik toko eceran di pasar lokal.

“Prinsip kami sederhana: produk lokal harus mampu membuktikan bahwa kualitasnya bisa bersaing, tetapi tetap membawa identitas dan nilai ekonomi masyarakat Madura,” ujar pria yang akrab disapa Haji Udik tersebut.

Di sisi lain, tantangan industri hasil tembakau semakin berat seiring meningkatnya tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Baca Juga :  Terapkan Perpres 46/2025, Pemkab Sumenep Tegaskan Publikasi Media Harus E-Purchasing

Haji Udik mengakui, kenaikan cukai menjadi beban tersendiri bagi pelaku industri, terutama produsen rokok skala kecil dan menengah.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat DRT menghentikan langkah ekspansinya. Perusahaan justru merespons tekanan tersebut dengan melakukan penataan ulang kegiatan operasional secara menyeluruh.

Ada sejumlah langkah efisiensi yang ditempuh DRT untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup; DLH Sumenep Sampaikan Solution To Plastic Pollution

Pertama, melakukan evaluasi terhadap biaya produksi. Pos-pos anggaran yang dinilai tidak efisien dipangkas agar beban operasional tetap terkendali.

Kedua, mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan tenaga kerja. Pengelolaan bahan baku serta kapasitas pekerja dilakukan secara lebih tepat dengan tetap mempertahankan standar mutu produk.

Ketiga, membenahi sistem distribusi dengan memperbaiki rantai pasok. Langkah tersebut dilakukan agar proses penyaluran produk kepada konsumen berjalan lebih efektif dan efisien.

Keempat, melalui penguatan komunikasi kebijakan. Haji Udik mengaku aktif berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong kebijakan yang tetap memperhatikan keberlanjutan industri kecil dan menengah (IKM) hasil tembakau.

Baca Juga :  Diduga Dekat dengan Petinggi Pemkab Sumenep, EO Festival Batik Berani Langgar Aturan Hukum

Bagi DRT The Big Family, menjaga harga produk tetap wajar bagi konsumen harus berjalan beriringan dengan komitmen sosial perusahaan.

Kelangsungan usaha, kata Haji Udik, bukan hanya berkaitan dengan keberlangsungan perusahaan, tetapi juga menyangkut nasib para pekerja dan petani tembakau lokal.

Karena itu, DRT berkomitmen mempertahankan usaha agar dapat terus memberikan upah yang layak kepada pekerja sekaligus menjaga penyerapan hasil panen tembakau dari para petani lokal di Madura.

Dengan strategi tersebut, DRT The Big Family ingin membuktikan bahwa industri rokok lokal Madura tidak hanya mampu bertahan di tengah tekanan industri, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang dengan mengandalkan kualitas, efisiensi, dan kekuatan ekonomi lokal.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
13 Tahun Hadapi Sengketa Rumah, Sri Endah Minta Keadilan, Ning Lia Turun Tangan
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM
Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru